just my two cents

Bahwa manusia itu bisa menjadi mahluk jahat, sebetulnya sudah bukan pengetahuan baru. Buktinya masih ada perang dimana-mana. Tapi kadang ada saja perilaku jahat yang tetap membuat saya tertegun.

Kemarin saya pergi ke MP Bookpoint, ceritanya sih mau ke book launchingnya mba Ita Sikrit tapi karena salah liat jam jadinya telat, sesi mba Ita dah lewat malah dapatnya sesi KDRT. Saya pernah sih sebentar mengedit naskah tentang KDRT jadi ya sudah pernahlah membaca kekejaman manusia atas sesama, tapi mendengar kesaksian para survivor KDRT, mendengar mereka mengutarakannya, cara-cara mereka bertahan untuk mengatasinya, kekesalan mereka atas perlakuan yang mereka dapati dari pihak-pihak yang seharusnya melindungi mereka seperti mafia peradilan, polisi yang tidak bisa berempati, dll sungguh membuat saya terpana.

Jalan kita ternyata masih panjang. Masih banyak yang perlu kita lakukan agar KDRT tidak menimpa keluarga kita dan anak2 kita. Salah satunya adalah dengan memutus mata rantai tersebut. Jangan ‘lestarikan’ KDRT.

Ingat, Islam tidak mengajarkan KDRT dalam rumah tangga. Islam mengajarkan kebahagiaan, toleransi dan kasih sayang. Bukan rasa takut, penderitaan dan penghinaan. Jangan rusak anak-anak kita dengan bertahan dalam KDRT.

Advertisements

10 thoughts on “just my two cents

  1. deeyand said: makasih ya tante, udah tante kemarin. seneng bertemu dikau setelah sekian lama 😉

    Iya nih dah lama ya kita nggak ketemuan 🙂 Insya allah bulan depan ketemuan lagi ya tante 😀

  2. ya, tapi yang berani memperjuangkan dirinya dari KDRT tuh sedikit, dan yang mendukung lebih sedikit lagi. Mestinya dalam ceramah-ceramah keagamaan para ustadz/ah, ini perlu berulang-ulang dibahas, terutama pada para laki-laki (bagaimana memperlakukan istri) dan pada orangtua (bagaimana mendidik anak, etc)…. mencontoh sunah rasul tuh jangan cuman yang itu2 doang, tapi yang propaganda anti KDRT dengan iming2 pahala dan surga…. dan bahwa berbuat baik pada keluarga tuh JIHAD!!!! hehehehe…..

  3. ijulsz said: a, tapi yang berani memperjuangkan dirinya dari KDRT tuh sedikit, dan yang mendukung lebih sedikit lagi.

    Betul jeng. Karena itu harus ada perubahan pola pikir. Ini tugas yang sulit. Amerika yang sudah memulainya dari tahun 80an aja masih punya kasus KDRT sampai sekarang. Harus edukasi dan advokasi terus-menerus kalau tidak sulit untuk berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s