Cerita Jumat : Subhanallah, Inilah Rahasia Penciptaan Kucing

Artikel aslinya ada di :
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/05/29/m4ronx-subhanallah-inilah-rahasia-penciptaan-kucing

REPUBLIKA.CO.ID, Mata kucing merupakan salah satu bukti kesempurnaan Allah dalam penciptaan. Allah telah menciptakan mata kucing dengan pengaturan dan letak yang sesuai dengan makhluknya. Di salah satu ayat, Allah berfirman tentang kesempurnaan ciptaannya.

Dia–lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama – nama yang indah, apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada – Nya. Dan Dialah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. ( QS. Al – Hasyr 24 )

Penglihatan malam kucing sangat kuat
Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Walaupun begitu, kelebihan sebenarnya dari mata kucing adalah agar dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka di malam hari, ketika terkena sedikit cahaya, lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar ( hamper 90% mata ) sehingga mereka lebih mudah melihat cahaya. Di saat mendapat cahaya yang lebih terang, system bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis.

Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina, berfungsi sebagai penerima cahaya. Ketika cahaya jatuh di lapisan ini langsung di pantulkan kembali, cahaya lewat dua kali melalui retina. Oleh karena itu, kucing dapat melihat dengan mudah di saat cahaya hanya sedikit. Bahkan di saat gelap, di saat mata manusia tidak dapat melihat. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari.

Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Beberapa cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa, sehingga mata bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga bisa melihat dalam kegelapan. Oleh Karena itu, kucing bias melihat lebih baik dalam gelap. Ini bukanlah bentuk dari bio-luminescence, sebab binatang tidak menghasilkan cahanya, melainkan hasil dari pemantulan.

Alasan lain kenapa kucing bisa melihat dalam gelap juga karena adanya sel–sel batang yang lebih banyak di bandingkang sel–sel kerucut di retina mereka. Sebagaimana kita ketahui, sel – sel batang hanya sensitive pada cahaya. Mereka membentuk bayangan hitam atau putih tergantung dari cahaya yang datang dari objek, tetapi mereka sangat sensitive walau hanya dengan sedikit cahaya.

Berkat sel–sel batang ini, kucing dapat berburu dengan mudah di malam hari. Seperti kita lihat, Allah menciptakan struktur mata yang sesuai dengan kondisi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Mata kucing memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu contoh dari hasil ciptaan Allah. Hasil ciptaan Allah yang unik ini terbukti dalam salah satu ayat:

Pencipta langit dan bumi, ketika Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya berkata “jadilah”, maka jadilah ia. ( QS. Al – Baqara 117 )

Bola mata kucing lebih besar
Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar di bandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah hingga 187 derajat. Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada. Ini adalah contoh karakteistik lain dari hasil ciptaan Allah dengan bentuk yang berbeda. Sebagaimana di katakana di dalam Al – Qur’an, kaakteristik ini adalah pelajaran bagi orang – orang yang beriman ;

Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 )

Struktur mata kucing berbeda dengan manusia
Pada mata kucing, terdapat membran ketiga yang disebut “nictitating membrane”. Membran ini transparan, dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian yang lainnya. Sebagai contoh, kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ketiga ini memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu. Selain itu, benda – benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab; sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Jika kucing mengedipkan mata mereka sepanjang waktu seperti manusia agar matanya tetap bersih dan lembab, hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi mereka di saat berburu. Tidak mengedipkan mata merupakan salah satu kesempurnaan ciptaan Allah untuk makhluk ini.

Apakah mata kucing sensitif pada gerakan
Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sebagaimana halnya manusia dan tidak bisa focus pada objek yang dekat dengan mereka. Tetapi Allah telah menciptakan rambut sensoris dengan mekanisme sensoris yang kuat buat kucing. Berkat penciuman dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat. Walau makhluk indah ini sulit melihat dalam jarak dekat, mereka dapat dengan mudah merasakan dengan jarak dua sampai enam meter. Jarak ini cukup bagi kucing agar dapat berburu.

