Cewek Ngerokok. So what?

Kenapa kita suka ribut kalau melihat perempuan merokok tapi diem-diem aja melihat laki-laki merokok? Plis deh, standar ganda gituh.

Merokok memang bukan kegiatan positif, udah buang-buang uang, kesehatan jadi nggak jelas, baunya nggak enak, bikin orang lain sakit pula. Dan bagi saya orang yang memutuskan untuk merokok itu berarti membuat keputusan yang tidak pintar. Siapapun itu.

Saya tidak membeda-bedakan siapa yang merokok; oh dia cowok, wajarlah, oh dia cewek, pasti perek. Perbuatan buruk bagi yang satu menjadi keren untuk yang lain?

Di salah satu pekerjaan saya dulu, pernah ada yang bertanya begini,
“Suami lo ngerokok nggak?”
“Tidak dong,”
“Hmm… bukan cowok kalo nggak ngerokok!”
“Ah, gw nggak bakalan kawin ama perokok!”
Sebetulnya yang ingin saya katakan adalah, “Iya, bukan cowok bego. Suami gw kan pinter, masa merokok?” Tapi yah… daripada berantem

Karena itu saya suka bingung kalau melihat komentar miring banget sampai hampir jatuh kalau melihat perempuan merokok. Sampai merasa perlu memasang fotonya. Apalagi kalau perempuannya berjilbab. Lha? Apa spesialnya? Kalau misalnya trus ada Ustad atau Kiai merokok, apa trus akan dipasang juga fotonya lengkap dengan komentar miring? Lihat… Ustad X merokok! Sungguh tercela perbuatan Ustad ini. yes? no? don’t know? don’t care?

Buat saya, keputusan untuk merokok adalah keputusan yang bodoh. Ketimbang beli rokok, uang itu bisa dipakai untuk membiayai anak asuh misalnya. Memang saya tahu kadangkala ada situasi dimana orang menjadi merokok, misalnya dulu kalau rapat sampai malam Ayah saya sekali dua juga merokok. Atau kalau sedang di lapangan Abang saya merokok supaya bisa bonding sama pekerja-pekerjanya. Ya saya bisa mengertilah, toh ketika keluar kantor dan lapangan mereka berdua mematikan puntungnya. Tapi saya tidak kemudian berpikir lebih miring untuk yang satu dan lebih positif untuk yang lain. Saya tidak perduli apa yang merokok pakai rok mini, pakai celana ngatung, pakai jilbab, pakai dasi, pakai baju haji, pakai lipstik atau pakai jenggot, pendapat saya tetap sama. Tetap bukan keputusan yang cerdas. Kalau mereka tetap mau merokok? Ya terserah. Udah gede kan, udah kerja, duitnya duit sendiri, dah tau baik buruknya? Asal jangan dekat-dekat saya dan anak-anak saya saja.