Cerita Jumat : Subhanallah, Inilah Rahasia Penciptaan Kucing

Artikel aslinya ada di :
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/05/29/m4ronx-subhanallah-inilah-rahasia-penciptaan-kucing

REPUBLIKA.CO.ID, Mata kucing merupakan salah satu bukti kesempurnaan Allah dalam penciptaan. Allah telah menciptakan mata kucing dengan pengaturan dan letak yang sesuai dengan makhluknya. Di salah satu ayat, Allah berfirman tentang kesempurnaan ciptaannya.

Dia–lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama – nama yang indah, apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada – Nya. Dan Dialah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. ( QS. Al – Hasyr 24 )

Penglihatan malam kucing sangat kuat
Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Walaupun begitu, kelebihan sebenarnya dari mata kucing adalah agar dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka di malam hari, ketika terkena sedikit cahaya, lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar ( hamper 90% mata ) sehingga mereka lebih mudah melihat cahaya. Di saat mendapat cahaya yang lebih terang, system bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis.

Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina, berfungsi sebagai penerima cahaya. Ketika cahaya jatuh di lapisan ini langsung di pantulkan kembali, cahaya lewat dua kali melalui retina. Oleh karena itu, kucing dapat melihat dengan mudah di saat cahaya hanya sedikit. Bahkan di saat gelap, di saat mata manusia tidak dapat melihat. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari.

Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Beberapa cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa, sehingga mata bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga bisa melihat dalam kegelapan. Oleh Karena itu, kucing bias melihat lebih baik dalam gelap. Ini bukanlah bentuk dari bio-luminescence, sebab binatang tidak menghasilkan cahanya, melainkan hasil dari pemantulan.

Alasan lain kenapa kucing bisa melihat dalam gelap juga karena adanya sel–sel batang yang lebih banyak di bandingkang sel–sel kerucut di retina mereka. Sebagaimana kita ketahui, sel – sel batang hanya sensitive pada cahaya. Mereka membentuk bayangan hitam atau putih tergantung dari cahaya yang datang dari objek, tetapi mereka sangat sensitive walau hanya dengan sedikit cahaya.

Berkat sel–sel batang ini, kucing dapat berburu dengan mudah di malam hari. Seperti kita lihat, Allah menciptakan struktur mata yang sesuai dengan kondisi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Mata kucing memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu contoh dari hasil ciptaan Allah. Hasil ciptaan Allah yang unik ini terbukti dalam salah satu ayat:

Pencipta langit dan bumi, ketika Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya berkata “jadilah”, maka jadilah ia. ( QS. Al – Baqara 117 )

Bola mata kucing lebih besar
Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar di bandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah hingga 187 derajat. Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada. Ini adalah contoh karakteistik lain dari hasil ciptaan Allah dengan bentuk yang berbeda. Sebagaimana di katakana di dalam Al – Qur’an, kaakteristik ini adalah pelajaran bagi orang – orang yang beriman ;

Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 )

Struktur mata kucing berbeda dengan manusia
Pada mata kucing, terdapat membran ketiga yang disebut “nictitating membrane”. Membran ini transparan, dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian yang lainnya. Sebagai contoh, kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ketiga ini memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu. Selain itu, benda – benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab; sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Jika kucing mengedipkan mata mereka sepanjang waktu seperti manusia agar matanya tetap bersih dan lembab, hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi mereka di saat berburu. Tidak mengedipkan mata merupakan salah satu kesempurnaan ciptaan Allah untuk makhluk ini.

Apakah mata kucing sensitif pada gerakan
Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sebagaimana halnya manusia dan tidak bisa focus pada objek yang dekat dengan mereka. Tetapi Allah telah menciptakan rambut sensoris dengan mekanisme sensoris yang kuat buat kucing. Berkat penciuman dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat. Walau makhluk indah ini sulit melihat dalam jarak dekat, mereka dapat dengan mudah merasakan dengan jarak dua sampai enam meter. Jarak ini cukup bagi kucing agar dapat berburu.

Karakteristik lain pada mata kucing adalah mereka sensitive pada gerakan, keindahan dan yang sesuai dengan jarak penglihatan mereka. Mata kucing dan otaknya memisahkan setiap gerakan bingkai demi bingkai. Otak kucing bisa merasakan lebih banyak gambar daripada kita. Sebagai contoh, mereka dapat dengan mudah melihat tanda – tanda elektronika pada layar televise di bandingkan manusia. Ini adalah bakat khusus yang di berikan oleh Allah yang Mahakuasa kepada semua kucing. Hal ini dikarenakan kucing menangkap mangsa mereka berdasarkan objek yang bergerak.

Detail dan ragam yang mengagumkan di ciptakan Allah bagi kucing
Mata kucing di ciptakan dengan kaakteristik luar biasa seperti makhluk lainnya. Ketika struktur dan karakteristik mata di uji secara individual, maka akan di lihat fungsi yang berbeda dan ini merupakan bukti dari beragamnya hasil penciptaan Allah. Variasi ini tidak dapat di katakana sebagai hasil dari mutasi ataupun seleksi alam. Allah telah memberikan mata yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan nutrisi makhluknya.

Memiliki pengetahuan tentang system yang menakjubkan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat kekuasaan dan pengetahuan Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kita harus berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Adapun bagi orang – orang yang yang menolak ayat – Nya, Allah menjulukinya “pendusta”, seperti di dalam ayat ;

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang – orang yang telah di peringatkan dengan ayat – ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah di kerjakan oleh kedua tangannya? ( QS. Al – Kahfi 57 )

Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka.

Bagaimanapun, Allah yang Mahakuasa, Tuhan dari semua dunia, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, bentuk dan ketajaman penglihatan untuk kucing. Penciptaan mata yang memiliki kekhususan bagi kucing merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ;

Dan disana terdapat pelajaran bagimu…( QS. Al – Mu’miniin 21 )

Karakteristik mata kucing berfungsi sesuai dengan hukum yang di tetapkan Allah. Allah menciptakan mata ini dan setiap detilnya tanpa contoh sama sekali. Hal ini terungkap dalam ayat – ayat bahwa Allah adalah pencipta semuanya ;

Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian lagi berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ( QS. An – Nuur 45 )

Sumber: Dikutip dari Yahyaharun.com

Redaktur: Heri Ruslan

Cerita Jumat: Ummu Salamah dan Abu Salamah

~ Ummu Salamah dan Abu Salamah ~

Suatu ketika, Ummu Salamah r.ha berkata kepada Abu Salamah r.a “ Aku mendengar bahwa jika seorang suami menikahi seorang istri dan keduanya saling mencintai, kemudian suaminya meninggal dunia lebih dulu lalu istrinya tidak menikah lagi dengan siapa pun, maka di surga istrinya itu akan mendapatkan suaminya kembali. Begitu juga jika seorang suami menikah, lalu istrinya mendahuluinya meninggal dunia, setelah itu suami tidak menikah lagi dengan wanita mana pun, maka ia akan masuk surga dan mendapatkan dia sebagai istrinya. Oleh karena itu, marilah kita berjanji tidak akan menikah lagi jika salah seorang diantara kita meninggal lebih dulu ”.