Karakteristik lain pada mata kucing adalah mereka sensitive pada gerakan, keindahan dan yang sesuai dengan jarak penglihatan mereka. Mata kucing dan otaknya memisahkan setiap gerakan bingkai demi bingkai. Otak kucing bisa merasakan lebih banyak gambar daripada kita. Sebagai contoh, mereka dapat dengan mudah melihat tanda – tanda elektronika pada layar televise di bandingkan manusia. Ini adalah bakat khusus yang di berikan oleh Allah yang Mahakuasa kepada semua kucing. Hal ini dikarenakan kucing menangkap mangsa mereka berdasarkan objek yang bergerak.

Detail dan ragam yang mengagumkan di ciptakan Allah bagi kucing
Mata kucing di ciptakan dengan kaakteristik luar biasa seperti makhluk lainnya. Ketika struktur dan karakteristik mata di uji secara individual, maka akan di lihat fungsi yang berbeda dan ini merupakan bukti dari beragamnya hasil penciptaan Allah. Variasi ini tidak dapat di katakana sebagai hasil dari mutasi ataupun seleksi alam. Allah telah memberikan mata yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan nutrisi makhluknya.

Memiliki pengetahuan tentang system yang menakjubkan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat kekuasaan dan pengetahuan Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kita harus berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Adapun bagi orang – orang yang yang menolak ayat – Nya, Allah menjulukinya “pendusta”, seperti di dalam ayat ;

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang – orang yang telah di peringatkan dengan ayat – ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah di kerjakan oleh kedua tangannya? ( QS. Al – Kahfi 57 )

Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka.

Bagaimanapun, Allah yang Mahakuasa, Tuhan dari semua dunia, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, bentuk dan ketajaman penglihatan untuk kucing. Penciptaan mata yang memiliki kekhususan bagi kucing merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ;

Dan disana terdapat pelajaran bagimu…( QS. Al – Mu’miniin 21 )

Karakteristik mata kucing berfungsi sesuai dengan hukum yang di tetapkan Allah. Allah menciptakan mata ini dan setiap detilnya tanpa contoh sama sekali. Hal ini terungkap dalam ayat – ayat bahwa Allah adalah pencipta semuanya ;

Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian lagi berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ( QS. An – Nuur 45 )

Sumber: Dikutip dari Yahyaharun.com

Redaktur: Heri Ruslan

Advertisements

Kartini. Really? Why Not?

Raden Ajeng Kartini, April 21, 1879 – September 17, 1904

Ever since social media and networking became popular, I began to dread special days and holidays. Well, not all of them, the ones that irks me the most are, ironically enough, the National Days designed to honour the women of my country. Say what?

No, I do not have misogynistic tendencies, nor am I cloaked in ancient notion about women and men. What I despise are the intentional misleading (and reductions) by the former government about what these days celebrate. Or, if it was unintentional there certainly was no effort to correct it either. Take the one we supposedly to be celebrating today; Kartini Day. Lady Kartini was an aristocrat from Jepara, Java, who lived in the 1880’s. Her high status in society means she was able to attend elementary Dutch school. Kartini loves to study, she likes reading books, and she writes regularly in the form of correspondence to her European friends. Her love of education led her to open up study centers in her house teaching the local children. She would like to have run a real proper school but died before that dream is realised.

A cover for her book of letters to Mrs. Abendanon

After her death, her Dutch friend, the Abendanon, compile her letters and published it. As it was written in Dutch, it was then translated at least into English and eventually in Indonesian. I haven’t actually read the book, such is my vast knowledge of Indonesian history. Apparently she wrote about hot topics like emancipation, religion, and women’s right to study, to make choices, etc. As we are talking about the early 1900’s I suppose it was quite fascinating for the Dutch, oh look one of our subject – remember we were still under occupation back then (and yes it was Dutch occupation despite what their history books might say) – is an enlightened and she’s a woman! She doesn’t want to be oppressed anymore, let’s help her!

