Pertanyaan ‘Itu’

Di rata-rata milis, kalau pertanyaan ‘itu’ keluar biasanya milis akan jadi heboh sekejab. Bahkan saya pernah keluar dari salah satu milis gara-gara bete baca jawaban mayoritas penghuninya mengenai ‘itu’. Apaan sih?

Itu tuh, masalah poligini alias menikah lagi ๐Ÿ˜‰

Dulu memang sayapun termasuk yang berapi-api suka es mosi kalau membicarakan mas alah ini. Tapi lama-lama akhirnya saya mengerti sendiri bahwa mas alah ini bukanlah masalah yang perlu dibesar-besarkan apalagi ditanggapi dengan emosian. Mendingan juga Es Teler atau Mochabella.

Kenapa? Apa saya sudah tidak membela perempuan lagi? Ooo… Tidak. Saya tetap tidak suka kalau ada ketidak adilan terhadap perempuan dengan dalih agama. Tapi dari pengertian saya yang sedikit ini saya tau bahwa yang namanya poligini, tidak akan mungkin bisa sampai dengan perasaan. Sampai kapanpun, kalau pendekatannya perasaan dan emosi, tidak akan ketemu. Tidak ada perempuan yang mau diduakan.

Tapi, saya juga percaya pada Allah, percaya bahwa Dia tidak akan menyesatkan ummatnya. Pemahaman ini tentu melalui proses. Saya baru benar-benar dong ketika melihat apa yang menimpa seorang tante non-muslim. Dalam agama tante NM tidak ada poligini. Saya tidak mau berpanjang atas urusan mereka singkat cerita om NM tidak punya pilihan selain menceraikan tante. Tidak mengatakan bahwa kalau mereka muslim tante NM tidak akan minta cerai atas perlakuan om NM tapi setidaknya mereka akan punya PILIHAN, bisa memilih tetap bertahan atau keluar. Tentu semua dengan konsekuensi masing-masing namun opsi itu tidak ada untuk tante. Mau tidak mau ya harus bercerai. Tidak ada jalan lain bagi mereka.

Karena itu tepatlah analogi poligini seperti pintu darurat. Pintu itu perlu, tapi sebaiknya tidak pernah digunakan. Jika ada kerusakan pesawat pilot akan berusaha memperbaiki dulu mesinnya semaksimal mungkin – pernah kan penerbangannya di delay karena kerusakan mesin? Bagaimanapun caranya, pilot akan berusaha dulu supaya pesawat bisa mendarat dengan aman dan selamat – seperti Miracle on Hudson River – baru menggunakan pintu darurat, kalau nggak penumpangnya tidak bisa keluar dong. Dan kalau pintu ini ditiadakan? Tenggelamlah semua penumpangnya. Alternatif yang nggak lucu juga kan?

Demikian pula dengan perkawinan. Perbaiki dulu apa yang salah didalam sebelum mencari tambahan masalah diluar. Dan, sebagaimana pilot harus menguasai pesawatnya, adalah tanggung jawab kepala keluarga i.e. Suami, untuk memperbaikinya.Jangan sombong!
Jangan menyalahkan orang lain atas kesalah yang dibuat-buat sendiri. Jangan anggap enteng kewajiban yang jatuh ke pundakmu sebagai suami dan kepala keluarga.

Advertisements

8 thoughts on “Pertanyaan ‘Itu’

  1. Pd knytaanny,msh ada jg tman yg pny istri shalehah malah poligami dgn perempuan lain dgn dalih sdh terjebak dlm hts (hub tnpa status) jd skalian d ksh status istri k2.serem deh..pdhl kn Allah udh jelas bkin aturn untk poligami..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s