Cerita Jumat: Kenapa Belum Berjilbab?

Tausiyah dari Ustadzah Lulung El Djauhar. Enjoy ๐Ÿ™‚

Percakapan seorang wanita ( W ) dg Ustad ( U )

W : Saya ga mau berjilbab, itu kuno.
U : Zaman tarzan lebih kuno lg ga pake jilbab.

W : Jilbab belum tentu baik.
U : Yang jilbab belum tentu baik, apalagi yang ga berjilbab.

W : Ga menjamin wanita berjilbab itu solehah.
U : Ga semua wanita berjilbab itu solehah,tapi wanita solehah itu pasti berjilbab.

W : Saya kmarin liat ada yang berjilbab nyuri.
U : Malah yang ga berjilbab lebih banyak yang nyuri.

W : Lebih baik jilbapin hati dulu (buat hati baik)
U : Ciri-ciri hati muslimah yg baik adalah berjilbab.

W : Kalo jilbab masih ma’siat gimana, kan dosa?
U : Kalo ga berjilbab & ma’siat dosanya dobel.

W : Kalo aku pake jilbab, ga ada yg mau sama aku.
U : Banyak yang berjilbab & mereka nikah. Lagian laki-laki baik biasanya lebih suka nikah dengan Muslimah berjilbab.

W : Kalo calon suamiQu ga suka gimana?
U : Jika didepanmu dia ga ta’at pada Allah, siapa yang menjamin dibelakangmu dia setia padamu?

W : Aku ga mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake.
U : Trus knapa tv,majalah,sinetron bisa kendalikan fashionmu? :/

W : Aku belum pengalaman pake jilbab.
U : Pake jilbab kaya nikah, pengalaman ga diperluin, yang penting jalanin dulu.

W : Aku ga bebas kemana2, ga bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama jilbab!
U : Jilbabmu mengurangi kema’siatanmu.

W : Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?
U : Katanya tadi jadi diri sendiri, ga peduli kata orang laen…

Sahabatku, mengapa muslimat belum berjilbab?

1. Belum tahu tujuan, hikmah & hukum jilbab wajib (QS 33:59)..
2. Tahu tetapi belum siap.
3. Sangat cinta dunia.
4. Byknya ma’siyat sehingga merasa belum pantas berjilbab.
5. Pengaruh keluarga, lingkungan, pendidikan, kebiasaan & budaya sekuler.
6. Anggapan kalau Islam itu hanya ritual sholat, haji dll.
7. Anggapan yg penting aku baik padahal agama adalah tunduk patuh pada SYARIATNYA.
8. Pengalaman jelek pada wanita berjilbab yg buruk ahklaknya padahal Islam adalah agama sampul (jilbab) & isi (ahklak mulia).
9. Merasa tdk cantik dg berjilbab, padahal kecantikan sebenarnya ta’kala menjadi wanita sholehah.
10. Belum tahu dosa besar dg siksa pecut api neraka pada bagian aurat yg terbuka.

SubhanAllah, mulailah mempelajarinya, jangan malu, gengsi, minder, menunda2 lagi, banggalah sebagai wanita mu’minat & belajarlah kepada sahabat terdekat yang indah istiqomah dengan jilbabnya, hidup kita didunia ini sekedar mampir, sahabatku.

ุตู€ู€ุฏู‚ ุงู„ู„ู€ู€ู‡ ุงู„ุนู€ู€ุธูŠู… ูˆุตู€ู€ุฏู‚ ุฑุณู€ู€ูˆู„ ุงู„ู„ู€ู€ู‡ ุงู„ู†ุจูŠ ุงู„ุญุจูŠุจู€ู€ู€ ุงู„ูƒุฑูŠู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…
Shodaqallaahul ‘Adziim, wa Shodaqor rasuulullaahi nabiyyil habiibil kariim..
(Maha Benar ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู dengan firman-Nya, dan benar ucapan Rasul, nabi dan kekasih yg pemurah..)

Cerita Jumat : Apa yang Menghalangimu Berjilbab?

10 Alasan Mengapa Wanita Tidak Mau Berhijab (Jilbab)

dari: Majalah Qiblati Edisi 2 Tahun I

Qiblati,

Allah telah mewajibkan hijab atas setiap wanita demi melindungi kesuciannya dan menjaga kehormatannya serta menjadi pertanda bagi keimanannya. Oleh karena itu masyarakat yang jauh dari manhaj Allah dan menyimpang dari jalan-Nya yang lurus adalah masyarakat yang sakit, memerlukan pengobatan yang dapat mengantarkannya kepada kesembuhan dan kebahagiaan. Diantara bentuk penyakit yang sangat menyedihkan adalah tersebarnya fenomena sufur (keberadaan wanita keluyuran diluar rumah) dan tabarruj (terbukanya aurat wanita, rambut, leher, wajah, lengan, kaki dan segala perhiasan dan dandanannya). Sangat disayangkan, fenomena tidak sehat ini telah menjadi ciri khas masyarakat Islam, meskipun pakaian Islami masih tersebar didalamnya. Maka pertanyaannya adalah: mengapa masyarakat sampai pada penyimpangan seperti ini? Mengapa kaum muslimah memilih untuk tidak berhijab, menutup aurat dan melindungi harga diri, kesucian dan kehormatan?