Then, as fate would have it, our first president decided to grant her National Hero status and made her birthday a National Day. Here’s where it gets absurd. Lady Kartini is all about education. She wants girls to be able to pursue higher education, something she herself wasn’t able to do. So how do we little schoolchildren of Indonesia honours her on her birthday? Would you like to take guesses? No? I’ll answer it for you.By having a pageant aka fashion show with traditional costume.

I kid you not.

As a child I go along with it. As I am partly of Javanese descent, I dutifully done the kain and kebaya, complete with teeny tiny sanggul, the Javanese traditional clothing and what Lady Kartini would wear herself. As an adult I looked back and though, WTF???

What if you do not want to do the pageant thing? Well, there were other competitions one can enter; cooking, sewing and other domestic chores.

Again, I kid you not.

Years of being ‘honoured’ this way, is it any wonder that these days people are starting to feel resentful and lashing out at this poor woman? Let’s see the roll of complaint towards her:

  1. She’s not that heroic, all she does is writing letters, doesn’t really do anything.
  2. She’s only made hero because she’s Javanese.
  3. She’s only made hero because her thought are aligned with the Dutch people.
  4. She’s not relevant anymore, let’s erase this day and create something else.
  5. …. (fill in the blanks)

I can’t help but feel sorry for her. If you’ve worked hard to push education ‘reform’, to get the Quran translated into Indonesian so that people who studied it would understand what it is all about, to make others understand that letting girls study is a good thing rather than a bad thing. If you tried to do all that, and be honoured with… a fashion show? See who could look best like her! Wouldn’t you roll on your grave?

Is it any wonder the timeline is filled with debate and arguments every time this date rolls about? It’s almost 21 April, ooh let’s see who can make the best argument of why we shouldn’t celebrate her anymore. Let’s see who would dole out other Indonesia’s woman heroes who’s more deserving than her. And on and on it goes. Each and every year. Without fail. On fb, twitter, you name it, it’s there.

It is all the Dutch fault.

Yes, blame the oppressor. But I really do think, like rainy days… oh sorry that’s Alanis. Ok, if we look into history, she lived during the Dutch occupation right (yes we get it!) now, the Dutch, as an oppressor, aren’t exactly known to want to educate the oppresses. Oh yes there are schools but only select few can attend it. There were many levels of schooling. If you belong to the aristocrats you can go to that school, merchant families go to this school, general public go to the lower level school or none at all. Just check the history books. Who do you think created apartheid? Long live segregation!

If the Dutch had not occupied us, who’s to say that girls would not be able to receive education? Who’s to say that the Quran would not have been translated? It was the Dutch who doesn’t want Indonesian to be educated. It was them who doesn’t want Indonesian to learn Islam properly. It was their mission to keep us in the dark. It’s the whole point of occupying someone else’s land. You don’t occupy to make them better. You occupy to make yourself better! What is there to gain to give the inlanders proper academic and religious education? They’ll revolt!

And revolt they did. But I’ll get back to that. First, I want to discuss this issue of, “Oh she did nothing!” See, some people think because Lady Kartini doesn’t take up arms, she’s not qualified to be a hero. So the only way to be a hero is if you actually kill some white people? Look, she live in Java where it was relatively peaceful, she wasn’t exactly in the middle of a war zone like our other heroes was. Her dad was not an army general was he? Who’s to say she wouldn’t take up arms and lead an army to battle if Jepara was a war zone? We just don’t know do we?

So she probably was not able to build a school, if she hadn’t died so early, who’s to say she wouldn’t? She’s only 25, people, give her a break! She doesn’t do nothing, she wrote her thoughts! She wrote her opinion down. And it lives. Is it her fault that her letters got published?