Abu Salamah r.a berkata, “ Apakah engkau akan menuruti ucapanku ? “

Jawab istrinya, “ Itulah sebabnya aku bermusyawarah denganmu agar dapat menurutimu “.

Kata Abu Salamah r.a, “ Jika aku meninggal nanti, menikahlah engkau “.

Lalu Abu Salamah r.a berdo’a, “ Ya Allah, sepeninggalku nanti, berilah Ummu Salamah suami yang lebih baik dariku, yang tidak akan menyedihkan hatinya dan tidak menyusahkannya “.

Tanyakan ‘Ikhlas’ pada bunda Ummu Salamah r.a, ketika akhirnya suami tercinta pun mendahuluinya menghadap Ilahi. Ketika ‘Ikhlas’ dalam kepatuhan sbg seorg istri dan hamba itu betul-betul dijaga dan dilakukan, Allah memberinya ganti, dengan sebaik-baik pengganti atas dia yang telah pergi ..

Diceritakan ulang oleh Sayyidah Djauhar Murtafiah

Kamis Menulis: WOM & Penjual Parfum

Note: ini harusnya dipublish beberapa minggu yang lalu tapi gara-gara anakku sakit jadi kelupaan. But anyway, here it is 🙂 

Kelas Kak Sesek atau @sheque di Akademi Berbagi Jakarta kemaren berbicara tentang Word of Mouth (WOM) di Social Media dan dampaknya di dunia periklanan. Menurut beliau, ketika konten yang diciptakan suatu brand relevan dengan bagi konsumennya atau punya share value maka konsumen akan dengan senang hati menyebarkannya dengan sukarela. Apabila tepat maka branding lewat WOM di SocMed bisa sukses berat karena masih banyak konsumen yang lebih percaya pada WOM, rekomendasi teman atau orang yang mereka percayai ketimbang apa kata iklan.  Misalnya contoh kasus Heineken yang lewat WOM bisa memaksa penggemar bola untuk nonton konser ga jelas ketimbang nonton bola di rumah.

Melihat contoh si Heineken ini pikiranku malah terbawa ke hal lain; pentingnya mencari teman yang benar (dan baik) karena peer pressure itu ternyata terus saja ada sepanjang hidup kita. Tadinya kupikir kepentingan tentang memilih teman tu cuma pas sekolah aja, biasa kan pasti kita dijejeli aneka nasihat, “Cari temen yang pinter, yang rajin, jangan yang nakal, tukang bolos…” dan lain sebagainya. Karena yah namanya remaja pasti kita adalah main-main pas malam hari 😉 Inget banget sama Jou, Luci atau Mel, klo malem libur kita suka nongkrong dulu di cafe, ngobrol, update gossip, sebelum pindah ke tempat joget. Abis joget laper kan, mampir dulu tempat makan, baru pulang. Kadang-kadang udah terang baru pulang. Bedanya sama neng Xenia, aku dan teman-temanku gak konsumsi miras, rokok dan narkoba. Setidaknya klo perginya bareng aku ya kita bersih-bersih aja, karena geng aku suka joget – Jou itu penari prof – dan kita gak bisa joget okeh klo ‘under influence’ oklah kadang Jou merokok tapi dikiiit. Pulangnya emang rodo ‘sempoyongan.’ Dikata ga pegel apa joget-joget! Yah if only…Klo lagi trolling fb liat temen-temen jaman itu rata-rata dah jadi emak dan bapak, geli juga mikirin pas jadulsnya kita seperti apa. Pas dah tuwir, baru ibuku cerita kalau waktu SMA dulu, ibu suka telpon-telponan sama ibu temen-temenku. Ternyata mereka saling curhat yang intinya duh, semoga anak-anak kita ga terkena narkoba. Maklumlah di Amsterdam apa aja ada dan mudah aksesnya bow. Tapi ya Alhamdulillah saya dan teman-teman selamat, sehat, sejahtera melampaui masa-masa itu.

Kirain dah beres dong, umur segini masa iya masih pengen coba-coba narkoba dan miras? Childish banget. Ternyata enggak loh. Peer pressure tetap aja ada dalam berbagai bentuk. Dari yang bentuknya seperti perpanjangan masa sekolah (tas kudu brand tertentu, arisan kudu yang begini begitu, dll) sampai ke yang sepertinya mengajak ke kebaikan padahal menjerumuskan. Bedanya klo narkoba kita berjudi dengan nyawa, klo yang ini kita berjudi dengan akidah. Ga tau deh mana yang lebih parah. Sama aja kayaknya.  Apaan sih? Itu lho ikut pertemuan tertentu yang ternyata adalah aliran sesat. Alih-alih jadi manusia yang lebih baik malah menjauhkan diri dari Allah. Weks! Dan itu awalnya kan dari diajak temen, “Eh ikut yuk ke acara ini, keren lho…” atau, “Eh menurut si anu kamu sekarang boleh lho ikutan ama kita, ini kan kumpulan yang eksklusif…” Astagfirullah…

Makin tuwir tetep aja rempong!

