Bapak

Bapak

Bapak yang gagah,
yang mudanya suka adu silat,
yang giat bertani,
yang hobi nonton bola,

Bapak sekarang terkulai lemah,
harus dibantu, ditolong,
dipakaikan popok.

Bapak yang galak,
yang menanamkan disiplin,
yang mempunyai ekspektasi tinggi,
yang sebetulnya cinta,
pada anak-anaknya

Wajah-wajah cinta
yang sekarang berbalut duka
tangan-tangan tak lepas menggenggam Bapak,
agar sakitnya berpindah
mulut-mulut tak henti berdzikir,
bertakbir,
melantunkan ayat-ayat suci,
memeluk Bapak
membisikkan syahadat

bahkan tanaman Bapak bersedih
dedaunan hijau yang menyelimuti teras menjadi gersang
gelombang cinta yang hijau berseri
kini meredup kusam
bermuram durja merindukan Bapak

Ya Allah, ringankanlah penderitaannya,
Ya Allah, angkatlah penyakitnya
Ya Allah, berikanlah yang terbaik
untuk Bapak kami.

menjelang tengah malam, Pondok Cabe 8/7/08

Advertisements

6 thoughts on “Bapak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s