Cerita Jumat : Antara Natural Hazard dan Natural Disaster

*Nemu tulisan lama, tapi kok ya ternyata masih relevan sama musim hujan extra lama dan panjang kali ini…*

Kata guru geografi saya waktu SMP (apakah ini hari mengenang kembali masa SMP? dari tadi rasanya pangkal pikiran bermuara pada waktu SMP terus), Mr. Wright, hanya beda tipis antara natural hazard ama disaster. Kalau ‘hazard’ artinya kejadian alam tanpa korban manusia sementara natural disaster artinya bencana alam dengan korban manusia.

Saat itu kami sedang membahas kejadian alam seperti gempa bumi, gunung meletus dan tsunami, persis seperti apa yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini. Menurut Mr. Wright, kejadian alam itu sebetulnya tidak perlu berubah menjadi alam karena semua hal itu bisa diprediksi. Sebagai contoh, kita bisa mengetahui dimana lokasi 2 lempeng bumi akan saling bertemu, geolog bisa meriset dan mengetahui dimana gempa bumi akan terjadi. Yang tidak bisa diprediksi adalah kapan gempa itu terjadi. Tapi bahwa itu akan terjadi geolog sudah bisa memastikan, tidak peduli apakah di lokasi tersebut ada populasi manusianya atau tidak.

Sehingga seharusnya dengan pengetahuan tersebut efek kejadian alam tersebut terhadap manusia bisa dikurangi. Waktu itu Mr. Wright memberi contoh Jepang dan California. Kedua tempat tersebut rawan gempa dan Jepang sering sekali mendapat badai ombak besar sehingga istilah tersebut mereka yang menamakan : Tsunami. Belajar dari pengalaman, kedua tempat tersebut menerapkan kebijakan yang efeknya bisa meminimalisir korban apabila terjadi gempa dan tsunami. Misalnya dari SD mereka dilatih tentang bahaya gempa dan apa yang harus mereka perbuat seperti mengamankan diri dibawah meja. Di Los Angeles yang juga sering gempa secara periodik ada pengumuman di tivi tentang tata cara peringatan gempa, pengamanan dan evakuasinya. Sirine pertanda gempa dibunyikan agar penduduk bisa mengenalinya. Bangunan, baik publik maupun pribadi harus dibuat tahan gempa sampai skala richter sekian, dll.

Karena ini pelajaran geografi bukan agama, apalagi Mr. Wright seorang non-muslim, maka kami sama sekali tidak menyentuh persoalan agama. Namun setelah saya pikirkan kembali, inti dari perkataan Mr. Wright adalah kita harus mengetahui dan mengurus bumi alias menjadi khalifahnya. Apabila hal itu kita jalankan maka Insya Allah apabila ada kejadian alam atau natural hazard tidak akan menjadi natural disaster yang besar.

Kalau saja kita tidak menggunduli hutan, mengubah daerah resapan air menjadi gedung belanja, buang sampah sembarangan sampai menutupi got dan kali, tentunya tidak akan terjadi banjir setiap ada hujan. Tidak seperti sekarang, di satu daerah kelelep air, sementara di daerah lain megap-megap kekurangan air. Untuk bencana seperti gempa, apabila terjadinya di lokasi berpenduduk memang jatuhnya korban tidak bisa dihindari, tetapi apakah korbannya 10 atau 1000 itulah yang seharusnya bisa diantisipasi.

Mr. Wright mungkin tidak bisa mengutip Al-Quran dan hadits, namun dari kecintaannya terhadap alam beliau memperkuat apa yang kita (saya) pelajari dari agama. Bahwa selama kita tidak menjalankan tugas kita sebagai khalifah bumi dan merawatnya dengan baik maka selama itu pulalah natural hazard akan terus menjadi natural disaster yang merugikan kita sendiri.

Baru setinggi paha orang dewasa aja kok…

Advertisements

Cerita Jumat : Subhanallah, Inilah Rahasia Penciptaan Kucing

Artikel aslinya ada di :
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/05/29/m4ronx-subhanallah-inilah-rahasia-penciptaan-kucing

REPUBLIKA.CO.ID, Mata kucing merupakan salah satu bukti kesempurnaan Allah dalam penciptaan. Allah telah menciptakan mata kucing dengan pengaturan dan letak yang sesuai dengan makhluknya. Di salah satu ayat, Allah berfirman tentang kesempurnaan ciptaannya.

Dia–lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama – nama yang indah, apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada – Nya. Dan Dialah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. ( QS. Al – Hasyr 24 )

Penglihatan malam kucing sangat kuat
Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Walaupun begitu, kelebihan sebenarnya dari mata kucing adalah agar dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka di malam hari, ketika terkena sedikit cahaya, lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar ( hamper 90% mata ) sehingga mereka lebih mudah melihat cahaya. Di saat mendapat cahaya yang lebih terang, system bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis.

Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina, berfungsi sebagai penerima cahaya. Ketika cahaya jatuh di lapisan ini langsung di pantulkan kembali, cahaya lewat dua kali melalui retina. Oleh karena itu, kucing dapat melihat dengan mudah di saat cahaya hanya sedikit. Bahkan di saat gelap, di saat mata manusia tidak dapat melihat. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari.

Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Beberapa cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa, sehingga mata bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga bisa melihat dalam kegelapan. Oleh Karena itu, kucing bias melihat lebih baik dalam gelap. Ini bukanlah bentuk dari bio-luminescence, sebab binatang tidak menghasilkan cahanya, melainkan hasil dari pemantulan.

Alasan lain kenapa kucing bisa melihat dalam gelap juga karena adanya sel–sel batang yang lebih banyak di bandingkang sel–sel kerucut di retina mereka. Sebagaimana kita ketahui, sel – sel batang hanya sensitive pada cahaya. Mereka membentuk bayangan hitam atau putih tergantung dari cahaya yang datang dari objek, tetapi mereka sangat sensitive walau hanya dengan sedikit cahaya.