Bedanya kalau sekarang mikirnya bisa agak panjangan dikit berkat pengalaman hidup. Sebetulnya simpel aja, seperti yang sering diutarakan, bertemanlah dengan penjual parfum, kutipan dari HR Bukhari dan Muslim ini bener banget kok. Kerasa banget waktu berteman sama Rob dan Matt, karena mereka berdua anak pinter – Matt itu straight A student – mereka dipilih jadi TA atau teaching assistant. Aku satu-satunya yang enggak dan aku pengen banget jadi TA. Alasannya simpel banget; Rob sama Matt jadi TA masa aku enggak? Mulailah diriku ‘mengemis’ ke para prof supaya jadi TA. Berhasil! Meskipun di BU itu ada 2 jenis TA, yang beneran membantu ngajar macam si Rob dan Matt, sama yang jadi asisten administratif (semacam aspri gituh). Guess which one I am?  But no matter. Yang penting jadi TA 😉

The wonderful mba Nunik aka @pasarsapi

Sama juga seperti keikutsertaan dalam Akademi Berbagi. Kalau ga temenan sama mba Nunik, mungkin ga tau atau nggak ngeh Akber itu apa trus ga bakal bertambah deh ilmunya, bertemu dengan guru-guru hebat macam pak Bi, kak Sesek, Pidi Baiq, dan banyak lagi guru-guru yang sukarela hati membagi ilmunya. Dan tentunya  dapat dengan teman-teman nan keren seperti duo Danny/Dhani, mba Mell, Nume, Wulan, Chika, mas Suryo, Aan, Umar, yang punya segudang aktifitas selain Akber seperti program Satu Buku Satu Saudara, Toilet Higienis, KGG, yang semuanya program komunitas; your life is more than just you! Bahkan besok aku malah mau ikutan LLD atau Local Leadership Days yaitu rapat akbar dan workshop untuk relawan-relawan Akber seantero Indonesia. So excited!! Pastinya bakalan seru banget ketemu temen-temen baru dan tentunya dapat banyak ilmu baru 🙂

Ah, emang ga salah deh kalau dalam hidup kita tu berpegang pada Quran dan hadits.  Sudah terbukti kok. Just remember, WOM dari penjual parfum insya Allah aman.

Ps: Kutipan lengkapnya:

Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamubisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR.Bukhari & Muslim)

Cerita Jumat : Pacaran?

Soal cinta itu klasik. Kapanpun pasti menarik untuk dibahas. Kali ini nemu ada kultwit dari @pksjerman via Aki Awan membahas tentang cinta, perjodohan dan fitrah mencari pasangan. Tentunya dari sisi Islam. Ga diedit tapi beberapa singkatannya saya rapihkan biar lebih enak dibaca.

Enjoy 🙂

diambil dari : http://www.islamedia.web.id/2011/11/ssst-pksjerman-pacarannn.html

1. Manusia sekelas nabi Adam pun gelisah saat beliau masih sendiri… . #pacarannn

2. Sebagaimana semua laki-laki yang di kemudian hari dilahirkan oleh ibunya ke dunia, nabi Adam adalah manusia biasa. #pacarannn

3. Mengapakah gelisah? Karena setiap orang memerlukan teman yang bisa diajak berbagi. # pacarannn

4. Apa yg dilakukan saat itu? Nabi Adam berusaha menuntut banyak ilmu, berbagai nama-nama benda yg diajarkan oleh Allah SWT. #pacarannn

5. Allah mengetahui kebutuhannya… manusia pertama yg Ia ciptakan itu membutuhkan pasangan. #pacarannn

6. Kemudian Allah pun menciptakan pasangan baginya, dan ini adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran-Nya. #pacarannn

7. Hari-hari berlalu, nabi Adam as bersama sang istri, Hawwa, hidup bersama di surga-Nya yg tenang. #pacarannn

8. Namun mereka berdua tergelincir melanggar larangan Allah, sehingga diturunkan ke bumi di tempat yg terpisah. #pacarannn

9. Di bumi, nabi Adam & Hawwa hidup terpisah dengan jodohnya, selama sekian ratus tahun lamanya. #pacarannn

10. Menurut para ahli sejarah, Adam diturunkan di sekitar India sedangkan Hawwa di Jeddah (jazirah Arab). #pacarannn

11. Akhirnya Allah mengijinkan mereka berdua bertemu di Jabal Rahmah (gunung kasih sayang), Padang Arafah. #pacarannn

12. Saling merindu, Nabi Adam menempuh perjalanan yang lebih jauh & berliku dalam mencari jodohnya dibanding Hawwa. #pacarannn

13. Demikisn pulalah kecenderungan manusia hingga saat ini: kaum laki-laki lebih banyak bergerak & perempuan cenderung menunggu. #pacarannn

14. Pasangan manusia pertama itu diciptakan untuk bersama di surga, kemudian terpisah saat diturunkan ke bumi. #pacarannn

15. Bahwa sesungguhnya kita semua diciptakan berpasang-pasangan, dan telah ditentukan lahir, mati & rezeki (termasuk jodoh) kita. #pacarannn

16. Kita tidak bisa memilih kapan kita lahir & siapa orang tua kita, tidak pula tahu di mana & kapan kita meninggal dunia. #pacarannn

17. Juga siapa jodoh kita, sudah ditentukan dalam bab rezeki. Bagaimanakah konsep jodoh itu? #pacarannn

18. Apakah setiap orang menikah dengan jodohnya? Tidak ada yang tahu pasti, maksimal kita hanya bisa merasakan, iya atau tidaknya. #pacarannn

19. Nah, masing-masing sudah disiapkan jodoh, pasangan terbaik & paling cocok untuk kita. Disiapkan langsung oleh Sang Pencipta. #pacarannn

20. Apakah kita akan dipertemukan dengan jodoh kita di dunia atau di akhirat kelak, itu pun bagian dari takdir-Nya yg agung. #pacarannn

21. Yang bisa dilakukan saat belum dipertemukan dalam pernikahan adalah meneladani nabi Adam: mempelajari ilmu sebanyak mungkin. #pacarannn

22. Juga, sebagaimana Adam & Hawwa setelah diturunkan terpisah ke bumi, berusaha mencari jodohnya yg terpisah. #pacarannn

23. Nah, setelah tuit2 pendahuluan tadi, mari kita masuk ke topik utama… #pacarannn 🙂

24. Dimulai dengan sebuah pertanyaan: # pacarannn itu apa yak? Dari doeloe ada byk sekali versi yg beredar & berbeda-beda.

25. Ada yang bilang klo #pacarannn itu proses menuju pernikahan. Tapi ada juga yang berpendapat ngga harus menuju… yang penting ada suka-sama-suka

26. Kesimpulan sementara, #pacarannn itu cenderung diartikan pada “hubungan spesial” antara seorang laki2 & seorang perempuan sebelum pernikahan.