Untuk menjawab pertanyaan yang kami lontarkan kepada beberapa kelompok remaja putri ini ternyata hasilnya ada sepuluh alasan pokok, yang kalau kita cermati ternyata kesepuluh alasan itu sangat rapuh dan lemah.

Berikut ini kesepuluh alasan mereka beserta tanggapannya.

Alasan pertama. Kelompok pertama mengatakan, โ€˜Saya belum yakin dengan hijab.โ€™

Maka kita ajukan dua pertanyaan:

Pertama:ย Apakah mereka secara mendasar telah yakin dengan keberadaan Islam? Jawabannya pasti โ€œYaโ€, karena ia mengucapkan ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡. Ini berarti mereka telah yakin dengan aqidah Islam. Dan mereka juga telah mengucapkan ู…ุญู…ุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡, ini berarti mereka telah yakin denganย  syariat Islam. Jadi mereka telah menerima syariat Islam sebagai aqidah, syariat dan jalan hidup.

Kedua:ย Apakah hijab termasuk bagian dari syariat Islam dan kewajibannya?

Seandainya mereka ikhlas dan mencari kebenaran dalam masalah ini tentu mereka akan mengatakan โ€œYaโ€, karena Allah yang kita imani sebagai satu-satunya sesembahan yang benar telah memerintahkan hijab didalam kitab suci-Nya, dan Rasul Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam yang kita imani sebagai utusan Allah telah memerintahkan hijab didalam sunnahnya.

Alasan kedua. Wanita kedua mengatakan: โ€œSaya telah yakin dan menerima kewajiban syariat hijab, akan tetapi ibu saya melarang saya untuk memakainya, kalau saya mendurhakainya pasti saya masuk neraka.โ€

Alasan ini telah dijawab oleh makhluk Allah yang paling mulia yaitu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dalam ungkapannya yang sangat singkat dan bijak :

ยซ ู„ุงูŽ ุทูŽุงุนูŽุฉูŽ ู„ูู…ูŽุฎู’ู„ููˆู’ู‚ู ูููŠู’ ู…ูŽุนู’ุตููŠูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูู‚ู ยป

โ€œTidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal mendurhakai sang pencipta.โ€

Kedudukan kedua orang tua terutama ibu adalah sangat tinggi dan luhur, bahkan Allah menyandingkannya dengan perkara yang paling agung yaitu ibadah menyembah kepada-Nya dan bertauhid kepada-Nya, dalam banyak ayat sebagaimana firman Allah :

ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽุจูุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง

โ€œDan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak.โ€ (al-Nisa`: 36)

Jadi taat kepada kedua orangtua tidak dibatasi oleh apapun kecuali satu hal yaitu jika keduanya memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman :

ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽุงูƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููŠู’ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ููŽู„ุงูŽ ุชูุทูุนู’ู‡ูู…ูŽุง

โ€œDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti kedunya.โ€ (Luqman: 15)

Dan ketidak taatan kepada keduanya dalam hal maksiat tidak menjadi penghalang bagi anak untuk berbuat baik kepada keduanya. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman :

ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู’ู‡ูู…ูŽุง ูููŠู’ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆู’ูู‹ุง

โ€œDan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.โ€ (Luqman: 15)

Alasan ketiga. Wanita ketiga mengatakan: โ€œUdara panas di negeri kami, saya tidak tahan, bagaimanaย  jika saya memakai hijab?!

Kepada orang-orang seperti ini Allah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengatakan :

ู‚ูู„ู’ ู†ูŽุงุฑู ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽุดูŽุฏูู‘ ุญูŽุฑู‹ู‘ุง ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูู’ู‚ูŽู‡ููˆู’ู†ูŽ

โ€œKatakanlah: โ€œApi nereka Jahannam itu lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui.โ€ (At-Taubah: 81)

Bagaimana bila engkau bayangkan antara panasnya negerimu dengan panasnya api jahannam?

Ketahuilah bawa setan telah membelitmu dengan salah satu tipu dayanya yang rapuh agar kamu terbebas dari panasnya dunia menuju panasnya neraka. Selamatkanlah dirimu dari jerat-jerat setan, jadikanlah teriknya matahari sebagai nikmat bukan sebagai siksa, karena ia mengingatkanmu kepada dahsyatnya adzab Allah pada hari dimana panasnya melebihi penasnya dunia dengan berlipat-lipat ganda.