Berkat sel–sel batang ini, kucing dapat berburu dengan mudah di malam hari. Seperti kita lihat, Allah menciptakan struktur mata yang sesuai dengan kondisi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Mata kucing memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu contoh dari hasil ciptaan Allah. Hasil ciptaan Allah yang unik ini terbukti dalam salah satu ayat:

Pencipta langit dan bumi, ketika Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya berkata “jadilah”, maka jadilah ia. ( QS. Al – Baqara 117 )

Bola mata kucing lebih besar
Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar di bandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah hingga 187 derajat. Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada. Ini adalah contoh karakteistik lain dari hasil ciptaan Allah dengan bentuk yang berbeda. Sebagaimana di katakana di dalam Al – Qur’an, kaakteristik ini adalah pelajaran bagi orang – orang yang beriman ;

Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 )

Struktur mata kucing berbeda dengan manusia
Pada mata kucing, terdapat membran ketiga yang disebut “nictitating membrane”. Membran ini transparan, dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian yang lainnya. Sebagai contoh, kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ketiga ini memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu. Selain itu, benda – benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab; sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Jika kucing mengedipkan mata mereka sepanjang waktu seperti manusia agar matanya tetap bersih dan lembab, hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi mereka di saat berburu. Tidak mengedipkan mata merupakan salah satu kesempurnaan ciptaan Allah untuk makhluk ini.

Apakah mata kucing sensitif pada gerakan
Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sebagaimana halnya manusia dan tidak bisa focus pada objek yang dekat dengan mereka. Tetapi Allah telah menciptakan rambut sensoris dengan mekanisme sensoris yang kuat buat kucing. Berkat penciuman dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat. Walau makhluk indah ini sulit melihat dalam jarak dekat, mereka dapat dengan mudah merasakan dengan jarak dua sampai enam meter. Jarak ini cukup bagi kucing agar dapat berburu.

Karakteristik lain pada mata kucing adalah mereka sensitive pada gerakan, keindahan dan yang sesuai dengan jarak penglihatan mereka. Mata kucing dan otaknya memisahkan setiap gerakan bingkai demi bingkai. Otak kucing bisa merasakan lebih banyak gambar daripada kita. Sebagai contoh, mereka dapat dengan mudah melihat tanda – tanda elektronika pada layar televise di bandingkan manusia. Ini adalah bakat khusus yang di berikan oleh Allah yang Mahakuasa kepada semua kucing. Hal ini dikarenakan kucing menangkap mangsa mereka berdasarkan objek yang bergerak.

Detail dan ragam yang mengagumkan di ciptakan Allah bagi kucing
Mata kucing di ciptakan dengan kaakteristik luar biasa seperti makhluk lainnya. Ketika struktur dan karakteristik mata di uji secara individual, maka akan di lihat fungsi yang berbeda dan ini merupakan bukti dari beragamnya hasil penciptaan Allah. Variasi ini tidak dapat di katakana sebagai hasil dari mutasi ataupun seleksi alam. Allah telah memberikan mata yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan nutrisi makhluknya.

Memiliki pengetahuan tentang system yang menakjubkan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat kekuasaan dan pengetahuan Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kita harus berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Adapun bagi orang – orang yang yang menolak ayat – Nya, Allah menjulukinya “pendusta”, seperti di dalam ayat ;

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang – orang yang telah di peringatkan dengan ayat – ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah di kerjakan oleh kedua tangannya? ( QS. Al – Kahfi 57 )

Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka.

Bagaimanapun, Allah yang Mahakuasa, Tuhan dari semua dunia, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, bentuk dan ketajaman penglihatan untuk kucing. Penciptaan mata yang memiliki kekhususan bagi kucing merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ;

Dan disana terdapat pelajaran bagimu…( QS. Al – Mu’miniin 21 )

Karakteristik mata kucing berfungsi sesuai dengan hukum yang di tetapkan Allah. Allah menciptakan mata ini dan setiap detilnya tanpa contoh sama sekali. Hal ini terungkap dalam ayat – ayat bahwa Allah adalah pencipta semuanya ;

Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian lagi berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ( QS. An – Nuur 45 )

Sumber: Dikutip dari Yahyaharun.com

Redaktur: Heri Ruslan

Cerita Jumat: Ummu Salamah dan Abu Salamah

~ Ummu Salamah dan Abu Salamah ~

Suatu ketika, Ummu Salamah r.ha berkata kepada Abu Salamah r.a “ Aku mendengar bahwa jika seorang suami menikahi seorang istri dan keduanya saling mencintai, kemudian suaminya meninggal dunia lebih dulu lalu istrinya tidak menikah lagi dengan siapa pun, maka di surga istrinya itu akan mendapatkan suaminya kembali. Begitu juga jika seorang suami menikah, lalu istrinya mendahuluinya meninggal dunia, setelah itu suami tidak menikah lagi dengan wanita mana pun, maka ia akan masuk surga dan mendapatkan dia sebagai istrinya. Oleh karena itu, marilah kita berjanji tidak akan menikah lagi jika salah seorang diantara kita meninggal lebih dulu ”.

Abu Salamah r.a berkata, “ Apakah engkau akan menuruti ucapanku ? “

Jawab istrinya, “ Itulah sebabnya aku bermusyawarah denganmu agar dapat menurutimu “.

Kata Abu Salamah r.a, “ Jika aku meninggal nanti, menikahlah engkau “.

Lalu Abu Salamah r.a berdo’a, “ Ya Allah, sepeninggalku nanti, berilah Ummu Salamah suami yang lebih baik dariku, yang tidak akan menyedihkan hatinya dan tidak menyusahkannya “.

