Caleg, Dimanakah Kau Berada?

“You have to practice what you preach.”
Jadilah kemarin malam saya duduk manis di depan pc siap untuk meminta pertolongan mbah gugel tentang info caleg. Abis ama tante KPU diwanti-wanti harus pilih caleg biar efektif. Saking semangatnya sampai lagi ngomongin apa sama si tante disamber soal milih caleg yang terpercaya. Iya deh tante, eike gak golput

Ok, so, pertama buka situs partai. Gampang, sekejap juga ketemu sama si mbah. Sempet YMan ama temen, mana ini daftarnya te aya. Aya, cari aja lagi, kata temen. Yeuh… Mbok ya font sizenya yg gede trus kelap-kelip “iki daftar calegnyo!!!” Ben, klik daftar. Cari Jakarta. Weks! Banyak amat! Tiap kategori ada skitar 7 calon. 7×3=21. Ampyuuun… Musti cari profil 21 orang??? Untung sama si eyang udah dibisikin, ssst… Liat yang nomer 1-3 ajah atau yang perempuan. Lumayan, jadi berarti tinggal 9-12 nama aja. Pas dah tenang, dibaca lagi satu-satu namanya. Ah, ternyata ada yang udah tau, dah sering denger dia waktu kampanye kemaren yang sayangnya kalah. Okelah pilih dia ajah. Harusnya sih beliau gak berubah jauh dari kemaren. Insya Allah.

Lumayan 1 kategori dah ketemu, tinggal 2, jadi kalau mau milih yang perempuan tinggal 2 nama, tapi kalau penasaran tinggal 6-8 nama ajah. Kirain bakalan segampang yang tadi ternyata… Aih pak, bu… Kalian teh saha? Mana search function di situsnya nggak jalan. Apa profilnya ngumpet sama kayak daftarnya? Cari-cari nemu daftar jabatan di partai. Oh good, anda ketua bagian ini dan itu but who are you really? Cari lagi, nemu artikel aja soal kunjungan ke pasar. Coba cari bareng si mbah, aih ternyata ya, ada yang ketemu ada yang tidak. Bagaimana sih ini? Belum selesai pencarian si kakak dah merengek-rengek minta main kompi. Yo wis ngalah… Pencarian calegnya stop dulu, main puzzle dulu sama kakak.

Yah, pantes aja tetap banyak yang pesimis dan ngeles,”Gw gak kenal tuh… Sape elu yee?” Kita digiring untuk milih caleg, tapi informasinya gak rata. Idealnya nih di daftarnya namanya bisa langsung diklik trus link deh ke halaman profil yang isinya data mereka seperti nama, pengalaman, jabatan, ikutan cause apa aja trus ya itu dia, visi dan misi ybs. Not too much to ask is it?

Soale terus terang saya malas kalau harus ikutan ke lapangan dengerin pidato. Buatlah mudah untuk pemilih untuk mengetahui siapa yang dia pilih. Saat ini jadinya kita diharapkan untuk percaya pada partai dan percaya bahwa apabila terpilih menjadi leg dia akan tunduk padahaluan partai. Padahal terkadang hal2 kecil tu perlu lho misalnya, merokok apa tidak, istrinya satu apa empat. Emang masalah? Ya sebenarnya terserah sih mau istrinya berapa, cuma rasanya masih gak rela deh kalau uang rakyat dipakai untuk membiayai keluarga besar karena beberapa perkawinan. Tau deh, masih idealistis kali ane ye… keluarga satu aja pasti ada masalah apalagi kalau keluarganya banyak, kapan mau mikirin rakyatnya? Info2 prentilan macam gini kan suka gak keliatan kecuali si calegnya bikin blog pribadi dimana sang caleg menyatakan anti rokok. Ya logikanya kalau dah berkata demikian di blog rasanya aneh kalau pas ketemu ternyata calegnya sedang ngepul Capri Menthol. Gak lucu kali yeee….

Jadi kepikiran, kalau si calon pemilih tidak dari keluarga yang tertarik pada politik, trus temen2nya juga sesama apatis, plus gak hobi nonton acara debat politik. Nah apa dan siapa yang mau dia pilih? Ideologi aja mungkin dia nggak tau apa nasionalis, sosialis, kapitalis, dll. Milih partai juga kali dia bingung. Partai apa yaaa? Belum suruh pilih caleg. Weleh… Bisa2 ntar pilihnya kayak saya dulu, berdasarkan rupa bukan isi. Hieee!

So eniwe, saya sih nggak jera. Malam ini atau besok lanjut lagi surfing for calegnya sampai puas. Masih ada seminggu kan?

Advertisements

12 thoughts on “Caleg, Dimanakah Kau Berada?

  1. wiwieksulistyowati said: Mba sita, ntar kalo udh nemu caleg yg oke, ksh tau aku ya, males euy cari2 info mereka hehehehe…

    betul-betul. aku ikut aja juga deh. mba sita, kalo ada namanya yg recommended, tolong dipromosiin ke kita-kita, kekekeke

  2. enggak kok sebetulnya dari dulu2 juga sama aja, DPR, DPRD sama sekarang DPD. Kalau di daerah malah ada DPRD satu lagi mba. Waktu yang lalu masih belum begitu melek, masih euforia pertama kali seumur idup ikutan pemilu. Nah sekarang untuk kedua kalinya canggihan dikit dong makanya beneran ngeliatin calonnya siapa πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s