Demi Anak?

Kapasitas cinta seorang anak pada orang tuanya itu sungguh luar biasa. Mereka percaya sepenuhnya dan mencintai seutuhnya.

Anak juga sangat cerdas dan sensitif. Hanya sedikit hal yang bisa disembunyikan orang tua dari anak. Perasaan mereka sangat peka. Mereka mungkin tidak tau apa dan mengapa, tapi mereka bisa merasakan dan memancarkan berkali lipat.

Berhati-hatilah dalam mengatakan,”Demi anak.” Benarkah demi kesejahteraan anak? Ataukah hanya demi ego kita? Demi menjaga muka? Apa kata orang? Well, orang akan tetap berkata apa saja sesuka hati mereka.

Jujurlah. Sebetulnya demi siapa? Anak adalah cerminan. Anak menyerap juga meniru dan kebanyakan anak akan meniru orang tuanya. Alam bawah sadarnya akan mencari pasangan yang mirip seperti ayah atau ibunya.

Jujurlah, apa yang ingin diwariskan ke anak kita?

Putus rantai kekerasan.

Putus rantai kekerasan.

Putus rantai kekerasan.

*tol dalam kota 15/5/10*

Advertisements

Bukan Bayi Lagi

Waktu kakak bayi, kalau sakit sering saya timang-timang. Apalagi kalau dia panas, saya dekap, beri asi, timang-timang lagi, sampai panasnya turun.

Hari ini kakak panas lagi. Jadi sekolahnya kakak ikut suatu pagelaran bersama sekolah2 lain, nah latihan gabungannya diadakan pada malam hari. Sebetulnya pihak sekolah sudah mengantisipasi dengan memulai sekolah siang hari supaya anak2 punya waktu istirahat. Kakak juga sudah dapat vitamin, buah, susu namun sepertinya kakak nggak kuat menghadapi latihan bersama sampai malam hari. Akhirnya kakak malah gak bisa ikut pentas. Padahal udah semangat banget mau pentas lagi ๐Ÿ˜ฆ

Tapi ya sudahlah, yang mau saya ceritakan, di perjalanan ke dokter kakak kan mau bermanja-manja, namanya juga lagi atit. Ya sudah saya pangku dengan pikiran masih kayak jaman dulu. Ternyata… Aih berat bow! Begitu kakak duduk dipangkuan langsung emaknya susah napas. Kudu atur posisi biar gak megap2.

Duh kak, emang mamah nih suka ‘in denial’ ya kalau kamu tu pelan-pelan tambah besar. Rasanya masih kayak dulu aja kamu tuh. Akhirnya kakak ngglesor bobo, cuma kepalanya aja yang muat. Tepok2 pantatnya deh kayak dulu sambil elus2 rambutnya.

Ah kakak, sampai kapanpun kamu tetap bayinya mamah. Cepat sembuh ya kakak sayang. Kiss kiss.