Tanyakan ‘Ikhlas’ pada bunda Ummu Salamah r.a, ketika akhirnya suami tercinta pun mendahuluinya menghadap Ilahi. Ketika ‘Ikhlas’ dalam kepatuhan sbg seorg istri dan hamba itu betul-betul dijaga dan dilakukan, Allah memberinya ganti, dengan sebaik-baik pengganti atas dia yang telah pergi ..

Diceritakan ulang oleh Sayyidah Djauhar Murtafiah

Cerita Jumat: Kenapa Belum Berjilbab?

Tausiyah dari Ustadzah Lulung El Djauhar. Enjoy 🙂

Percakapan seorang wanita ( W ) dg Ustad ( U )

W : Saya ga mau berjilbab, itu kuno.
U : Zaman tarzan lebih kuno lg ga pake jilbab.

W : Jilbab belum tentu baik.
U : Yang jilbab belum tentu baik, apalagi yang ga berjilbab.

W : Ga menjamin wanita berjilbab itu solehah.
U : Ga semua wanita berjilbab itu solehah,tapi wanita solehah itu pasti berjilbab.

W : Saya kmarin liat ada yang berjilbab nyuri.
U : Malah yang ga berjilbab lebih banyak yang nyuri.

W : Lebih baik jilbapin hati dulu (buat hati baik)
U : Ciri-ciri hati muslimah yg baik adalah berjilbab.

W : Kalo jilbab masih ma’siat gimana, kan dosa?
U : Kalo ga berjilbab & ma’siat dosanya dobel.

W : Kalo aku pake jilbab, ga ada yg mau sama aku.
U : Banyak yang berjilbab & mereka nikah. Lagian laki-laki baik biasanya lebih suka nikah dengan Muslimah berjilbab.

W : Kalo calon suamiQu ga suka gimana?
U : Jika didepanmu dia ga ta’at pada Allah, siapa yang menjamin dibelakangmu dia setia padamu?

W : Aku ga mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake.
U : Trus knapa tv,majalah,sinetron bisa kendalikan fashionmu? :/

W : Aku belum pengalaman pake jilbab.
U : Pake jilbab kaya nikah, pengalaman ga diperluin, yang penting jalanin dulu.

W : Aku ga bebas kemana2, ga bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama jilbab!
U : Jilbabmu mengurangi kema’siatanmu.

W : Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?
U : Katanya tadi jadi diri sendiri, ga peduli kata orang laen…

Sahabatku, mengapa muslimat belum berjilbab?

1. Belum tahu tujuan, hikmah & hukum jilbab wajib (QS 33:59)..
2. Tahu tetapi belum siap.
3. Sangat cinta dunia.
4. Byknya ma’siyat sehingga merasa belum pantas berjilbab.
5. Pengaruh keluarga, lingkungan, pendidikan, kebiasaan & budaya sekuler.
6. Anggapan kalau Islam itu hanya ritual sholat, haji dll.
7. Anggapan yg penting aku baik padahal agama adalah tunduk patuh pada SYARIATNYA.
8. Pengalaman jelek pada wanita berjilbab yg buruk ahklaknya padahal Islam adalah agama sampul (jilbab) & isi (ahklak mulia).
9. Merasa tdk cantik dg berjilbab, padahal kecantikan sebenarnya ta’kala menjadi wanita sholehah.
10. Belum tahu dosa besar dg siksa pecut api neraka pada bagian aurat yg terbuka.

SubhanAllah, mulailah mempelajarinya, jangan malu, gengsi, minder, menunda2 lagi, banggalah sebagai wanita mu’minat & belajarlah kepada sahabat terdekat yang indah istiqomah dengan jilbabnya, hidup kita didunia ini sekedar mampir, sahabatku.

صــدق اللــه العــظيم وصــدق رســول اللــه النبي الحبيبـــ الكريــــــم
Shodaqallaahul ‘Adziim, wa Shodaqor rasuulullaahi nabiyyil habiibil kariim..
(Maha Benar اَللّهُ dengan firman-Nya, dan benar ucapan Rasul, nabi dan kekasih yg pemurah..)

Cerita Jumat: Hakikat Rezeki

Allah in stone in Rohtas Fort, District Jhelum...

Syukuri yang sedikit 

Dengan itu, Allah akan memantaskanmu menerima yang banyak 

Berlapang dadalah terhadap ketidak sesuaian 
Dengan itu Allah akan mempersempit perbedaan  

Hati yang mampu bersyukur dan lapang pada perbedaan, 
Adalah hati yang selamanya bahagia.

-Sayyidah Djauhar Murtafiah-

Ibu saya selalu mengingatkan untuk bersyukur, bersyukur atas segala rizki dan karunia yang sudah Allah limpahi selama ini. Tetapi apa sebenarnya rizki itu? Dalam bahasa Indonesia rizki diadaptasi menjadi rezeki yang menurut KBBI artinya adalah:

rezeki re.ze.ki
[n] (1) segala sesuatu yg dipakai untuk memelihara kehidupan (yg diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; (2) ki penghidupan; pendapatan (uang dsb untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/rezeki#ixzz1qKDidLtO

nafkah naf.kah
[n] (1) belanja untuk hidup; (uang) pendapatan: suami wajib memberi — kpd istrinya; (2) bekal hidup sehari-hari; rezeki: terasa sulit mencari — di negeri yg tandus itu; mencari — di rantau

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/nafkah#ixzz1qKDsKP5H

Rezeki ternyata berhubungan erat dengan nafkah. Kebetulan pas pengajian kita membahas hal ini. Kalau menurut Al-Quran, rizki adalah apa yang dapat digunakan bagi yang memilikinya. Sementara nafkah adalah sebagian rizki dari Allah yang diberikan melalui perantara (dalam hal ini maksudnya suami).