27. Muncul pertanyaan baru: apakah proses #pacarannn dgn orang yg bukan/blm menjadi suami/istri kita itu memang harus atau wajib dilalui? 🙂

28. Dan muncul jg pertanyaan, emang# pacarannn itu aktifitasnya ngapain aja yak? Positif atau negatif? 🙂

29. Nabi Adam sbg manusia pertama pun resah saat Hawa blm diciptakan. Apalagi saat diturunkan terpisah di dunia. #pacarannn

30. Nah, konsep jodoh tadi jg mendukung bahwa masing-masing dari kita sebenarnya sudah pernah berpasangan dengan jodoh kita sebelum dilahirkan. #pacarannn

31. Kemudian kita “diturunkan” ke bumi, terpisah dgn jodoh kita. Mengapa dipisah? Utk menguji, apakah kita mau mengambil hikmah. #pacarannn

32. Salah satu hikmah-Nya yg mulia adalah, agar kita tdk menyerah! Trs berusaha bertemu dgn jodoh kita di dunia. #pacarannn

33. Hikmah yg lain? Agar kita berbaik sangka kpd-Nya, bhw kita akan dipertemukan dgn jodoh kita… segera! *aminnn 🙂 #pacarannn

34. Yg sangat layak kita inget-inget, jodoh kita adalah yg terbaik & disiapkan utk kita… selain itu, jelas bukan yg terbaik. #pacarannn

35. Mungkin ada yg bilang… #pacarannn itu kan penjajakan, biar lebih tau apakah pacar kita itu jodoh kita atau bukan.

36. Bisa jadi itu ada bnrnya. Tapi jangan lupa, bahkan setelah menikah pun tidak ada yg tahu pasti apakah seseorg itu jodoh atö bukan. #pacarannn

37. Tanya yg udah nikah deh, max hanya bisa merasakan jodoh atö bukan. Tapi tidak tahu pasti & perasaan bisa keliru. #pacarannn

38. Klo buat penjajakan? Justru belum tentu yg diperlihatkan selama #pacarannn itu yg orisinil. Jangan2 isinya pencitraan mulu. 🙂

39. Ayo dong, langsung bahas yg lebih dalem. Gimana, boleh ngga sih, kita #pacarannn itu? OK… siap2 yak… 🙂

40. Skrg kita liat dulu, ngapain sih # pacarannn itu… telpon2an? Tukeran pic? Nonton bareng? Gandengan? Ciuman? Atau…? 😉 dll.

41. Di Quran dijelaskan bahwa semua laki-laki yg normal pasti punya kecenderungan pada perempuan, demikian juga sebaliknya. #pacarannn

42. Jadi tertarik pada lawan jenis itu normal. Tapi apa ini bisa jadi alasan beraktifitas #pacarannn seperti td? Ayo kita periksa.

43. Dlm banyak bahasan tentang hub antar-lawan jenis, ada istilah “menikmati” yg bisa berarti bbg aktifitas pd #pacarannn.

44. Contoh, klo ada laki-laki yang memandangi wajah perempuan, itu sudah dikatakan menikmati. Apalagi menyentuh & membayangkan yg lebih. #pacarannn

45. Apalagi jika – na’udzubillah – sampe jatuh ke free-sex, itu sdh lebih dr menikmati, itu merenggut kesucian perempuan. #pacarannn

46. Adapun perempuan yg menyediakan dirinya utk dinikmati wajahnya, kulitnya dsb, pelan-pelan ia sudah mengurangi kesucian dirinya. #pacarannn

47. Maka pertanyaan untuk para laki-laki, relakah jika jodoh Anda yg masih disimpan keberadaannya oleh Allah itu, dinikmati org lain? #pacarannn

48. Sedangkan untuk para perempuan, tidakkah Anda ingin memberikan yg terbaik utk suami nantinya? Menyimpan rapat-rapat semua utknya? # pacarannn

49. Apabila seorang laki-laki sudah yakin seorang wanita adalah jodohnya, maka ajaklah untuk menikah. Sehingga Anda tidak mengurangi kesuciannya dengan #pacarannn.

50. Klo belum mampu? Maka sebaiknya tidak mengurangi kesuciannya dgn menikmatinya. Pergilah & berpuasalah. Jodoh tak lari ke mana. #pacarannn

51. Tapi #pacarannn kan enak? Enaknya cuma secuil, mas bro. Yg laki2 tdk terlalu merasakan jeleknya. Perempuanlah yg TERHINA dgn itu.

52. Ayat? Hadits? Dalil? Banyak. Bejibun. Ngga kurang2 lah. Tinggal kitanya aja gimana. # pacarannn

53. Nah, sekarang, jika ada di antara kita yang terlanjur jadi aktifis dalam #pacarannn… gimana dong enaknya? #eaaa 🙂

54. Pertama-tama sebaiknya masing-masing jujur pada diri sendiri, bahwa ada sesuatu yg hilang selama beraktifitas #pacarannn. Bisa cek tuit kmrn. 😉

55. Kedua, jgn kuatir soal “siapa yg akan mengisi hati”. Perempuan yg baik, niscaya jodohnya adl laki2 yg juga org baik. #pacarannn

56. Ingat, salah satu hikmah Adam & Hawwa diturunkan terpisah di bumi adalah agar masing-masingbersabar & berusaha sebaik mgkn. #pacarannn

57. Maka kita jg hrs bersabar & trs memperbaiki diri. Siapa pun yg bukan jodoh kita, bukanlah yg terbaik utk kita. Pasti. #pacarannn

58. Jaga baik2 diri kita, persiapan to the max utk sebuah ikatan suci yg Allah teguhkan dlm al-Quran. Tidak perlu pake #pacarannn, tuips. 😉

59. Yakinlah, bhw Allah takkan mengingkari janji-Nya. Ia Yang Maha Sempurna, Ia lebih mengetahui ttg diri & jodoh kita. #pacarannn

60. Sekian dulu ttg #pacarannn, tuips… smoga bermanfaat. Mhn maaf klo ada yg krg berkenan atas kultuit ulangan dr bbrp bln lalu ini. ;D

Cerita Jumat : Kuis Kebahagiaan

‎Ini kuis mengandung hikmah yg baik sekali. Mohon ikuti dengan mengisi titik-titik yang ada pada kalimat di bawah ini. Jawabannya cukup disimpan dalam memori saja. Kuisnya:
1. Allah ciptakan tertawa dan…
2. Allah itu mematikan dan ….
3. Allah ciptakan lelaki dan ….
4. Allah memberikan kekayaan dan ….

Jawaban atas kuis itu pada umumnya adalah :
1. Menangis,
2. Menghidupkan,
3. Perempuan,
4. Kemiskinan.

Mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian ayat dalam QS Al-Najm [53]: 43-48:
43. … “Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS;”
44. … “Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan;”
45. … “Dialah yang menciptakan … “laki-laki dan PEREMPUAN;”
48. … “Dialah yang memberi kekayaan dan KECUKUPAN.”