Yes, going to school is so easy.

What is not relevant is the way we celebrate her. We should celebrate her by fulfilling her dreams. By showing the educations the Indonesian girls got. We should have poetry writing and reading competition. We should have essay writing, science, and math competition. Oh ok you can have a cooking competition, cooking does require reading skills. Show the parents and the world what the girls have learned! That’s how we should celebrate this day.

Not by nitpicking who should or should not be granted national day. Or having a fashion show! Thank God my kids’ school don’t do that. So so glad!

Until true education access for all is achieved, until all domestic labour finished, at the very least their compulsory 9 year of education, then and only then, would this day be irrelevant. Until then, we still need Kartini’s Day to remind us all.

Selamat Hari Kartini everyone!

 

Cerita Jumat: Hakikat Rezeki

Allah in stone in Rohtas Fort, District Jhelum...

Syukuri yang sedikit 

Dengan itu, Allah akan memantaskanmu menerima yang banyak 

Berlapang dadalah terhadap ketidak sesuaian 
Dengan itu Allah akan mempersempit perbedaan  

Hati yang mampu bersyukur dan lapang pada perbedaan, 
Adalah hati yang selamanya bahagia.

-Sayyidah Djauhar Murtafiah-

Ibu saya selalu mengingatkan untuk bersyukur, bersyukur atas segala rizki dan karunia yang sudah Allah limpahi selama ini. Tetapi apa sebenarnya rizki itu? Dalam bahasa Indonesia rizki diadaptasi menjadi rezeki yang menurut KBBI artinya adalah:

rezeki re.ze.ki
[n] (1) segala sesuatu yg dipakai untuk memelihara kehidupan (yg diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; (2) ki penghidupan; pendapatan (uang dsb untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/rezeki#ixzz1qKDidLtO

nafkah naf.kah
[n] (1) belanja untuk hidup; (uang) pendapatan: suami wajib memberi — kpd istrinya; (2) bekal hidup sehari-hari; rezeki: terasa sulit mencari — di negeri yg tandus itu; mencari — di rantau

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/nafkah#ixzz1qKDsKP5H

Rezeki ternyata berhubungan erat dengan nafkah. Kebetulan pas pengajian kita membahas hal ini. Kalau menurut Al-Quran, rizki adalah apa yang dapat digunakan bagi yang memilikinya. Sementara nafkah adalah sebagian rizki dari Allah yang diberikan melalui perantara (dalam hal ini maksudnya suami).

Karena memberi nafkah adalah kewajiban seorang suami maka jangan sampai seorang istri ‘menuhankan’ suaminya. Maksudnya apabila ada istri yang tidak turut membantu mencari nafkah atau membantu tapi hasilnya tidak sebesar suaminya jangan sampai merasa kecil hati karena mencari nafkah adalah kewajiban suami, bukan istri.

Rezeki itu sendiri terbagi dalam 2 waktu:

  1. Sekarang: meliputi apa yang kita makan, pakai, gunakan, tempati, rasakan, pada saat ini. Misalnya, siang ini kita makan sepiring nasi dengan 1 tempe goreng, 1 telur dadar dan semangkuk sayur bayam, itulah rezeki siang ini. Malam nanti belum tentu kita makan yang sama, belum tentu juga bisa makan meski tentunya jangan sampai ya…
  2. Nanti/akan datang: meliputi hal di masa tua , anak dan cucu, terhindar dari musibah, dan tentunya, akhirat.

Yang perlu diingat, apa yang kita kerjakan hari ini adalah rezeki untuk besok. Setiap hari kita diberi kesempatan untuk menabung rezeki untuk dituai di masa datang; kita bekerja-menghasilkan uang-bisa membeli makanan. Kalau bermalasan-tidak akan menghasilkan uang-tidak ada makanan. Demikian juga ibadah, apa yang kita kerjakan hari ini, ‘buah’nya baru akan kita nikmati nanti di hari akhirat.