Karena memberi nafkah adalah kewajiban seorang suami maka jangan sampai seorang istri ‘menuhankan’ suaminya. Maksudnya apabila ada istri yang tidak turut membantu mencari nafkah atau membantu tapi hasilnya tidak sebesar suaminya jangan sampai merasa kecil hati karena mencari nafkah adalah kewajiban suami, bukan istri.

Rezeki itu sendiri terbagi dalam 2 waktu:

  1. Sekarang: meliputi apa yang kita makan, pakai, gunakan, tempati, rasakan, pada saat ini. Misalnya, siang ini kita makan sepiring nasi dengan 1 tempe goreng, 1 telur dadar dan semangkuk sayur bayam, itulah rezeki siang ini. Malam nanti belum tentu kita makan yang sama, belum tentu juga bisa makan meski tentunya jangan sampai ya…
  2. Nanti/akan datang: meliputi hal di masa tua , anak dan cucu, terhindar dari musibah, dan tentunya, akhirat.

Yang perlu diingat, apa yang kita kerjakan hari ini adalah rezeki untuk besok. Setiap hari kita diberi kesempatan untuk menabung rezeki untuk dituai di masa datang; kita bekerja-menghasilkan uang-bisa membeli makanan. Kalau bermalasan-tidak akan menghasilkan uang-tidak ada makanan. Demikian juga ibadah, apa yang kita kerjakan hari ini, ‘buah’nya baru akan kita nikmati nanti di hari akhirat.

Benarlah apa kata ibu, “Banyak-banyaklah bersyukur atas segala rizki dan karunia yang kau dapatkan hari ini, besok dan seterusnya,” karena ternyata rizki bukan saja apa yang kita dapat sekarang, namun kita juga harus menabung rizki untuk masa depan. Hal mudah yang kadang kita lupakan. Jadi, yuk kita teruskan tabungan yang satu ini, jangan sampai lalai mengisinya 🙂

ps: Ayat rujukan untuk bahasan ini adalah QS Al-Baqarah : 233 

walwaalidaatu yurdhi’na awlaadahunna hawlayni kaamilayni liman araada an yutimma rradaa‘ata wa’alaa lmawluudi lahu rizquhunna wakiswatuhunna bilma’ruufi laa tukallafu nafsun illaawus’ahaa laa tudaarra waalidatun biwaladihaa walaa mawluudun lahu biwaladihi wa’alaa lwaaritsi mitslu dzaalika fa-in araadaa fishaalan ‘an taraadin minhumaa watasyaawurin falaa junaaha ‘alayhimaa wa-in aradtum an tastardhi’uu awlaadakum falaa junaaha ‘alaykum idzaa sallamtum maa aataytum bilma’ruufi wattaquullaaha wa’lamuu annallaaha bimaa ta’maluuna bashiir

http://alquran.babinrohis.esdm.go.id/mp3player.swf[2:233] Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Cerita Jumat : Mengurus Keuangan ala Kak Jum

Lagi ngobrol tentang mengurus keuangan rumah tangga, salah satu eyang internet saya Eyang Ning, kemudian berbagi cerita tentang bagaimana beliau belajar sama Kak Jum tentang hal tersebut.  Menurut saya sangat menarik karena itu saya minta izin untuk saya post kesini. Semoga bermanfaat.

Mengurus Keuangan ala Kak Jum

oleh Eyang Nening

Dulu, ketika saya ngenger (ndherek = numpang= ikut) di rumah Kak Jum, kalau disuruh belanja (waktu itu masih remaja kecil), harus tahu harga, harus dicatat : dikasih uang berapa, dipakai berapa, sisanya berapa, kembali harus pas. Saya perhatikan tiap menjelang tidur Kak Jum menulis dalam sebuah buku. Saya sangat penasaran, buku apa itu?

Suatu hari pas Kak Jum pergi, saya buka bukunya. Judulnya : Buku Kas Keluarga. Isinya,  seperti yang saya pelajari kemudian, yaitu pembukuan keuangan. Debet. Kredit. Saldo. Tapi yang punya Kak Jum sederhana.  Oya, Kak Jum hanya punya ijazah SD, karena ketika sekolah di SKP Kelas 2 beliau menikah. Suaminya Guru Agama SD, anak mereka 4. 

Suatu hari Kak Jum menderngar ada rumah dijual. Diam-diam dia melihat rumah itu. Tertarik.  Dia ajak suaminya melihat rumah itu. Lalu Kak Jum ingin membeli rumah itu.  Suaminya sangat terkejut! Mana mungkin?  Sangat tidak mungkin.  Tapi Kak Jum bilang : saya punya uang.  Ha?? Uang dari mana? Lalu ia menunjukan sebuah kantung dan mengeluarkan isinya.  Ternyata perhiasan dalam berbagai bentuk dan ukuran berat! Ada yang 500 mlg, 300 mlg, 400, paling berat 1 gram.  Semuanya emas 24 karat.  Keesokan harinya semua perhiasan itu dijual. Kak Jum dan suaminya membayar rumah itu dengan hasil penjualan emas tersebut. 

Kak Jum sangat senang bersedekah. Di mana pun di toko, di pasar, di RS, di stasiun, kalau ada pengemis pasti diberinya uang. Setiap akan mencuci beras, selalu diambilnya beras 1 cawuk (1 cidukan dengan 4 jari tangan = satu jimpitan), lalu disimpan di cepon. Kak Jum sangat pandai mengelola keuangan, walaupun suaminya hanya seorang guru SD (pada jaman dahulu, gaji guru sangatlah kecil).  Keadaan ekonominya terbatas, tapi setiap bulan selalu bisa ‘ngirim’ ibu mertua yang sudah janda sejak suaminya kecil.  Dan setiap tahun bisa membelikan pakaian (kain, kebaya, kerudung, sandal). Kak Jum sendiri yang memilih dan menyerahkan kepada ibu  mertuanya. Mungkin karena itu, mertuanya sangat sayang, dan melimpaihnya dengan restu untuk rumah tangganya.

