Cerita Jumat : Bersyukur itu Mudah

A green version of http://commons.wikimedia.or...

Image via Wikipedia

Ibu saya selalu mengajarkan kami untuk mensyukuri segala nikmat yang kami terima. Seperti dalam surat Ar-Rahmaan, “Fabi ayyi aalaa irobbikumaa tukadzdzibaan .. ” Apalagi karena beliau bekerja di LSM yang menangani anak-anak difabel, YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) sangat banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada beliau dan kami, anak-anaknya. Alhamdulillah kita semua lahir normal, tidak kurang suatu apapun. Otak mungkin bukan yang paling moncer, tapi juga nggak payah. Pokoknya oks semua, berjalan baik sebagaimana mestinya. Rezeki keluarga juga Alhamdulillah ada, makan yang enak, tidurnya di kamar nyaman, sekolah bisa. Pokoknya nggak kekurangan deh.

Tapi yang namanya orang usil, ada aja yang suka nyinyir ke ibu. Segala rumahnya dibilang kecil banget, anak-anaknya nggak ada yang juara, dan lain-lain. Ibu saya paling cuma senyum-senyum aja. Kata beliau, “Buat apa marah? Buat dia rumahku kecil, buat orang lain rumahku besar. Gak masalah, yang penting kalian semua ada kamarnya sendiri, kalau hujan nggak bocor…”  Ya bener juga ya. Ngapain juga dipikirin. Ketika masih ada orang-orang yang tinggalnya di kolong jembatan, buat apa marah?

Apakah trus ibu saya tidak dapat masalah? Oh tentu ada. Yang namanya hidup pastilah penuh masalah. Namun ya itu, dengan prinsip bersyukurnya, ibu saya selalu terlihat cerah ceria. Nanti kalau sudah di rumah, diantara orang-orang tercinta, baru deh keliatan klo lagi kusut. Sehingga gak heran pernah ada yang komentar, “Kamu tu hidupnya enak bener, gak pernah susah…” Lagi-lagi ibu saya cuma senyum-senyum aja. Yah, buat apa juga masalah diumbar-umbar? Emang artis, bentar-bentar kudu ngadu ke inpohtenmen?

Jadi ya bersyukur itu memang mudah. Baik dalam keadaan bahagia maupun susah jangan pernah lupa bersyukur. Hidup sudah susah. Untuk apa dibuat tambah susah? Kalau kita merasa susah maka beneran dikasih susah sama Allah. Tapi kalau kita berusaha, berikhtiar mencari jalan keluar dari permasalahan hidup, insya Allah akan diberikan jalannya. Mungkin tidak sekejap, mungkin kesabaran perlu diuji, yang penting kita selalu husnudzon sama Allah. Kadang memang mungkin sulit ya kala persoalan membelit, tapi nikmat itu disyukuri dari yang kecil-kecil. Kalau orang Jawa bilang, “Untung…” Untung mata masih bisa lihat, untuk jari masih bisa menulis, untung kaki maih bisa jalan, untung telinga masih bisa mendengar. Ya iya kan? Coba kalau mata diambil, pendengaran diambil, apa enak? Bersyukur ternyata mudah kan? Gak perlu tunggu sakit atau ada musibah dulu baru bisa bersyukur. Kapanpun selalu bersyukur, karena nikmat mana lagi yang kau dustakan?

 

Advertisements

One thought on “Cerita Jumat : Bersyukur itu Mudah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s