mencari sekolah

Kakak sekarang sudah TK B. Tahun depan masuk SD. Dibilang ribet enggak. Dibilang enggak ya ribet juga. Dalam arti, SD, 6 tahun dimana anak akan menerima pendidikan dasar yang menentukan sikapnya terhadap pendidikan di masa depan. Sampai salah masuk, anak bisa trauma sekolah. Memang tentu saja selalu bisa pindah sekolah, tpi kan ya kalau nggak karena memang mau pindah serombongan rasanya kan males lah pindah2. Kalau bisa dari awal dapat yang cocok kenapa tidak?

Kata teman yang tahun lalu jadi ibu TK B, mencari SD seperti mencari jodoh. Melihat checklist mencari sekolah dari suatu lembaga di Australia mengkonfirmasikan hal tersebut. Pada dasarnya ada beberapa hal yang perlu diingat ketika mencari sekolah :

– kenali anak kita.
Kenali seperti apa kepribadiannya. Apakah yang tipe klasik, senang belajar sendiri, membaca buku dan mengerjakan soal2, ataukah yang suka bongkar2 sesuatu untuk diperhatikan cara kerjanya, senang kerja sendiri atau kelompok dll.

– cocokkan dengan filosofi kita
Hal-hal apa yang menurut kita belum ada, untuk melengkapi anak kita. Misalnya kita merasa lemah dalam mengajarkan agama tapi menganggap penting anak kita tau agama, ya mungkin sebaiknya masuk ke sekolah yang berbasis agama. Setiap keluarga tentu berbeda prinsipnya, jadi kenali juga apa hal yang penting buat kita. Yang buat saya penting belum tentu buat anda sama.

Setelah kira2 kita tau kedua hal tersebut mari kita survey sekolah. Sekarang yang diingat ketika melihat sekolahnya :

– kurikulum yang diajarkan
Mengacu pada kurikulum nasional yang dikeluarkan diknas atau menggunakan kurikulum lain? Bisakah anak kita meneruskan sekolah disini setelah lulus? Kalau penting lho ya, kalau lulus sd mau dikirim ke luar negeri ya lain perkara lah.

– prinsip dan filosofi sekolah
apakah hanya memikirkan sisi akademis, keseluruhan, menjadikan anak individu atau seragam? Cara mengajarnya klasik atau siswa aktif? Kalau murid ada kesulitan atau masalah, bagaimana cara menanganinya? Ada buku penghubung atau tidak? karya murid dipajang di dinding sekolah atau tidak?

– fisik sekolah
bangunannya terawat atau tidak? Bersih dan resik? ada ruang untuk anak bergerak dan lari2? Toiletnya wangi apa tidak? ada tempat ibadah atau tidak?

– harganya 😉
biasanya sih kita suka langsung tanya harga. mampu nggak sekolah disitu? Harganya sebanding nggak dengan kualitasnya?

Kalau setelah melalui tahapan awal ini sekolahnya lolos seleksi, baru kita liat lagi bareng anak kita. Kalau bisa ketemuan sama kepala sekolahnya jadi jelas visi dan misi serta cara belajar-mengajar di sekolah itu bagaimana. Trus liat deh anak kita nyamannya dimana, ikut tes nya, berdoa supaya anak kita diterima di sekolah yang paling cocok buat dia.

Phew. Dan nanti pas anak kelas 6 SD mulai lagi kita ribet cari SMP…. hehehe….. dulu emak kita ribet kayak gini gak ya tentang kita?

Sukses ya semua ibu2 TK B 😀

with thanks to Wiwiet, Ika and bu Dessy – may we find the best school for our kids.