Pelajaran yang dapat saya petik ketika ngenger di rumah Kak Jum adalah :
1. Isteri adalah bendahara, harus tanggung jawab dalam bentuk buku catatan keluar masuknya keuangan dalam rumah tangga.
2. Menabung tidak cukup, tidak menabung juga tidak cukup. Sama-sama tidak cukup jadinya  wajib nabung!
3. Beras adalah makanan pokok. Ora ilok, (pamali) sebuah rumah tangga kehabisan beras. Minyak goreng, teh, gula pasir boleh kehabisan, tapi beras jangan sampai habis, karena  itu merupakan simbol.
4. Jadi isteri harus gemi, nastiti, ngati-ati, aja medhit.  Gemi = hemat; nastiti = cermat; ngati-ati = hati-hati. aja medhit = jangan pelit.
5. Jujur adalah aset yang sangat penting.

Kak Jum adalah guru saya! 

Kami tinggal di rumah yang dibelinya dengan menjual perhiasan itu.  Ketika sudah bekerja, pertama kalinya saya menerima gaji saya praktrek ‘pembukuan’ seperti yang Kak Jum ajarkan sampai sekarang. Sama sekali tidak berat, tidak capek, mungkin karena sudah sangat terbiasa nyatet-nyatet, apalagi anak-anak dan suami mendukung (misalnya anak-anak sejak kecil kalau disuruh belanja/beli sesuatu, selalu menyerahkan catatan belanja/kembalian…

Setidak-tidaknya, ilmu pembukuannya itulah yang saya praktekkan.. Begitulah ceritanya…

Salam sayang,

Yang Ning

Cerita Jumat : Pacaran?

Soal cinta itu klasik. Kapanpun pasti menarik untuk dibahas. Kali ini nemu ada kultwit dari @pksjerman via Aki Awan membahas tentang cinta, perjodohan dan fitrah mencari pasangan. Tentunya dari sisi Islam. Ga diedit tapi beberapa singkatannya saya rapihkan biar lebih enak dibaca.

Enjoy 🙂

diambil dari : http://www.islamedia.web.id/2011/11/ssst-pksjerman-pacarannn.html

1. Manusia sekelas nabi Adam pun gelisah saat beliau masih sendiri… . #pacarannn

2. Sebagaimana semua laki-laki yang di kemudian hari dilahirkan oleh ibunya ke dunia, nabi Adam adalah manusia biasa. #pacarannn

3. Mengapakah gelisah? Karena setiap orang memerlukan teman yang bisa diajak berbagi. # pacarannn

4. Apa yg dilakukan saat itu? Nabi Adam berusaha menuntut banyak ilmu, berbagai nama-nama benda yg diajarkan oleh Allah SWT. #pacarannn

5. Allah mengetahui kebutuhannya… manusia pertama yg Ia ciptakan itu membutuhkan pasangan. #pacarannn

6. Kemudian Allah pun menciptakan pasangan baginya, dan ini adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran-Nya. #pacarannn

7. Hari-hari berlalu, nabi Adam as bersama sang istri, Hawwa, hidup bersama di surga-Nya yg tenang. #pacarannn

8. Namun mereka berdua tergelincir melanggar larangan Allah, sehingga diturunkan ke bumi di tempat yg terpisah. #pacarannn

9. Di bumi, nabi Adam & Hawwa hidup terpisah dengan jodohnya, selama sekian ratus tahun lamanya. #pacarannn

10. Menurut para ahli sejarah, Adam diturunkan di sekitar India sedangkan Hawwa di Jeddah (jazirah Arab). #pacarannn

11. Akhirnya Allah mengijinkan mereka berdua bertemu di Jabal Rahmah (gunung kasih sayang), Padang Arafah. #pacarannn

12. Saling merindu, Nabi Adam menempuh perjalanan yang lebih jauh & berliku dalam mencari jodohnya dibanding Hawwa. #pacarannn

13. Demikisn pulalah kecenderungan manusia hingga saat ini: kaum laki-laki lebih banyak bergerak & perempuan cenderung menunggu. #pacarannn

14. Pasangan manusia pertama itu diciptakan untuk bersama di surga, kemudian terpisah saat diturunkan ke bumi. #pacarannn

15. Bahwa sesungguhnya kita semua diciptakan berpasang-pasangan, dan telah ditentukan lahir, mati & rezeki (termasuk jodoh) kita. #pacarannn

16. Kita tidak bisa memilih kapan kita lahir & siapa orang tua kita, tidak pula tahu di mana & kapan kita meninggal dunia. #pacarannn

17. Juga siapa jodoh kita, sudah ditentukan dalam bab rezeki. Bagaimanakah konsep jodoh itu? #pacarannn

18. Apakah setiap orang menikah dengan jodohnya? Tidak ada yang tahu pasti, maksimal kita hanya bisa merasakan, iya atau tidaknya. #pacarannn

19. Nah, masing-masing sudah disiapkan jodoh, pasangan terbaik & paling cocok untuk kita. Disiapkan langsung oleh Sang Pencipta. #pacarannn

20. Apakah kita akan dipertemukan dengan jodoh kita di dunia atau di akhirat kelak, itu pun bagian dari takdir-Nya yg agung. #pacarannn

21. Yang bisa dilakukan saat belum dipertemukan dalam pernikahan adalah meneladani nabi Adam: mempelajari ilmu sebanyak mungkin. #pacarannn

22. Juga, sebagaimana Adam & Hawwa setelah diturunkan terpisah ke bumi, berusaha mencari jodohnya yg terpisah. #pacarannn

23. Nah, setelah tuit2 pendahuluan tadi, mari kita masuk ke topik utama… #pacarannn 🙂

24. Dimulai dengan sebuah pertanyaan: # pacarannn itu apa yak? Dari doeloe ada byk sekali versi yg beredar & berbeda-beda.