Ternyata jawaban kita utk no 1-3, umumnya cocok dengan Al-Quran. Tapi, jawaban kita untuk no 4 umumnya tidak cocok. Jawaban versi Qur’an bukan “KEMISKINAN,” tapi… “KECUKUPAN.”

“Sesungguhnya Allah azza wajalla hanya memberi kekayaan dan kecukupan.”

Yang menciptakan kemiskinan adalah kita sendiri, manusia. Bisa karena ketidakadilan ekonomi, bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun di dalam pikiran kita sendiri.

Ayo bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu BERSYUKUR

*Diceritakan ulang oleh ustadzah Lulung dan Sayyidah Djauhar*

 

Cerita Jumat : Mencari Surga

Saya selalu percaya pada Allah. Percaya pada kebesaranNya. Semakin kita mempelajari bumi dan seisinya semakin kagum pada ciptaanNya. Tapi apakah itu cukup?

Sebagai manusia, percaya pada Allah memang menjadi basis keimanan. Tetapi sebagai seorang muslimah, percaya saja tidak cukup. Percaya perlu disertai beriman, yaitu mematuhi dan menjalankan perintahNya serta menjauhi laranganNya. Sederhana? Sebetulnya iya, tapi kehidupan itu menjadi menarik dengan adanya tantangan. Tantangan terbesar adalah ya mematuhi dan menjalankan rukun Islam, terutama yang nomer 2; shalat 5 waktu, dasar dari segalaNya.

Lahir dan besar di Jakarta saya beruntung dibesarkan dalam lingkungan serta masyarakat Islami. Berpuasa di bulan Ramadhan adalah bagian dari kehidupan. Idul Fitri dan Idul Adha adalah waktu libur yang ditunggu-tunggu. Masjid dan mushalla bertebaran dimana-mana, adzan pun bisa dengan mudah didengar setidaknya sekali sehari. Lain halnya ketika kita tinggal di tempat yang mayoritasnya adalah non-muslim.

Lepas dari segala masjid dan adzan mampukah kita terus menjalankan perintahnya? Tentu ada yang bisa. Banyak malah. Sayangnya saya waktu itu termasuk dalam minoritas yang tidak/belum berhasil. Oh saya bisa menjalankan puasa dan tidak tergiur dengan hadiah Natal. Namun, ketika adzan tidak terdengar maka shalat pun lewat begitu saja.  Hmm…  Sungguh bukan contoh yang baik.

Lalu 9/11 terjadi. Ironis. Perlu suatu kejadian besar yang membangunkan keimanan saya. Sebegitu tak terduganya kejadian itu, menyulut banyak pertanyaan di benak. Benarkah karena Islam? Rasanya agama saya tidak mengajarkan kekerasan. Tapi, apakah agama saya itu? Bagaimana saya bisa membelanya kala saya sendiri tidak menjalankannya? Pelajaran SD pelan-pelan merangkak keluar, memberi kesadaran… Yep. Belum beriman! Tetapi, sebagai seorang yang percaya pada Allah, saya pun percaya pada rukun Iman. Lha, pegimane mau masuk Surga ente kalau begini caranya?

Allah pun memberikan tanda-tandanya. Pertama, Indhie datang mengunjungi saya sebelum pulang kampung. Jalan-jalanlah kita, ngobrol panjang lebar. Indhie yang mulai membangunkan saya untuk kembali mengerjakan perintahnya. Dengan gayanya yang bossy itu dia bilang, “Sita, misalnya kamu pake jilbab, hari ini kamu dapat +1. Trus kamu gak shalat, jadi -1. Tapi karena berjilbab hitungannya jadi 0. Sementara kalau enggak, hitungannya jadi -2. Tetap lebih untung kan?” Ya saya yakin hitungan pahala tidak semudah itu. Namun disederhanakan seperti itu membuat saya berpikir. Kemudian saya bertemu temannya Indhie, Ahmad*, seorang yang mengaku sebagai ‘born-again Muslim.’ Eh? Maksudnya?  Jadi Ahmad ini African-American alias kulit hitam. Keluarganya keturunan Muslim. Namun karena mereka lahir dan besar di Amerika, Islam hanya menjadi bagian dari sejarah keluarga, bukan sesuatu yang dijalankan. Sampai ayah ibunya mendapatkan hidayah. Bagaimana caranya saya nggak ingat pastinya setelah itu ayah ibunya pergi haji, kemudian mempelajari Islam kembali. Hal ini menular kepada Ahmad. Melihat orang tuanya serius mendalami Islam, dia pun turut mempelajari dan menjalankannya. Ahmad begitu serius sampai ia mengganti namanya, dari nama Barat ke nama Islam. Ia pun fasih menyitir hadits dan ayat dalam bahasa Arab. Saya tertegun. Kok bisa? Saya ‘kalah’ dari dia. Tanpa bantuan adzan, Ahmad menyimpan jadwal shalat di agendanya. Ketika waktunya tiba, iapun mencari tempat shalat. “Dimana saja kita boleh shalat kok, nggak harus di masjid,” demikian tegasnya ketika menggelar koran sebagai alas shalat di taman.

‘Ceramah’ Indhie, pertemuan dengan Ahmad, membulatkan keputusan untuk pulang kampung. Ya, saya juga masih kepingin masuk surga. Hal itu rasanya sulit didapat kalau saya terus merantau. Teman-teman saya orang baik-baik, boss saya malah sudah siap untuk membantu mengajukan visa tinggal kalau saya mau. Namun, masih ada dunia setelah dunia. Saya harus belajar kembali, mencari guru, mencari teman, mencari lingkungan yang bisa menolong. Bagi saya itu artinya kembali ke tempat asal. Dimana adzan berkumandang setiap saat, bila arah anginnya tepat maka kita bisa mendengar 2-3 adzan secara bersamaan.

Maka, ke Jakarta saya kembali. Mencari surga untuk 2 dunia. Insya Allah bisa!

 

*bukan nama sebenarnya

Cerita Jumat : Mudahnya Bersedekah

Oleh Drs. H.A. Hasan Ridwan, M.Ag.

Sedekah adalah pemberian dari seorang Muslim secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi waktu dan jumlah (haul dan nishab) sebagai kebaikan dengan mengharap rida Allah. Dari segi bentuknya, sedekah sesungguhnya tidak dibatasi dalam bentuk uang, tetapi sejumlah amal kebaikan yang dilakukan seorang Muslim, termasuk sedekah.