Alasan keempat. Wanita keempat mengatakan: โ€œSaya takut bila saya berhijab sekarang maka suatu saat nanti saya akan melepaskannya sebab saya melihat banyak yang melakukan seperti itu.โ€

Kepadanya kita katakan: โ€œSeandainya semua manusia berfikir dengan logika seperti ini tentu mereka meninggalkan agama ini secara total, tentu mereka telah meninggalkan shalat, karena sebagian mereka khawatir meninggalkannya. Tentu mereka juga tidak mau berpuasa karena banyak dari mereka khawatir jika suatu saat akan meninggalkannya โ€ฆ dst. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana sekali lagi setan menjeratmu dengan jaring-jaringnya yang rapuh agar kamu meninggalkan cahaya hidayah?

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œAmal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling langgeng meskipun sedikit.โ€ Mengapa engkau tidak mencari faktor-faktor yang membuat mereka itu menanggalkan hijabnya, supaya engkau dapat mengatasi dan menanggulanginya?โ€

Alasan kelima. Wanita kelima mengatakan: โ€œSaya khawatir, jika saya mengenakan pakaian syarโ€™i, saya akan dicap sebagai kelompok tertentu, sedangkan saya tidak suka tahazzub (berpecah belah atas dasar fanatisme golongan).โ€

Sesungguhya didalam Islam itu hanya ada dua hizib (kelompok) tidak ada yang lain. Keduanya disebutkan oleh Allah didalam kitab sucinya. Hizib pertama disebut dengan hizbullah. Yaitu orang yang ditolong oleh Allah kerena ia mentaati perintah-perintah-Nya dan manjauhi larangan-larangan-Nya. Kelompok kedua disebut hizbusysyaithon yaitu orang yang mendurhakai Allah, mentaati setan dan banyak berbuat kerusakan dimuka bumi. Ketika engkau mematuhi perintah Allah yang diantaranya adalah hijab maka engkau tergabung dalam hizbullah yang beruntung. Dan ketika engkau bertabarruj menampakkan kecantikanmu maka engkau suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar telah naik diatas perahu setan bersama rombongan mereka dari kelompok munafiqin dan kuffar. Sungguh mereka adalah seburuk-buruk teman.

Alasan keenam. Wanita keenam mengatakan: โ€œAda yang mengatakan kepada saya, jika kamu berhijab maka tidak ada laki-laki yang menikahimu, oleh karena itu saya tanggalkan dulu masalah hijab ini hingga saya menikah.โ€

Ukhti, sesungguhnya suami yang menginginkanmu keluar rumah dengan membuka aurat, dan bermaksiat kepada Allah adalah suami yang tidak layak untukmu, suami yang tidak cemburu atas kehormatan Allah, tidak cemburu atas dirimu, dan tidak menolongmu untuk dapat memasuki surga dan selamat dari neraka.

Sesungguhnya rumah tangga yang dibangun diatas dasar maksiat kepada Allah dan diatas kemurkaan-Nya adalah pantas bagi Allah untuk menulisnya sebagai keluarga yang sengsara di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala :

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃุนู’ุฑูŽุถูŽ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑููŠู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุนููŠู’ุดูŽุฉู‹ ุถูŽู†ู’ูƒู‹ุง ูˆูŽู†ูŽุญู’ุดูุฑูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰

โ€œDan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yag sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.โ€ (Thaha: 124)

Setelah itu, sesungguhnya pernikahan itu adalah nikmat dari Allah yang dianugerahkan kepada siapapun yang Dia kehendaki, betapa banyak wanita berhijab yang menikah, betapa banyak wanita yang safirah (sering keluar rumah) mutabarrijah (membuka aurat, kecantikannya) tidak menikah. Apabila kamu mengatakan, bahwa sufurku dan tabarrujku adalah sarana bagi tujuan yang suci yaitu pernikahan, maka tujuan yang suci tidak menghalalkan cara-cara yang rusak dan maksiat dalam Islam. Apabila tujuan mulia maka saranapun harus mulia karena kaedah dalam Islam:

ุงู„ู’ูˆูŽุณูŽุงุฆูู„ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุญููƒู’ู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู‚ูŽุงุตูุฏู : โ€œWashilah (sarana) itu memiliki hukum seperti hukum maksud (tujuan)

Alasan ketujuh. Wanita ketujuh mengatakan: Saya mengetahui bahwa hijab itu wajib, akan tetapi saya akan komitmen dengannya setelah Allah memberikan hidayah nanti.โ€

Tanyakan kepada ukhti ini, apa langkah-langkah yang ia tempuh agar mendapatkan hidayah dari Allah ini?!