25. Ada yang bilang klo #pacarannn itu proses menuju pernikahan. Tapi ada juga yang berpendapat ngga harus menuju… yang penting ada suka-sama-suka

26. Kesimpulan sementara, #pacarannn itu cenderung diartikan pada “hubungan spesial” antara seorang laki2 & seorang perempuan sebelum pernikahan.

27. Muncul pertanyaan baru: apakah proses #pacarannn dgn orang yg bukan/blm menjadi suami/istri kita itu memang harus atau wajib dilalui? 🙂

28. Dan muncul jg pertanyaan, emang# pacarannn itu aktifitasnya ngapain aja yak? Positif atau negatif? 🙂

29. Nabi Adam sbg manusia pertama pun resah saat Hawa blm diciptakan. Apalagi saat diturunkan terpisah di dunia. #pacarannn

30. Nah, konsep jodoh tadi jg mendukung bahwa masing-masing dari kita sebenarnya sudah pernah berpasangan dengan jodoh kita sebelum dilahirkan. #pacarannn

31. Kemudian kita “diturunkan” ke bumi, terpisah dgn jodoh kita. Mengapa dipisah? Utk menguji, apakah kita mau mengambil hikmah. #pacarannn

32. Salah satu hikmah-Nya yg mulia adalah, agar kita tdk menyerah! Trs berusaha bertemu dgn jodoh kita di dunia. #pacarannn

33. Hikmah yg lain? Agar kita berbaik sangka kpd-Nya, bhw kita akan dipertemukan dgn jodoh kita… segera! *aminnn 🙂 #pacarannn

34. Yg sangat layak kita inget-inget, jodoh kita adalah yg terbaik & disiapkan utk kita… selain itu, jelas bukan yg terbaik. #pacarannn

35. Mungkin ada yg bilang… #pacarannn itu kan penjajakan, biar lebih tau apakah pacar kita itu jodoh kita atau bukan.

36. Bisa jadi itu ada bnrnya. Tapi jangan lupa, bahkan setelah menikah pun tidak ada yg tahu pasti apakah seseorg itu jodoh atö bukan. #pacarannn

37. Tanya yg udah nikah deh, max hanya bisa merasakan jodoh atö bukan. Tapi tidak tahu pasti & perasaan bisa keliru. #pacarannn

38. Klo buat penjajakan? Justru belum tentu yg diperlihatkan selama #pacarannn itu yg orisinil. Jangan2 isinya pencitraan mulu. 🙂

39. Ayo dong, langsung bahas yg lebih dalem. Gimana, boleh ngga sih, kita #pacarannn itu? OK… siap2 yak… 🙂

40. Skrg kita liat dulu, ngapain sih # pacarannn itu… telpon2an? Tukeran pic? Nonton bareng? Gandengan? Ciuman? Atau…? 😉 dll.

41. Di Quran dijelaskan bahwa semua laki-laki yg normal pasti punya kecenderungan pada perempuan, demikian juga sebaliknya. #pacarannn

42. Jadi tertarik pada lawan jenis itu normal. Tapi apa ini bisa jadi alasan beraktifitas #pacarannn seperti td? Ayo kita periksa.

43. Dlm banyak bahasan tentang hub antar-lawan jenis, ada istilah “menikmati” yg bisa berarti bbg aktifitas pd #pacarannn.

44. Contoh, klo ada laki-laki yang memandangi wajah perempuan, itu sudah dikatakan menikmati. Apalagi menyentuh & membayangkan yg lebih. #pacarannn

45. Apalagi jika – na’udzubillah – sampe jatuh ke free-sex, itu sdh lebih dr menikmati, itu merenggut kesucian perempuan. #pacarannn

46. Adapun perempuan yg menyediakan dirinya utk dinikmati wajahnya, kulitnya dsb, pelan-pelan ia sudah mengurangi kesucian dirinya. #pacarannn

47. Maka pertanyaan untuk para laki-laki, relakah jika jodoh Anda yg masih disimpan keberadaannya oleh Allah itu, dinikmati org lain? #pacarannn

48. Sedangkan untuk para perempuan, tidakkah Anda ingin memberikan yg terbaik utk suami nantinya? Menyimpan rapat-rapat semua utknya? # pacarannn

49. Apabila seorang laki-laki sudah yakin seorang wanita adalah jodohnya, maka ajaklah untuk menikah. Sehingga Anda tidak mengurangi kesuciannya dengan #pacarannn.

50. Klo belum mampu? Maka sebaiknya tidak mengurangi kesuciannya dgn menikmatinya. Pergilah & berpuasalah. Jodoh tak lari ke mana. #pacarannn

51. Tapi #pacarannn kan enak? Enaknya cuma secuil, mas bro. Yg laki2 tdk terlalu merasakan jeleknya. Perempuanlah yg TERHINA dgn itu.

52. Ayat? Hadits? Dalil? Banyak. Bejibun. Ngga kurang2 lah. Tinggal kitanya aja gimana. # pacarannn

53. Nah, sekarang, jika ada di antara kita yang terlanjur jadi aktifis dalam #pacarannn… gimana dong enaknya? #eaaa 🙂

54. Pertama-tama sebaiknya masing-masing jujur pada diri sendiri, bahwa ada sesuatu yg hilang selama beraktifitas #pacarannn. Bisa cek tuit kmrn. 😉

55. Kedua, jgn kuatir soal “siapa yg akan mengisi hati”. Perempuan yg baik, niscaya jodohnya adl laki2 yg juga org baik. #pacarannn

56. Ingat, salah satu hikmah Adam & Hawwa diturunkan terpisah di bumi adalah agar masing-masingbersabar & berusaha sebaik mgkn. #pacarannn

