Demi Anak?

Kapasitas cinta seorang anak pada orang tuanya itu sungguh luar biasa. Mereka percaya sepenuhnya dan mencintai seutuhnya.

Anak juga sangat cerdas dan sensitif. Hanya sedikit hal yang bisa disembunyikan orang tua dari anak. Perasaan mereka sangat peka. Mereka mungkin tidak tau apa dan mengapa, tapi mereka bisa merasakan dan memancarkan berkali lipat.

Berhati-hatilah dalam mengatakan,”Demi anak.” Benarkah demi kesejahteraan anak? Ataukah hanya demi ego kita? Demi menjaga muka? Apa kata orang? Well, orang akan tetap berkata apa saja sesuka hati mereka.

Jujurlah. Sebetulnya demi siapa? Anak adalah cerminan. Anak menyerap juga meniru dan kebanyakan anak akan meniru orang tuanya. Alam bawah sadarnya akan mencari pasangan yang mirip seperti ayah atau ibunya.

Jujurlah, apa yang ingin diwariskan ke anak kita?

Putus rantai kekerasan.

Putus rantai kekerasan.

Putus rantai kekerasan.

*tol dalam kota 15/5/10*

Advertisements

2 thoughts on “Demi Anak?

  1. anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil, anak lebih cepat menangkap apa yang dirasakan oleh orang tuanya, karena nalarnya belum matang, maka anak sering salah persepsi tentang perasaannya sendiri, maka orang tua perlu menjelaskan perasaan yang sedang dialaminya jika anak melihat dan merasakan hal tersebut sedikit demi sedikit sesuai dengan daya tangkapnya. Maka komuniksi dan hubungan emosional dengan anak perlu dijaga dengan tujuan agar anak tumbuh sehat jasmani rohani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s