Hadis dari Abu Musa r.a. berkata bahwa nabi saw. bersabda, ”Tiap Muslim wajib bersedekah.” Sahabat bertanya, ”Jika tidak dapat?” Nabi menjawab, ”Bekerjalah dengan tangannya yang berguna bagi dirinya dan ia dapat bersedekah.” Sahabat bertanya lagi, ”Jika tidak dapat,” jawab Nabi, ”Membantu orang yang sangat membutuhkan.” Sahabat bertanya lagi, ”Jika tidak dapat?” Jawab Nabi, ”Menganjurkan kebaikan..” Sahabat bertanya lagi, ”Jika tidak dapat?” Nabi menjawab, ”Menahan diri dari kejahatan, maka itu sedekah untuk dirinya sendiri.”

Hadis tersebut menggambarkan 4 tingkatan dalam bersedekah.

Pertama, bekerja dan berusaha dengan kemampuannya sehingga ia mendapat keuntungan dan dari keuntungan itu ia dapat bersedekah. Keutamaan seorang Muslim jika ia bekerja dengan tekun penuh keikhlasan, ia akan kuat secara ekonomi yang dipandang oleh Allah lebih baik dan lebih dicintai. Kepada Muslim yang diberi rezeki oleh Allah kemudian ia menyedekahkannya di jalan Allah kita patut meneladaninya.

Hadis dari Abdullah bin Mas’ud riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah bersabda, tidak ada iri hati yang diperbolehkan, selain terhadap dua hal, yaitu, terhadap seorang Muslim yang dianugerahi harta benda dari Allah, lalu tergeraklah hatinya untuk menghabiskannya menurut jalan yang hak dan terhadap seorang Muslim yang telah diberi ilmu yang bermanfaat oleh Allah, lalu ia menggunakannya untuk mengadili manusia dan mengajarkannya.”

Kedua, membantu orang yang sangat butuh bantuan. Sangat dianjurkan sebagai salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 280, ”Dan jika orang yang berutang itu dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia memiliki kelapangan dan kemampuan. Dan bersedekahlah sebagian atau seluruh piutangnya itu lebih baik bagimu jika kamu betul-betul tahu.”

Ketiga, menyuruh kepada kebaikan. Kebaikan yang dilakukan oleh seseorang karena perintah dari seorang Muslim akan menjadi sedekah karena siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka seolah-olah ia melakukan kebaikan sebagaimana seseorang melakukan kebaikan.

Keempat, menahan diri dari perbuatan yang buruk yang dapat menjerumuskan seseorang pada kezaliman sebagai bentuk sedekah, karena menahan diri adalah sikap yang cukup sulit untuk dilakukan dan hanya orang yang sudah terlatih saja yang akan mampu menahan diri dari segala bentuk kejelekan. Sedangkan latihan menahan diri hanya dapat dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa.

Dari penjelasan hadis di atas, sedekah tidak mesti dengan hanya mengeluarkan sejumlah materi atau uang, tetapi semua amal kebajikan yang dilakukan seorang Muslim, seperti menciptakan kebersihan lingkungan, bersikap santun, memberikan pendidikan agama kepada anak dan istri dan bahkan memberikan senyuman pun adalah sedekah (H.R. Baihaqi).

*terima kasih atas sharingnya kak Moenk*

Cerita Jum’at: Sepintas Tentang Menjadi Muslim Yang Shaleh

A green version of http://commons.wikimedia.or...

Image via Wikipedia

“Laki-laki sholeh, tidak karena dia beragama, tapi juga harus berakhlak baik, meneladani Rasululloh SAW, agar dia bisa memuliakan keluarganya, menjaganya dari siksa api neraka, sebelum dia keluar mendakwahi orang lain. Wallohu a’lam bishshowaab..

Begitu juga dengan muslimah.. Shalihah tidak semata karena kerudungnya saja, tapi bagaimana dia sanggup menjaga lahir-bathin anak-anaknya dari hal-hal yang meragukan. Suksesnya seorang muslimah adalah ketika anak-anaknya tidak saja pintar, tapi juga cerdas menghadapi zamannya, sehat raganya dan tangguh akidahnya.. SubhaanAllah ..

Jadi, Muslim seutuhnya adalah yg bisa melakoni 2 hal dlm hidupnya;

1. Ruhbaanun fil-Lail

2. Fursaatun fin-Nahaar.

Malamnya bagaikan Rahib (ibadahnya) dan siangnya bagaikan kuda (kerja keras). That’s d Real Moslem! 🙂 Setujuu? Alhamdulillah…”

Kenapa sepintas? Karena ini asalnya dari renungan atau muhasabah status fb bu guru Moenk, tapi karena sepasang rasanya lebih cocok bila disatukan agar pemahaman saya lebih jelas.

Bagaimana Allah tidak adil? Masing-masing sudah diberi ‘job desk’nya dengan jelas. Selama kewajibannya dilaksanakan dengan baik maka seyogianya kerukunan dan keharmonisan mengikuti namun dasar manusia kadang-kadang kurang bersyukur masih saja suka mencari-cari kekurangan atau ketika ada suatu masalah, bukannya memperbaikinya terlebih dahulu malah membuat masalah baru yang bisa jadi malah merusak yang sudah ada.

Karena itu, mari kita perbanyak syukur, introspeksi dan terus-menerus berusaha memperbaiki diri agar termasuk orang-orang yang sholeh dan sholehah. Aamiien…

*terima kasih kak Moenk atas sharingnya*

Cerita Jumat : Apa yang Menghalangimu Berjilbab?

10 Alasan Mengapa Wanita Tidak Mau Berhijab (Jilbab)

dari: Majalah Qiblati Edisi 2 Tahun I

Qiblati,

Allah telah mewajibkan hijab atas setiap wanita demi melindungi kesuciannya dan menjaga kehormatannya serta menjadi pertanda bagi keimanannya. Oleh karena itu masyarakat yang jauh dari manhaj Allah dan menyimpang dari jalan-Nya yang lurus adalah masyarakat yang sakit, memerlukan pengobatan yang dapat mengantarkannya kepada kesembuhan dan kebahagiaan. Diantara bentuk penyakit yang sangat menyedihkan adalah tersebarnya fenomena sufur (keberadaan wanita keluyuran diluar rumah) dan tabarruj (terbukanya aurat wanita, rambut, leher, wajah, lengan, kaki dan segala perhiasan dan dandanannya). Sangat disayangkan, fenomena tidak sehat ini telah menjadi ciri khas masyarakat Islam, meskipun pakaian Islami masih tersebar didalamnya. Maka pertanyaannya adalah: mengapa masyarakat sampai pada penyimpangan seperti ini? Mengapa kaum muslimah memilih untuk tidak berhijab, menutup aurat dan melindungi harga diri, kesucian dan kehormatan?