57. Maka kita jg hrs bersabar & trs memperbaiki diri. Siapa pun yg bukan jodoh kita, bukanlah yg terbaik utk kita. Pasti. #pacarannn

58. Jaga baik2 diri kita, persiapan to the max utk sebuah ikatan suci yg Allah teguhkan dlm al-Quran. Tidak perlu pake #pacarannn, tuips. 😉

59. Yakinlah, bhw Allah takkan mengingkari janji-Nya. Ia Yang Maha Sempurna, Ia lebih mengetahui ttg diri & jodoh kita. #pacarannn

60. Sekian dulu ttg #pacarannn, tuips… smoga bermanfaat. Mhn maaf klo ada yg krg berkenan atas kultuit ulangan dr bbrp bln lalu ini. ;D

Cerita Jumat : Kuis Kebahagiaan

‎Ini kuis mengandung hikmah yg baik sekali. Mohon ikuti dengan mengisi titik-titik yang ada pada kalimat di bawah ini. Jawabannya cukup disimpan dalam memori saja. Kuisnya:
1. Allah ciptakan tertawa dan…
2. Allah itu mematikan dan ….
3. Allah ciptakan lelaki dan ….
4. Allah memberikan kekayaan dan ….

Jawaban atas kuis itu pada umumnya adalah :
1. Menangis,
2. Menghidupkan,
3. Perempuan,
4. Kemiskinan.

Mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian ayat dalam QS Al-Najm [53]: 43-48:
43. … “Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS;”
44. … “Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan;”
45. … “Dialah yang menciptakan … “laki-laki dan PEREMPUAN;”
48. … “Dialah yang memberi kekayaan dan KECUKUPAN.”

Ternyata jawaban kita utk no 1-3, umumnya cocok dengan Al-Quran. Tapi, jawaban kita untuk no 4 umumnya tidak cocok. Jawaban versi Qur’an bukan “KEMISKINAN,” tapi… “KECUKUPAN.”

“Sesungguhnya Allah azza wajalla hanya memberi kekayaan dan kecukupan.”

Yang menciptakan kemiskinan adalah kita sendiri, manusia. Bisa karena ketidakadilan ekonomi, bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun di dalam pikiran kita sendiri.

Ayo bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu BERSYUKUR

*Diceritakan ulang oleh ustadzah Lulung dan Sayyidah Djauhar*

 

Cerita Jumat: Tirai Puasa

Belakangan ini sering terdengar seruan, “Hormatilah yang tidak puasa.” Tinggal di Indonesia yang majemuk tentunya butuh toleransi yang besar, ada beberapa yg masuk akal, ada juga yang buat saya rada lebay. Apa aja sih?

1. Berisiknya masjid kami.
Di bulan Ramadhan, speaker-speaker masjid memang sepertinya disetel pada volume maximus. Dari bacaan tarawih sampai tadarusan menanti Subuh. Apalagi disertai panggilan untuk sahur.
Kalau kata guru saya, memang harus lihat-lihat suasana. Adzan tentu harus kencang, namanya juga penanda waktu. Tapi tadarus? Apalagi maaf maaf, kalau yang melantunkannya tidak merdu. Alih2 terhibur kuping guru saya juga gatel mendengar pelafalan yang kurang tepat. Jadi ada baiknya dipikirkan untuk mengecilkan volumenya dan pilihlah yang lafalnya bagus kalau memang mau pakai mic.
Perlu gak sih dibangunin sahur? Di satu sisi memang benar kita punya weker bisa setel sendiri. Di sisi lain kalau memang penduduk atau warga setempat mayoritas Muslim kenapa tidak? Siapa tau ada yg lupa setel wekernya? Caranya saja yang diperhalus. Juga mungkin tidak perlu dibangunkan pagi-pagi banget, setengah jam sebelum imsak saja. Sekedar menggetarkan tiang listrik tidak terlalu intrusif kan?

2. Larangan menjual makanan di siang hari.
Kalau ini rasanya agak lebay ya mengingat ritme kehidupan berjalan biasa saja selama Ramadhan, tidak dibalik seperti di Saudi. Kalau mereka dilarang berjualan, bagaimana mereka mencari uang?

Kalau klub malam? Yah rasanya lucu aja mereka buka 11 bulan dalam setahun. Trus selama sebulan itu pegawainya gimana? Apa gak lebih baik tutup aja selamanya? Tapi ya balik lagi, kan majemuk la haiii. Entahlah yang ini ntar aja klo jadi gubernur baru dipikirkan. As if 😉

3. Pemasangan pembatas di tempat makan.
Hmm… Memang sih seyogianya kita udah pada kuat semua menahan lapar jadi gak usah ditutup. Klo niatnya kuat ada yang makan di depan kita juga gak kepingin kok.

Cuma… Nah kalau ini sih lebih ke pendapat pribadi ya. Kalau semuanya dituruti, speaker masjid dimatiin, tempat makan nblas aja, jadi gak kerasa puasanya. Garing! Tinggal bertahun-tahun di negeri non-muslim asli kangen sama tirai-tirai penutup itu. Buat saya jadi kerasa beda. Ini bulan Ramadhan. Bulan yang spesial. Oh tentu kalau mau disingkap silahkan saja, tapi rasanya gimana gitu. Ketika tirai-tirai itu dipasang, sepertinya seluruh kota ikut merayakan, bukan hanya saya sebagai individu. Apalagi mendengar tadarus subuh. Kalau arah anginnya tepat, saya bisa mendengar lantunan dari 2-3 masjid. Meski gak terlalu jelas, tapi lamat terdengar. Nikmatnya diberi karunia pendengaran.

Saya bukannya gila hormat, yo gw lagi puasa nih jangan makan dong lu. Enggak. Alhamdulillah badan sehat dan udah menuju tuwir pulak jadi insya Allah bisalah mengatasi godaan fisik. Tapi rasa puasanya itu lho yang saya cari. Asli garing deh puasa di negeri non-muslim. Idul Fitri gak libur pulak malah kudu tes. Jadi kalau sekarang saya sudah berada di negara yang mayoritasnya Muslim trus Ramadhan masih enggak dirayakan/dibedakan, rasanya kok gimanaaa gitu.

