Senang itu ketika akhirnya dapat juga sekotak sabun buatan sendiri. Meski blum mahir, tracenya masih blum konsisten, pewarnaan masih yah 1 warna saja, tapi ya di proses menuju itulah asyiknya belajar.

Meskipun demikian ada kejadian yg membuat gw bersyukur belajar bikin sabun. Jadi ada 1 batch yg gagal blas. Penasaran dong salah dimana. Bikin 1 batch baru buat ngetes bahan – nggak pake tambahan apa-apa. Oh jadinya oks. Berarti bukan bahannya, prosesnya yg mungkin kurang tepat. Yo wes kirim ke curing. Eh gak lama kena serangan alergi. Duh. Tau dong gak mandi nggak enak, mau mandi ntar bereaksi jadi tambah parah… Eits… Kan minggu kapan bikin sabun tanpa tambahan apa-apa? Meski blum selesai curing, comotlah dari rak. Ah satu hal beres! (Meski tetep ke dr sih karena rodo parah dan gw parno merambat ke pernapasan)

Sepintas nggak nyambung – batch gagal dan alergi – tapi ya ternyata ada (raungan saat rebatchnya tetep gagal biarlah jadi kenangan antara saya dan suhu). Maju ke batch berikutnya!

Makacih Bu guru Anti dan Burrayyyaaa. Gara-gara kalian saya menulis #cerpath malam ini 😽😽😽 – with Raya and Miranti

View on Path

Good morning 😊

From this height the metropolis start to look the same everywhere. Skyscrapers, hi-rise apts, wide pavement, and those ubiquitous stamp of wealth; Gucci, Prada, Hermes, etc.

Of course, Coach and friends, is still de rigueur among the ladies (and few choice lads) sauntering the malls. – at Bukit Bintang

View on Path