Untuk menjawab pertanyaan yang kami lontarkan kepada beberapa kelompok remaja putri ini ternyata hasilnya ada sepuluh alasan pokok, yang kalau kita cermati ternyata kesepuluh alasan itu sangat rapuh dan lemah.

Berikut ini kesepuluh alasan mereka beserta tanggapannya.

Alasan pertama. Kelompok pertama mengatakan, ‘Saya belum yakin dengan hijab.’

Maka kita ajukan dua pertanyaan:

Pertama: Apakah mereka secara mendasar telah yakin dengan keberadaan Islam? Jawabannya pasti “Ya”, karena ia mengucapkan لا إله إلا الله. Ini berarti mereka telah yakin dengan aqidah Islam. Dan mereka juga telah mengucapkan محمد رسول الله, ini berarti mereka telah yakin dengan  syariat Islam. Jadi mereka telah menerima syariat Islam sebagai aqidah, syariat dan jalan hidup.

Kedua: Apakah hijab termasuk bagian dari syariat Islam dan kewajibannya?

Seandainya mereka ikhlas dan mencari kebenaran dalam masalah ini tentu mereka akan mengatakan “Ya”, karena Allah yang kita imani sebagai satu-satunya sesembahan yang benar telah memerintahkan hijab didalam kitab suci-Nya, dan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang kita imani sebagai utusan Allah telah memerintahkan hijab didalam sunnahnya.

Alasan kedua. Wanita kedua mengatakan: “Saya telah yakin dan menerima kewajiban syariat hijab, akan tetapi ibu saya melarang saya untuk memakainya, kalau saya mendurhakainya pasti saya masuk neraka.”

Alasan ini telah dijawab oleh makhluk Allah yang paling mulia yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam ungkapannya yang sangat singkat dan bijak :

« لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ »

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal mendurhakai sang pencipta.”

Kedudukan kedua orang tua terutama ibu adalah sangat tinggi dan luhur, bahkan Allah menyandingkannya dengan perkara yang paling agung yaitu ibadah menyembah kepada-Nya dan bertauhid kepada-Nya, dalam banyak ayat sebagaimana firman Allah :

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak.” (al-Nisa`: 36)

Jadi taat kepada kedua orangtua tidak dibatasi oleh apapun kecuali satu hal yaitu jika keduanya memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلىَ أَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti kedunya.” (Luqman: 15)

Dan ketidak taatan kepada keduanya dalam hal maksiat tidak menjadi penghalang bagi anak untuk berbuat baik kepada keduanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَصَاحِبْهُمَا فِيْ الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا

“Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (Luqman: 15)

Alasan ketiga. Wanita ketiga mengatakan: “Udara panas di negeri kami, saya tidak tahan, bagaimana  jika saya memakai hijab?!

Kepada orang-orang seperti ini Allah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan :

قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُوْنَ

“Katakanlah: “Api nereka Jahannam itu lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui.” (At-Taubah: 81)

Bagaimana bila engkau bayangkan antara panasnya negerimu dengan panasnya api jahannam?

Ketahuilah bawa setan telah membelitmu dengan salah satu tipu dayanya yang rapuh agar kamu terbebas dari panasnya dunia menuju panasnya neraka. Selamatkanlah dirimu dari jerat-jerat setan, jadikanlah teriknya matahari sebagai nikmat bukan sebagai siksa, karena ia mengingatkanmu kepada dahsyatnya adzab Allah pada hari dimana panasnya melebihi penasnya dunia dengan berlipat-lipat ganda.

Alasan keempat. Wanita keempat mengatakan: “Saya takut bila saya berhijab sekarang maka suatu saat nanti saya akan melepaskannya sebab saya melihat banyak yang melakukan seperti itu.”

Kepadanya kita katakan: “Seandainya semua manusia berfikir dengan logika seperti ini tentu mereka meninggalkan agama ini secara total, tentu mereka telah meninggalkan shalat, karena sebagian mereka khawatir meninggalkannya. Tentu mereka juga tidak mau berpuasa karena banyak dari mereka khawatir jika suatu saat akan meninggalkannya … dst. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana sekali lagi setan menjeratmu dengan jaring-jaringnya yang rapuh agar kamu meninggalkan cahaya hidayah?

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling langgeng meskipun sedikit.” Mengapa engkau tidak mencari faktor-faktor yang membuat mereka itu menanggalkan hijabnya, supaya engkau dapat mengatasi dan menanggulanginya?”

Alasan kelima. Wanita kelima mengatakan: “Saya khawatir, jika saya mengenakan pakaian syar’i, saya akan dicap sebagai kelompok tertentu, sedangkan saya tidak suka tahazzub (berpecah belah atas dasar fanatisme golongan).”

Sesungguhya didalam Islam itu hanya ada dua hizib (kelompok) tidak ada yang lain. Keduanya disebutkan oleh Allah didalam kitab sucinya. Hizib pertama disebut dengan hizbullah. Yaitu orang yang ditolong oleh Allah kerena ia mentaati perintah-perintah-Nya dan manjauhi larangan-larangan-Nya. Kelompok kedua disebut hizbusysyaithon yaitu orang yang mendurhakai Allah, mentaati setan dan banyak berbuat kerusakan dimuka bumi. Ketika engkau mematuhi perintah Allah yang diantaranya adalah hijab maka engkau tergabung dalam hizbullah yang beruntung. Dan ketika engkau bertabarruj menampakkan kecantikanmu maka engkau suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar telah naik diatas perahu setan bersama rombongan mereka dari kelompok munafiqin dan kuffar. Sungguh mereka adalah seburuk-buruk teman.

Alasan keenam. Wanita keenam mengatakan: “Ada yang mengatakan kepada saya, jika kamu berhijab maka tidak ada laki-laki yang menikahimu, oleh karena itu saya tanggalkan dulu masalah hijab ini hingga saya menikah.”

Ukhti, sesungguhnya suami yang menginginkanmu keluar rumah dengan membuka aurat, dan bermaksiat kepada Allah adalah suami yang tidak layak untukmu, suami yang tidak cemburu atas kehormatan Allah, tidak cemburu atas dirimu, dan tidak menolongmu untuk dapat memasuki surga dan selamat dari neraka.