Yah mudah-mudahan toleransi bisa terus terjaga agar ciri khas ini tidak hilang. Mari kita saling tepa selira agar ritual ibadah kita tetap bisa dilakukan tanpa harus mengganggu atau merepotkan yang lain.

🙂

Cerita Jumat : Mencari Surga

Saya selalu percaya pada Allah. Percaya pada kebesaranNya. Semakin kita mempelajari bumi dan seisinya semakin kagum pada ciptaanNya. Tapi apakah itu cukup?

Sebagai manusia, percaya pada Allah memang menjadi basis keimanan. Tetapi sebagai seorang muslimah, percaya saja tidak cukup. Percaya perlu disertai beriman, yaitu mematuhi dan menjalankan perintahNya serta menjauhi laranganNya. Sederhana? Sebetulnya iya, tapi kehidupan itu menjadi menarik dengan adanya tantangan. Tantangan terbesar adalah ya mematuhi dan menjalankan rukun Islam, terutama yang nomer 2; shalat 5 waktu, dasar dari segalaNya.

Lahir dan besar di Jakarta saya beruntung dibesarkan dalam lingkungan serta masyarakat Islami. Berpuasa di bulan Ramadhan adalah bagian dari kehidupan. Idul Fitri dan Idul Adha adalah waktu libur yang ditunggu-tunggu. Masjid dan mushalla bertebaran dimana-mana, adzan pun bisa dengan mudah didengar setidaknya sekali sehari. Lain halnya ketika kita tinggal di tempat yang mayoritasnya adalah non-muslim.

Lepas dari segala masjid dan adzan mampukah kita terus menjalankan perintahnya? Tentu ada yang bisa. Banyak malah. Sayangnya saya waktu itu termasuk dalam minoritas yang tidak/belum berhasil. Oh saya bisa menjalankan puasa dan tidak tergiur dengan hadiah Natal. Namun, ketika adzan tidak terdengar maka shalat pun lewat begitu saja.  Hmm…  Sungguh bukan contoh yang baik.

Lalu 9/11 terjadi. Ironis. Perlu suatu kejadian besar yang membangunkan keimanan saya. Sebegitu tak terduganya kejadian itu, menyulut banyak pertanyaan di benak. Benarkah karena Islam? Rasanya agama saya tidak mengajarkan kekerasan. Tapi, apakah agama saya itu? Bagaimana saya bisa membelanya kala saya sendiri tidak menjalankannya? Pelajaran SD pelan-pelan merangkak keluar, memberi kesadaran… Yep. Belum beriman! Tetapi, sebagai seorang yang percaya pada Allah, saya pun percaya pada rukun Iman. Lha, pegimane mau masuk Surga ente kalau begini caranya?

Allah pun memberikan tanda-tandanya. Pertama, Indhie datang mengunjungi saya sebelum pulang kampung. Jalan-jalanlah kita, ngobrol panjang lebar. Indhie yang mulai membangunkan saya untuk kembali mengerjakan perintahnya. Dengan gayanya yang bossy itu dia bilang, “Sita, misalnya kamu pake jilbab, hari ini kamu dapat +1. Trus kamu gak shalat, jadi -1. Tapi karena berjilbab hitungannya jadi 0. Sementara kalau enggak, hitungannya jadi -2. Tetap lebih untung kan?” Ya saya yakin hitungan pahala tidak semudah itu. Namun disederhanakan seperti itu membuat saya berpikir. Kemudian saya bertemu temannya Indhie, Ahmad*, seorang yang mengaku sebagai ‘born-again Muslim.’ Eh? Maksudnya?  Jadi Ahmad ini African-American alias kulit hitam. Keluarganya keturunan Muslim. Namun karena mereka lahir dan besar di Amerika, Islam hanya menjadi bagian dari sejarah keluarga, bukan sesuatu yang dijalankan. Sampai ayah ibunya mendapatkan hidayah. Bagaimana caranya saya nggak ingat pastinya setelah itu ayah ibunya pergi haji, kemudian mempelajari Islam kembali. Hal ini menular kepada Ahmad. Melihat orang tuanya serius mendalami Islam, dia pun turut mempelajari dan menjalankannya. Ahmad begitu serius sampai ia mengganti namanya, dari nama Barat ke nama Islam. Ia pun fasih menyitir hadits dan ayat dalam bahasa Arab. Saya tertegun. Kok bisa? Saya ‘kalah’ dari dia. Tanpa bantuan adzan, Ahmad menyimpan jadwal shalat di agendanya. Ketika waktunya tiba, iapun mencari tempat shalat. “Dimana saja kita boleh shalat kok, nggak harus di masjid,” demikian tegasnya ketika menggelar koran sebagai alas shalat di taman.

‘Ceramah’ Indhie, pertemuan dengan Ahmad, membulatkan keputusan untuk pulang kampung. Ya, saya juga masih kepingin masuk surga. Hal itu rasanya sulit didapat kalau saya terus merantau. Teman-teman saya orang baik-baik, boss saya malah sudah siap untuk membantu mengajukan visa tinggal kalau saya mau. Namun, masih ada dunia setelah dunia. Saya harus belajar kembali, mencari guru, mencari teman, mencari lingkungan yang bisa menolong. Bagi saya itu artinya kembali ke tempat asal. Dimana adzan berkumandang setiap saat, bila arah anginnya tepat maka kita bisa mendengar 2-3 adzan secara bersamaan.

Maka, ke Jakarta saya kembali. Mencari surga untuk 2 dunia. Insya Allah bisa!

 

*bukan nama sebenarnya