Emily…

Becky dan Emily,
Dua sahabat dari Amerika
Datang ke Inggris bersama
sekamar di Asrama
tepat dibawah kamar saya
Berkenalan, bertegur sapa
Saling bertukar opini
tentang makanan asrama
yang ‘aduhai’ enaknya
Becky dan Emily,
hadir dengan aksen Nashville
“all nasal and twang”
Kerjanya ngocol bareng
sambil mempelajari wong Enggres
Terutama cowok-cowoknya
meski akhirnya
tetap aja datingnya
ama teman senegara
Mereka teman yang asyik,
buat nonton bareng
Dugem bareng
Tapi juga bisa diajak curhat
dan bercanda
Tahun akademis selesai
Becky dan Emily,
pulang kampung
melanjutkan kuliahnya
Penasaran,
sempat berlibur kesana
melihat universitasnya
makan bareng di Cracker Barrel
beli buku di Borders
dan melihat Grand Ole Opry
Alas!
Hubungan kami kemudian terputus
Sampai kemudian
facebook mempertemukan
“Becky! How are you?”
“Sita! Blast from the past!”
Tapi,
dimana Emily?
“I hate to tell you that Em is no longer with us. She died five or six years ago,”
Emily,
my beautiful, brown-eyed friend,
inikah mengapa
aku tidak bisa
mengingat namamu?
my sweet, dear friend,
yang menjelaskan
mengapa kamu perlu
2 foundation:
1 untuk summer
1 untuk winter
yang ketika hendak berlibur
kopermu sungguh amburadul
sehingga harus dikemas ulang
by yours truly
I still see you,
smiling
your gorgeous smile
Becky and Emily,
no longer be
but I still have Becky
take care Emily
I miss you
with love from the other side of the world.
cilandak, 1/8/08
Advertisements

Bapak

Bapak

Bapak yang gagah,
yang mudanya suka adu silat,
yang giat bertani,
yang hobi nonton bola,

Bapak sekarang terkulai lemah,
harus dibantu, ditolong,
dipakaikan popok.

Bapak yang galak,
yang menanamkan disiplin,
yang mempunyai ekspektasi tinggi,
yang sebetulnya cinta,
pada anak-anaknya

Wajah-wajah cinta
yang sekarang berbalut duka
tangan-tangan tak lepas menggenggam Bapak,
agar sakitnya berpindah
mulut-mulut tak henti berdzikir,
bertakbir,
melantunkan ayat-ayat suci,
memeluk Bapak
membisikkan syahadat

bahkan tanaman Bapak bersedih
dedaunan hijau yang menyelimuti teras menjadi gersang
gelombang cinta yang hijau berseri
kini meredup kusam
bermuram durja merindukan Bapak

Ya Allah, ringankanlah penderitaannya,
Ya Allah, angkatlah penyakitnya
Ya Allah, berikanlah yang terbaik
untuk Bapak kami.

menjelang tengah malam, Pondok Cabe 8/7/08

Dari Book Fair…

Ketika saya mengajak teman saya ke Book Fair hari ini jawabannya simpel saja, “Nggak ah, gw abis dirampok!” He? Dirampok? Tapi… kok ngomongnya kalem banget? “Iya gw abis dirampok kemaren ama Book Fair, dah cukup sekarang duit gw abis,” jawabnya sambil nyengir lebar. Halaah…. kirain.

Tapi, memang benar lho, book fair itu memang kerjanya ‘merampok’ dompet. Saya harus menetapkan budget dimuka biar nggak kebablasan. Hari ini Alhamdulillah bisa belanja sesuai dengan budget, itu juga karena perginya sendirian jadi bukunya musti bawa-bawa sendiri. Berat euy. Kalau ada sherpanya kali bisa jebol juga budgetnya

Bonusnya kali ini ketemu sama mba Asma dan mba Helvy! Padahal dah sedih banget tuh waktu hari Minggu lalu terkapar jadi nggak bisa ketemu mereka. Eh rupanya ada yang mendengar, hari Sabtu mereka berdua nongol lagi. Dah gitu hampir aja kelewatan kalau nggak trus dengar ada yang woro-woro, “Ya kapan lagi pengarang menjual bukunya sendiri?!?” lha itu kok seperti… eh ternyata benar. Langsung deh duduk manis dekat mba Asma, ngobrol dan melongo menonton mba Helvy. Ternyata…. hihihih…. sebetulnya bukan pertama kali ketemu sama beliau, tapi di 2 pertemuan sebelumnya cuma diem2an aja. Yang pertama karena emang belum kenalan, pertemua kedua karena mba Helvy sebetulnya ketemuannya sama bos aku, masa trus mau nimbrung pencicilan gak karuan? Bisa digetok aku sama bos 🙂

So meski sangat capek karena paginya ngajar dulu, sempat berdesak-desakan ria, kehabisan buku anak-anak di gramed, all in all, cukup menyenangkan. Dan sekarang saya punya banyak buku baru yang pelan-pelan akan dibaca. Mudah2an selesai semua tahun ini 😀

evaluasi target 2008

Hmm… ternyata sudah bulan Juli, tahun ini sudah lewat setengahnya. Bagaimana dengan target tahun ini? Apa kabarnya?

1. Menyelesaikan Proyek Non-Fiksi

Masih belum selesai 😦 Gak tau nih, mentalnya masih mental kuda kalau belum dipecut belum jalan. Masalahnya kuda tanpa sais mau jalan kemana?


2. Mempertahankan Kebiasaan Olahraga

Ya… kalau lagi rajin OR, kalau datang malas, enggak. Naik turun gitu deh. Apalagi saat ini lagi pilek begini, maunya bobo aja daripada ke gym. Ukuran baju belum turun, meski nggak naik juga sih.


3. Merubah Pola Makan

Yah, mulai mengurangi lah sama berusaha makan lebih sehat 😉


4. Membuat Cerpen

Masih sekedar angan2. Lihat hasil no 1 untuk alasannya.


5. Menata Keuangan Dengan Lebih Baik

Well, tetap berjalan. Kadang udah bisa nabung dikit, ada aja kebutuhan rumah sehingga keluar lagi. Tapi mudah2an tahun ini bisa lebih baik lagi.


6. Memperbaiki Ibadah

Sedang berusaha keras untuk membiasakan diri menyegerakan shalat. Setelah pasang software Azan jadi lebih terpanggil sih karena kalau bergantung sama Azan mesjid suka nggak kedengeran. Baca Qurannya masih perlu ditingkatkan tapinya. Mudah2an dengan anak2 mulai sekolah semua akan bisa ada waktu untuk ikut pengajian kalau ada yang dekat rumah dan pagi2. Rasanya ilmu kok mentok situ2 aja.


Yah ternyata hasilnya masih kurang menyenangkan 😦 Terutama target no 1. Selama ini ngapain aja sih? Entahlah. Managemen waktu masih harus diperbaiki. Jihad diri sendiri harus ditingkatkan.