Sesungguhnya rumah tangga yang dibangun diatas dasar maksiat kepada Allah dan diatas kemurkaan-Nya adalah pantas bagi Allah untuk menulisnya sebagai keluarga yang sengsara di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَمَنْ أعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yag sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha: 124)

Setelah itu, sesungguhnya pernikahan itu adalah nikmat dari Allah yang dianugerahkan kepada siapapun yang Dia kehendaki, betapa banyak wanita berhijab yang menikah, betapa banyak wanita yang safirah (sering keluar rumah) mutabarrijah (membuka aurat, kecantikannya) tidak menikah. Apabila kamu mengatakan, bahwa sufurku dan tabarrujku adalah sarana bagi tujuan yang suci yaitu pernikahan, maka tujuan yang suci tidak menghalalkan cara-cara yang rusak dan maksiat dalam Islam. Apabila tujuan mulia maka saranapun harus mulia karena kaedah dalam Islam:

الْوَسَائِلُ لَهَا حُكْمُ الْمَقَاصِدِ : “Washilah (sarana) itu memiliki hukum seperti hukum maksud (tujuan)

Alasan ketujuh. Wanita ketujuh mengatakan: Saya mengetahui bahwa hijab itu wajib, akan tetapi saya akan komitmen dengannya setelah Allah memberikan hidayah nanti.”

Tanyakan kepada ukhti ini, apa langkah-langkah yang ia tempuh agar mendapatkan hidayah dari Allah ini?!

Kita mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan segala sesuatu itu ada sebabnya. Oleh karena itu orang yang sakit minum obat supaya sembuh, seorang musafir naik kereta atau kendaraan supaya sampai ketempat tujuan dst. Apakah ukhti ini benar-benar jujur telah mengikuti jalan hidayah dan mengerahkan kemampuannya untuk sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada hidayah? Seperti berdo’a kepada Allah secara ikhlash sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

إاِهْدِنَا الصِّراطَ الْمُسْتَقِيْمَ

“Tujukilah kami kepada jalan lurus.” (Al-Fatihah: 6)

Seperti berteman dengan wanita-wantia shalihah, kerena mereka adalah sebaik-baik penolong untuk mendapatkan hidayah dan mempertahankannya, sehingga ia betul-betul komitmen dengan perintah-perintah Allah, dan memakai hijab yang diperintahkan oleh Allah kepada wanita-wanita beriman.

Alasan kedelapan. “Wanita kedelapan mengatakan: “Belum waktunya saya memakai hijab, karena saya masih kecil, nanti kalau saya sudah besar dan sudah haji saya akan berhijab.”

Ketahuilah ada satu malaikat yang berdiri didepan  pintumu sedang menunggu perintah Allah. Dia akan bertindak cepat dan tepat kapan saja dari detik-detik kehidupanmu jika ketentuan Allah telah tiba.

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ

“Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya.” (al-A’raf: 34)

Kemudian tidak pandang bulu, besar ataupun kecil. Bisa saja ajal menjemputmu ketika kamu masih bermaksiat kepada Allah dengan maksiat besar seperti ini; kamu melawan Allah dengan sufur dan tabarrujmu.

Alasan kesembilan. Wanita kesembilan mengatakan: “Kemampuan finansialku terbatas, sehingga aku tidak mempu mengganti baju-bajuku dengan pakaian-pakaian yang syar’i.

Kepada ukhti ini kita katakan: “Untuk mendapatkan ridha Allah dan untuk mendapatkan surga-Nya, semua yang mahalpun terasa tidak ada harganya; harta dan jiwa tidak ada nilainya. Dan ingat Allah pasti menolong hamba-hamba-Nya yang taat. Barangsiapa yang bertakwa pasti Allah berikan jalan keluar dan kemudahan.

Alasan kesepuluh. Akhirnya wanita kesepuluh mengatakan: “Saya tidak berhijab karena mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (al-Dhuha: 11)

Bagaimana saya harus menyembunyikan nikmat kecantikan yang telah Allah berikan kepada saya seperti rambut yang lembut, paras yang cantik dan kulit yang indah?!

Kita katakan: Ukhti ini bersedia mengikuti firman Allah dan komitmen dengan perintah Allah, tetapai sayang selama itu sesuai dengan hawa nafsunya dan menurut pemahaman yang semaunya. Dan meninggalkan perintah-perintah dari sumber yang sama ketika tidak bernafsu kepadanya. Jika tidak mengapa tidak mematuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (An-Nur: 31)

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيْبِهِنَّ

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka (keseluruh tubuh mereka).” (al-Ahzab: 59)

Sesungguhnya nikmat Allah yang terbesar adalah nikmat iman dan hidayah. Lalu mengapa engkau tidak menampakkan dan memperbincangkan nikmat Allah yang terbesar ini yang diantaranya adalah hijab syar’i.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Allah, janganlah Engkau simpangkan hati kami ini setelah Engkau berikan hidayah kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami dari sisi-Mu sebuah rahmat, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi.”

(Majalah Qiblati Edisi 2 Tahun I)

Diperbolehkan mengcopy artikel ini dengan syarat:
menjaga Amanah ilmiah dan mencantumkan link berikut:

Cerita Jum’at: Doa Unta Yang Membuat Nabi Menangis

Ketika Rasululloh saw membebaskan seekor unta yang memohon perlindungan pada Nabi SAW karena akan disembelih oleh tuannya, unta itu bersuara dan Nabi SAW meng”amin”kannya. Hingga ketika unta itu bersuara untuk ke4 kalinya, Nabi SAW menangis dan bertanya pada sahabat, “Tahukah kalian, apa yg dikatakan Unta ini?” Sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasulnya lebih mengetahui.”

Rasulullah kemudian menjelaskan, “Unta itu mengatakan, ‘Semoga Allah membalas jasamu terhadap Islam, wahai Nabi.’ Aku katakan Amiien. Lalu unta itu berkata, ‘Semoga Allah menentramkan ketakutan umatmu pada hari kiamat, sebagaimana engkau menentramkan hatiku.’ Aku katakan ‘Amiien’. Lalu unta itu berkata lagi, ‘ Semoga Allah melindungi umatmu dari musuh – musuh mereka, sebagaimana engkau melindungi nyawaku. Aku katakan ‘Amiin’. Selanjutnya unta itu berkata, ‘ Semoga umatmu tidak saling membunuh dan berperang.’ Mendengar doa terakhirnya aku menangis. Permohonannya itu sudah pernah ku mintakan kepada Allah dan Dia mengabulkannya, kecuali permohonan yang terakhir. Jibril memberitahuku dari Allah bahwa umatku hancur karena saling berperang sesama mereka. Semuanya sudah tertulis…. Semuanya sudah tertulis …. ”

*terima kasih kak Moenk atas sharing ceritanya*