Kita mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Taโ€™ala menjadikan segala sesuatu itu ada sebabnya. Oleh karena itu orang yang sakit minum obat supaya sembuh, seorang musafir naik kereta atau kendaraan supaya sampai ketempat tujuan dst. Apakah ukhti ini benar-benar jujur telah mengikuti jalan hidayah dan mengerahkan kemampuannya untuk sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada hidayah? Seperti berdoโ€™a kepada Allah secara ikhlash sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala :

ุฅุงูู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุงู„ุตูู‘ุฑุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ูŽ

โ€œTujukilah kami kepada jalan lurus.โ€ (Al-Fatihah: 6)

Seperti berteman dengan wanita-wantia shalihah, kerena mereka adalah sebaik-baik penolong untuk mendapatkan hidayah dan mempertahankannya, sehingga ia betul-betul komitmen dengan perintah-perintah Allah, dan memakai hijab yang diperintahkan oleh Allah kepada wanita-wanita beriman.

Alasan kedelapan. โ€œWanita kedelapan mengatakan: โ€œBelum waktunya saya memakai hijab, karena saya masih kecil, nanti kalau saya sudah besar dan sudah haji saya akan berhijab.โ€

Ketahuilah ada satu malaikat yang berdiri didepanย  pintumu sedang menunggu perintah Allah. Dia akan bertindak cepat dan tepat kapan saja dari detik-detik kehidupanmu jika ketentuan Allah telah tiba.

ููŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุฌูŽู„ูู‡ูู…ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ุฎูุฑููˆู’ู†ูŽ ุณูŽุงุนูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูู…ููˆู’ู†ูŽ

โ€œMaka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya.โ€ (al-Aโ€™raf: 34)

Kemudian tidak pandang bulu, besar ataupun kecil. Bisa saja ajal menjemputmu ketika kamu masih bermaksiat kepada Allah dengan maksiat besar seperti ini; kamu melawan Allah dengan sufur dan tabarrujmu.

Alasan kesembilan. Wanita kesembilan mengatakan: โ€œKemampuan finansialku terbatas, sehingga aku tidak mempu mengganti baju-bajuku dengan pakaian-pakaian yang syarโ€™i.

Kepada ukhti ini kita katakan: โ€œUntuk mendapatkan ridha Allah dan untuk mendapatkan surga-Nya, semua yang mahalpun terasa tidak ada harganya; harta dan jiwa tidak ada nilainya. Dan ingat Allah pasti menolong hamba-hamba-Nya yang taat. Barangsiapa yang bertakwa pasti Allah berikan jalan keluar dan kemudahan.

Alasan kesepuluh. Akhirnya wanita kesepuluh mengatakan: โ€œSaya tidak berhijab karena mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala :

ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ููŽุญูŽุฏูู‘ุซู’

โ€œDan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).โ€ (al-Dhuha: 11)

Bagaimana saya harus menyembunyikan nikmat kecantikan yang telah Allah berikan kepada saya seperti rambut yang lembut, paras yang cantik dan kulit yang indah?!

Kita katakan: Ukhti ini bersedia mengikuti firman Allah dan komitmen dengan perintah Allah, tetapai sayang selama itu sesuai dengan hawa nafsunya dan menurut pemahaman yang semaunya. Dan meninggalkan perintah-perintah dari sumber yang sama ketika tidak bernafsu kepadanya. Jika tidak mengapa tidak mematuhi perintah Allah Subhanahu wa Taโ€™ala :

ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุจู’ุฏููŠู’ู†ูŽ ุฒููŠู’ู†ูŽุชูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง

โ€œDan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.โ€ (An-Nur: 31)

Dan firman Allah Subhanahu wa Taโ€™ala :

ูŠูุฏู’ู†ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู„ุงูŽุจููŠู’ุจูู‡ูู†ูŽู‘

โ€œHendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka (keseluruh tubuh mereka).โ€ (al-Ahzab: 59)

Sesungguhnya nikmat Allah yang terbesar adalah nikmat iman dan hidayah. Lalu mengapa engkau tidak menampakkan dan memperbincangkan nikmat Allah yang terbesar ini yang diantaranya adalah hijab syarโ€™i.

ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุฒูุบู’ ู‚ูู„ููˆู’ุจูŽู†ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‡ูŽู‘ุงุจู

โ€œYa Allah, janganlah Engkau simpangkan hati kami ini setelah Engkau berikan hidayah kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami dari sisi-Mu sebuah rahmat, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi.โ€

(Majalah Qiblati Edisi 2 Tahun I)

Diperbolehkan mengcopy artikel ini dengan syarat:
menjaga Amanah ilmiahย danย mencantumkan linkย berikut: