Stiker Ngobrol dan Makan Gratis

Demam chatting akhirnya menjangkiti Papah saya. Tadinya beliau berpendapat bahwa smartphonenya membuat pusing namun tetap dipakai karena suka dengan layar besarnya. Menulis dan membaca SMS jadi jelas, katanya. Sampai suatu siang Papah bertanya,
“Line itu apa ya?”
“Garis Pah.”
Papahku mendelik.
“Itu katanya bisa ngobrol pake stiker maksudnya apa?”
Oalaah… rupanya, temannya Papah ‘diracuni’ oleh cucunya untuk memasang Line karena, “BBM sudah gak jaman Eyang!” kemudian beliau juga ‘meracuni’ teman-temannya untuk ‘nge-line’ juga supaya bisa bikin grup biar bisa tukeran stiker! Lucunya ketika ditanya bagaimana cara memasangnya, teman Papah ini juga tidak tahu karena yah, yang kutak-katik hpnya cucunya. Beliau tinggal tau beres. Bisa ditebak kan selanjutnya gimana?

Pertama tentunya beli paket internet dulu. Untung sedang ada program bunet dari telkomsel, sehingga bisa coba berinternetan dengan terjangkau. Kemudian unduh line, registrasi dll, baru deh hp eh smartphonenya Papah kembali ke tangannya.
“Nih Pah, sudah aku pasang appsn ya di layar depan ya. Tinggal klik kalau mau buka, yuk coba line temennya Papah,”

Waow, ternyata sudah berderet temannya Papah yang pakai Line. Minimal yang memasang di hpnya masing-masing. Karena konon tujuan utamanya untuk tuker-tukeran stiker, maka sekalian diunduh beberapa paket stiker yang gratisan. Ketika beliau melihat daftar stikernya,
“Ini yang ini gambar-gambarnya lucu, kamu nggak unduh?”
“Yang itu nggak gratis Pah. Mau beli?”
“Nggak. Kamu nggak mau bayarin?”
Err…

Setelah beberapa kali trial dan error, akhirnya Papah bisa juga chatting (dan kirim-kiriman stiker, jangan lupakan stikernya) sama teman-temannya. Sampai kemudian,
“Katanya bisa dapat voucher makan gratis? Itu gimana caranya?”
“Kata siapa Pah?”
“Ya katanya temen Papah, tapi dia juga nggak tau gimana dapatnya, tau-tau udah ada aja…”
“Mau makan dimana sih Pah? Udah sini aku traktir aja,”
“Oh itu lebih bagus lagi, yuk, kita ke PIM aja ya sekalian ke Gramed. Maaah… diajak makan nih!”

Jyaaah… okeh deh Papahku sayang 😄😄😄

20141029-223623.jpg

Ada yang asyik ngobrol nih kayaknya 😀

Mamah Main FB

Tanpa ada hujan angin atau wangsit sebelumnya, tiba-tiba suatu pagi ibu saya menelepon dan bilang, “Kamu hari ini sibuk apa? Ayo temenin Mamah cari hp baru.” Heh? Sebagai anak yang baik tentu saya menjawab, “Baiklah, nanti aku jemput ya.”

Kemudian pergilah kami ke rumah kedua kami, PIM, atau Pondok Indah Mall. Penasaran saya tanya, kenapa tiba-tiba ingin ganti hp? Ada masalah apakah? Hp seperti apa yang diinginkan?

Ibu saya ini lama berkecimpung di dunia LSM dan masih aktif sampai sekarang. Rupanya banyak teman-teman LSMnya, yang mayoritas anak muda (karena mereka sekarang memanggil ibu saya, ‘Eyang’) , yang memiliki smartphone dan suka mengirimi ibu saya foto kegiatan dan keluarga mereka. Mereka pun sebenarnya suka menegur ibu saya lewat facebook. Karena Ibu saya bunet, alias buta internet, Ibu saya merasa sedikit bersalah karena sangat jarang membuka facebook (perlu bantuan cucunya untuk membukanya lewat pc di rumah) dan tidak bisa membuka foto-foto yang dikirim ke hpnya yang biasa-biasa saja itu. Yang membuat ibu saya lebih merasa bersalah adalah karena kadang-kadang beliau yang meminta foto tersebut. Contoh percakapan (sms) mereka:
“Eyang… anakku sudah lahir!”
“Oh ya? Selamat ya. Laki-laki atau perempuan? Lihat dong fotonya…”
“Ini Eyang.”
Tentunya dengan bangga teman ibu saya mengirimkan foto bayinya… yang kemudian tidak bisa dilihat sama sekali oleh ibu saya.

Setelah menentukan budget, fitur yang diinginkan, serta melihat-lihat aneka hp yang ada, pilihan pun jatuh kepada merek yang sama seperti telepon lamanya dengan jaminan bisa memindahkan semua data dari hp lama ke hp baru. Data selesai dipindahkan, SIM Telkomsel diaktifkan, mulailah proses belajar menggunakan smartphonenya yang baru.

“Jadi Mah, ini kartunya sudah aktif, tapi untuk menggunakan internetnya perlu beli paket internet lagi, kalau tidak pulsanya kemakan banyak. Nah ini paket internetnya sudah aku aktifkan lewat program bunetnya telkomsel, kalau kuotanya sudah habis, bilang nanti aku isi lagi,”
“Ok. Jadi sekarang sudah bisa lihat foto?”
“Bisa banget! Mamah juga bisa buka fb, chatting lewat bb, wa…”
“Tunggu… satu-satu dulu, jadi kalau mau lihat foto di fb bagaimana?”

Rupanya sudah tidak sabar ibuku melihat foto teman-temannya. Mulailah proses cara membuka fb di hp baru Mamah. Cara login, timefeed itu apa, cara membuat status, memberi komentar, mencari teman, membuka foto album (dan melihat-lihat aneka foto bayi serta anak-anak temannya) dan sebagainya.

“Paham Mah?”
“Kayaknya paham,”
“Ya udah tanya aja lagi ya kalau masih bingung.”

Lama tidak terlihat ada aktifitas. Sampai suatu hari, kejutan! Dapat notifikasi, “Fatimah memberikan komentar” Waks! Mamahku serius fban?
Yep. Dibawah foto yang saya pajang tertera komentar dari ibuku. Waow, Mamah sudah bisa main fb sekarang. Ups, harus lebih hati-hati berstatus dong sekarang 🙂

20141029-213951.jpg

Waooo… udah bisa komen di fb Mamah akoooh 😀