Benarlah apa kata ibu, “Banyak-banyaklah bersyukur atas segala rizki dan karunia yang kau dapatkan hari ini, besok dan seterusnya,” karena ternyata rizki bukan saja apa yang kita dapat sekarang, namun kita juga harus menabung rizki untuk masa depan. Hal mudah yang kadang kita lupakan. Jadi, yuk kita teruskan tabungan yang satu ini, jangan sampai lalai mengisinya 🙂

ps: Ayat rujukan untuk bahasan ini adalah QS Al-Baqarah : 233 

walwaalidaatu yurdhi’na awlaadahunna hawlayni kaamilayni liman araada an yutimma rradaa‘ata wa’alaa lmawluudi lahu rizquhunna wakiswatuhunna bilma’ruufi laa tukallafu nafsun illaawus’ahaa laa tudaarra waalidatun biwaladihaa walaa mawluudun lahu biwaladihi wa’alaa lwaaritsi mitslu dzaalika fa-in araadaa fishaalan ‘an taraadin minhumaa watasyaawurin falaa junaaha ‘alayhimaa wa-in aradtum an tastardhi’uu awlaadakum falaa junaaha ‘alaykum idzaa sallamtum maa aataytum bilma’ruufi wattaquullaaha wa’lamuu annallaaha bimaa ta’maluuna bashiir

http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/mp3player.swf[2:233] Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Kamis Menulis: WOM & Penjual Parfum

Note: ini harusnya dipublish beberapa minggu yang lalu tapi gara-gara anakku sakit jadi kelupaan. But anyway, here it is 🙂 

Kelas Kak Sesek atau @sheque di Akademi Berbagi Jakarta kemaren berbicara tentang Word of Mouth (WOM) di Social Media dan dampaknya di dunia periklanan. Menurut beliau, ketika konten yang diciptakan suatu brand relevan dengan bagi konsumennya atau punya share value maka konsumen akan dengan senang hati menyebarkannya dengan sukarela. Apabila tepat maka branding lewat WOM di SocMed bisa sukses berat karena masih banyak konsumen yang lebih percaya pada WOM, rekomendasi teman atau orang yang mereka percayai ketimbang apa kata iklan.  Misalnya contoh kasus Heineken yang lewat WOM bisa memaksa penggemar bola untuk nonton konser ga jelas ketimbang nonton bola di rumah.

Melihat contoh si Heineken ini pikiranku malah terbawa ke hal lain; pentingnya mencari teman yang benar (dan baik) karena peer pressure itu ternyata terus saja ada sepanjang hidup kita. Tadinya kupikir kepentingan tentang memilih teman tu cuma pas sekolah aja, biasa kan pasti kita dijejeli aneka nasihat, “Cari temen yang pinter, yang rajin, jangan yang nakal, tukang bolos…” dan lain sebagainya. Karena yah namanya remaja pasti kita adalah main-main pas malam hari 😉 Inget banget sama Jou, Luci atau Mel, klo malem libur kita suka nongkrong dulu di cafe, ngobrol, update gossip, sebelum pindah ke tempat joget. Abis joget laper kan, mampir dulu tempat makan, baru pulang. Kadang-kadang udah terang baru pulang. Bedanya sama neng Xenia, aku dan teman-temanku gak konsumsi miras, rokok dan narkoba. Setidaknya klo perginya bareng aku ya kita bersih-bersih aja, karena geng aku suka joget – Jou itu penari prof – dan kita gak bisa joget okeh klo ‘under influence’ oklah kadang Jou merokok tapi dikiiit. Pulangnya emang rodo ‘sempoyongan.’ Dikata ga pegel apa joget-joget! Yah if only…Klo lagi trolling fb liat temen-temen jaman itu rata-rata dah jadi emak dan bapak, geli juga mikirin pas jadulsnya kita seperti apa. Pas dah tuwir, baru ibuku cerita kalau waktu SMA dulu, ibu suka telpon-telponan sama ibu temen-temenku. Ternyata mereka saling curhat yang intinya duh, semoga anak-anak kita ga terkena narkoba. Maklumlah di Amsterdam apa aja ada dan mudah aksesnya bow. Tapi ya Alhamdulillah saya dan teman-teman selamat, sehat, sejahtera melampaui masa-masa itu.

