Mencari Yang Benar dan Yang Baik

Satu hal yang guru saya sering ulang adalah pentingnya berdoa. Pertama adalah membiasakan diri untuk meminta kepada Allah, tidak pada yang lain. Kedua, meski kita bebas meminta dan memohon apa saja, ada beberapa hal yang sering beliau ingatkan supaya saya jangan lupa. Beberapa hal ini:
1. Mohon ampun – manusia pasti sering berbuat salah
2. Mendoakan orang tua – wajib dan jangan sampai lupa.

Sekarang setelah saya berkeluarga dan mempunyai anak (saya sudah belajar sama guru yang ini dari SD) guru saya juga menambahkan beberapa hal ini:
3. Mendoakan suami – agar selamat dan mencari rizki yang halal
4. Mendoakan anak – doa ibu matih
5. Mendapatkan guru yang benar
6. Mendapatkan teman-teman yang benar
(Yang kedua terakhir ini juga berlaku untuk suami dan anak-anak.)

Dulu mungkin karena saya hanya mengaji pada beliau dan masih lajang, cukup bahwa saya ingat untuk mohon ampun dan orang tua. Namun sekarang saya sudah dewasa dan mulai melakukan aktifitas layaknya ibu-ibu lainnya yaitu ikut pengajian, maka mungkin -karena saya juga nggak pernah tanya kenapa- beliau merasa perlu untuk menambahkan hal-hal yang harus saya minta kepada Allah. Tadinya saya tidak terlalu mengerti namun setelah mendengar cerita dari teman-teman, baru saya memahami maksud guru saya.

Sebagai seorang yang ilmunya rendah, adalah wajar saya mencari guru untuk menambah ilmu. Namun ternyata kalau kita mendapat guru yang salah, alih-alih tambah beriman bisa jadi kita malah murtad! Yang ilmunya sebenarnya juga nggak banyak sehingga tidak bijaksana dalam memberi nasihat, yang tidak bisa memberi rujukan hadits atau ayat dalam memberi pendapatnya, yang memutar balikkan fakta, yang menafsirkan secara bebas, yang amat cinta pada otak dan logika sehingga tidak bisa menerima hal-hal diluar logika dan membolehkan yang tidak boleh, sampai yang pada akhirnya mengajak kita beriman bukan kepada Nabi Muhammad melainkan pada sang Guru itu tersebut sehingga kita harus tunduk pada segala kehendak sang guru meskipun itu adalah tindakan kriminal.

Kenapa setelah guru kita kemudian minta teman-teman yang benar dan baik karena kedua hal tersebut terkait erat. Ketika mencari sesuatu kita seringkali meminta rujukan atau rekomendasi teman. Dari yang sepele seperti beli sepatu yang murah dan bagus dimana, sampai sekolah yang bagus dan terjangkau. Seperti pepatah bertemanlah dengan tukang parfum maka engkau akan kena wanginya, berteman dengan yang benar dan baik juga Insya Allah akan membawa kita pada kebaikan.

Saya yakin guru saya pasti juga turut mendoakan saya karena selama saya bersekolah di luar negeri Alhamdulillah saya dikelilingi orang-orang baik. Bahkan karena teman-teman saya juga saya memberanikan diri melamar menjadi asisten dosen. Alasannya sederhana banget, si Rob dan Matt jadi TA masa aku enggak? Meskipun saya jadi asisten murni alias menjawab telpon masuk, bikin fotokopi, dan boleh ikutan duduk di kelasnya gratis. Sementara kalau teman-teman saya ya membantu mengajar di kelas. Gak masalah. Yang penting pernah jadi asdos. hehe.

Sekarang hal ini ya terbukti lagi. Alhamdulillah sejauh ini mendapat guru-guru lain yang mempunyai aura positif, ilmunya tinggi dan mengajak ke kebaikan. Untuk selalu memperbaiki diri. Karena itulah judulnya mencari yang benar dan baik. Orang-orang yang benar biasanya baik, sementara yang sebaliknya belum tentu. Semoga saya tidak lupa.

Advertisements

2 thoughts on “Mencari Yang Benar dan Yang Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s