Kamis Menulis: WOM & Penjual Parfum

Note: ini harusnya dipublish beberapa minggu yang lalu tapi gara-gara anakku sakit jadi kelupaan. But anyway, here it is ๐Ÿ™‚ย 

Kelas Kak Sesek atau @sheque di Akademi Berbagi Jakarta kemaren berbicara tentang Word of Mouth (WOM) di Social Media dan dampaknya di dunia periklanan. Menurut beliau, ketika konten yang diciptakan suatu brand relevan dengan bagi konsumennya atau punya share valueย maka konsumen akan dengan senang hati menyebarkannya dengan sukarela. Apabila tepat maka branding lewat WOM di SocMed bisa sukses berat karenaย masih banyak konsumen yang lebih percaya pada WOM, rekomendasi teman atau orang yang mereka percayai ketimbang apa kata iklan.ย  Misalnya contoh kasus Heineken yang lewat WOM bisa memaksa penggemar bola untuk nonton konser ga jelas ketimbang nonton bola di rumah.

Melihat contoh si Heineken ini pikiranku malah terbawa ke hal lain; pentingnya mencari teman yang benar (dan baik) karena peer pressure itu ternyata terus saja ada sepanjang hidup kita. Tadinya kupikir kepentingan tentang memilih teman tu cuma pas sekolah aja, biasa kan pasti kita dijejeli aneka nasihat, “Cari temen yang pinter, yang rajin, jangan yang nakal, tukang bolos…” dan lain sebagainya. Karena yah namanya remaja pasti kita adalah main-main pas malam hari ๐Ÿ˜‰ย Inget banget sama Jou, Luci atau Mel, klo malem libur kita suka nongkrong dulu di cafe, ngobrol, update gossip, sebelum pindah ke tempat joget. Abis joget laper kan, mampir dulu tempat makan, baru pulang. Kadang-kadang udah terang baru pulang. Bedanya sama neng Xenia, aku dan teman-temanku gak konsumsi miras, rokok dan narkoba. Setidaknya klo perginya bareng aku ya kita bersih-bersih aja, karena geng aku suka joget – Jou itu penari prof – dan kita gak bisa joget okeh klo ‘under influence’ oklah kadang Jou merokok tapi dikiiit. Pulangnya emang rodo ‘sempoyongan.’ Dikata ga pegel apa joget-joget! Yah if only…Klo lagi trolling fb liat temen-temen jaman itu rata-rata dah jadi emak dan bapak, geli juga mikirin pas jadulsnya kita seperti apa.ย Pas dah tuwir, baru ibuku cerita kalau waktu SMA dulu, ibu suka telpon-telponan sama ibu temen-temenku. Ternyata mereka saling curhat yang intinya duh, semoga anak-anak kita ga terkena narkoba. Maklumlah di Amsterdam apa aja ada dan mudah aksesnya bow. Tapi ya Alhamdulillah saya dan teman-teman selamat, sehat, sejahtera melampaui masa-masa itu.

Kirain dah beres dong, umur segini masa iya masih pengen coba-coba narkoba dan miras? Childish banget. Ternyata enggak loh. Peer pressure tetap aja ada dalam berbagai bentuk. Dari yang bentuknya seperti perpanjangan masa sekolah (tas kudu brand tertentu, arisan kudu yang begini begitu, dll) sampai ke yang sepertinya mengajak ke kebaikan padahal menjerumuskan. Bedanya klo narkoba kita berjudi dengan nyawa, klo yang ini kita berjudi dengan akidah. Ga tau deh mana yang lebih parah. Sama aja kayaknya. ย Apaan sih? Itu lho ikut pertemuan tertentu yang ternyata adalah aliran sesat. Alih-alih jadi manusia yang lebih baik malah menjauhkan diri dari Allah. Weks! Dan itu awalnya kan dari diajak temen, “Eh ikut yuk ke acara ini, keren lho…” atau, “Eh menurut si anu kamu sekarang boleh lho ikutan ama kita, ini kan kumpulan yang eksklusif…” Astagfirullah…

Makin tuwir tetep aja rempong!

Bedanya kalau sekarang mikirnya bisa agak panjangan dikit berkat pengalaman hidup. Sebetulnya simpel aja, seperti yang sering diutarakan, bertemanlah dengan penjual parfum, kutipan dari HR Bukhari dan Muslim ini bener banget kok. Kerasa banget waktu berteman sama Rob dan Matt, karena mereka berdua anak pinter – Matt itu straight A student – mereka dipilih jadi TA atau teaching assistant. Aku satu-satunya yang enggak dan aku pengen banget jadi TA. Alasannya simpel banget; Rob sama Matt jadi TA masa aku enggak? Mulailah diriku ‘mengemis’ ke para prof supaya jadi TA. Berhasil! Meskipun di BU itu ada 2 jenis TA, yang beneran membantu ngajar macam si Rob dan Matt, sama yang jadi asisten administratif (semacam aspri gituh). Guess which one I am? ย But no matter. Yang penting jadi TA ๐Ÿ˜‰

The wonderful mba Nunik aka @pasarsapi

Sama juga seperti keikutsertaan dalam Akademi Berbagi. Kalau ga temenan sama mba Nunik, mungkin ga tau atau nggak ngeh Akber itu apa trus ga bakal bertambah deh ilmunya, bertemu dengan guru-guru hebat macam pak Bi, kak Sesek, Pidi Baiq, dan banyak lagi guru-guru yang sukarela hati membagi ilmunya. Dan tentunya ย dapat dengan teman-teman nan keren seperti duo Danny/Dhani, mba Mell, Nume, Wulan, Chika, mas Suryo, Aan, Umar, yang punya segudang aktifitas selain Akber seperti program Satu Buku Satu Saudara, Toilet Higienis, KGG, yang semuanya program komunitas; your life is more than just you!ย Bahkan besok aku malah mau ikutan LLD atau Local Leadership Days yaitu rapat akbar dan workshop untuk relawan-relawan Akber seantero Indonesia. So excited!! Pastinya bakalan seru banget ketemu temen-temen baru dan tentunya dapat banyak ilmu baru ๐Ÿ™‚

Ah, emang ga salah deh kalau dalam hidup kita tu berpegang pada Quran dan hadits. ย Sudah terbukti kok. Just remember, WOM dari penjual parfum insya Allah aman.

Ps: Kutipan lengkapnya:

โ€œPerumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamubisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedapโ€œ. (HR.Bukhari & Muslim)

Advertisements

Cerita Jumat: Sepintas tentang Mencari Nafkah

Sobat, bg Anda yg menjd imam bg keluarga bersemangatlah mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan keluarga. Amat berat tanggung jawab seorg suami yg menyia-nyiakan hidup keluarganya di akhirat kelak. Ketahuilah bhw stp suap nafkah yg diberi kpd keluarga akn menjd kebaikan bg kita.

Diriwayatkan dari Abu Masโ€™ud RA bahwa Rasulullah SAW. bersabda,
ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ู†ูŽููŽู‚ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุญู’ุชูŽุณูุจูู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู‹
โ€œApabila seorang laki-laki menafkahi keluarganya dengan tulus karena mengharap ridha Allah, nafkah itu menjadi shadaqah untuknya.โ€ (HR. Bukhari)

Bersemangatlah utk mencari nafkah, sobat! Lakukan itu karena Allah… Smg stp cucur keringat yg menetas demi mencari nafkah akn mendtgkan ampunan Allah Swt bt Anda.
Cintai keluarga dgn menafkahi mereka dgn nafkah yg halal!

ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชู.

*diceritakan ulang oleh Lulung El Djauhar*