Kirain dah beres dong, umur segini masa iya masih pengen coba-coba narkoba dan miras? Childish banget. Ternyata enggak loh. Peer pressure tetap aja ada dalam berbagai bentuk. Dari yang bentuknya seperti perpanjangan masa sekolah (tas kudu brand tertentu, arisan kudu yang begini begitu, dll) sampai ke yang sepertinya mengajak ke kebaikan padahal menjerumuskan. Bedanya klo narkoba kita berjudi dengan nyawa, klo yang ini kita berjudi dengan akidah. Ga tau deh mana yang lebih parah. Sama aja kayaknya.  Apaan sih? Itu lho ikut pertemuan tertentu yang ternyata adalah aliran sesat. Alih-alih jadi manusia yang lebih baik malah menjauhkan diri dari Allah. Weks! Dan itu awalnya kan dari diajak temen, “Eh ikut yuk ke acara ini, keren lho…” atau, “Eh menurut si anu kamu sekarang boleh lho ikutan ama kita, ini kan kumpulan yang eksklusif…” Astagfirullah…

Makin tuwir tetep aja rempong!

Bedanya kalau sekarang mikirnya bisa agak panjangan dikit berkat pengalaman hidup. Sebetulnya simpel aja, seperti yang sering diutarakan, bertemanlah dengan penjual parfum, kutipan dari HR Bukhari dan Muslim ini bener banget kok. Kerasa banget waktu berteman sama Rob dan Matt, karena mereka berdua anak pinter – Matt itu straight A student – mereka dipilih jadi TA atau teaching assistant. Aku satu-satunya yang enggak dan aku pengen banget jadi TA. Alasannya simpel banget; Rob sama Matt jadi TA masa aku enggak? Mulailah diriku ‘mengemis’ ke para prof supaya jadi TA. Berhasil! Meskipun di BU itu ada 2 jenis TA, yang beneran membantu ngajar macam si Rob dan Matt, sama yang jadi asisten administratif (semacam aspri gituh). Guess which one I am?  But no matter. Yang penting jadi TA 😉

The wonderful mba Nunik aka @pasarsapi

Sama juga seperti keikutsertaan dalam Akademi Berbagi. Kalau ga temenan sama mba Nunik, mungkin ga tau atau nggak ngeh Akber itu apa trus ga bakal bertambah deh ilmunya, bertemu dengan guru-guru hebat macam pak Bi, kak Sesek, Pidi Baiq, dan banyak lagi guru-guru yang sukarela hati membagi ilmunya. Dan tentunya  dapat dengan teman-teman nan keren seperti duo Danny/Dhani, mba Mell, Nume, Wulan, Chika, mas Suryo, Aan, Umar, yang punya segudang aktifitas selain Akber seperti program Satu Buku Satu Saudara, Toilet Higienis, KGG, yang semuanya program komunitas; your life is more than just you! Bahkan besok aku malah mau ikutan LLD atau Local Leadership Days yaitu rapat akbar dan workshop untuk relawan-relawan Akber seantero Indonesia. So excited!! Pastinya bakalan seru banget ketemu temen-temen baru dan tentunya dapat banyak ilmu baru 🙂

Ah, emang ga salah deh kalau dalam hidup kita tu berpegang pada Quran dan hadits.  Sudah terbukti kok. Just remember, WOM dari penjual parfum insya Allah aman.

Ps: Kutipan lengkapnya:

Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamubisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR.Bukhari & Muslim)