Tugas Aktor

Apa tugas aktor? Mengintip catatan kuliah dulu – yang cuma nyerempet dikit soal akting – tugas aktor ya memerankan karakternya sebaik mungkin. Karena itu riset dan belajar merupakan bagian penting dari tugas seorang aktor. Belajar aksen baru, keahlian baru semisal memainkan alat musik, berkuda, main anggar, dll. Meriset profesi lain semisal menjadi dokter, pengacara, polisi, supir bus umum. Kalau sudah nonton Speed, mau tau kenapa Sandra Bullock bisa terlihat begitu nyaman mengemudikan bus kota? Karena untuk peran tersebut tante Sandra memang ikut pelatihan supir bus dan punya SIM khusus supir. Kalau mau tante Sandra bisa tuh ganti profesi jadi supir bus Los Angeles. Atau aksen Inggris neng Renee Zellweger di Bridget Jones Diary, gerak-gerik Dustin Hoffman sebagai penderita Autis di Rain Man, semua sangat meyakinkan berkat riset mereka yang mendalam atas perannya masing-masing.

Karena itu sangat disayangkan kalau ada yang menyangsikan kemampuan akting seorang aktor, semata-mata berdasarkan kehidupan pribadinya. Lho, apakah tidak penting? Tentu saja penting. Produser juga berkepentingan memilih aktor yang mempunyai citra baik dimata penonton dan juga berkelakuan baik untuk kelancaran proses produksi. Aktor-aktor yang susah disiplin waktu, meski kemampuan aktingnya piawai, bisa membuat produser dan sutradara berpikir ulang untuk mengcastingnya. Juga mereka yang punya kebiasaan buruk apalagi pengguna narkoba. Wah, bisa dipastikan produser enggan memilih mereka karena risikonya terlalu besar. Kalau datangnya telat terus sehingga memperlama jalannya produksi membuat biaya produksi naik. Kalau pengguna narkoba, pas tengah2 produksi ditangkep polisi, berabe dong. Mending kalau cuma ditangkap, kalau trus OD? Bubar jalan blas, musti re-shoot.

Tentu setiap produksi berbeda. Ada proyek2 tertentu dimana pemainnya harus sudah memiliki keahlian tersebut, misalnya film tentang penari balet. Mau nggak mau tokoh-tokoh utamanya haruslah seorang penari balet yang bisa berakting untuk mempermudah produksi. Tentu juga sebaiknya pemain yang dicasting cocok dengan perannya, misalnya perannya adalah seorang Cina yang sipit dan putih, jangan dong castingnya aktor Irian yang hitam dan sama sekali tidak sipit. Nggak nyambung gitu. Tapi untuk kebanyakan proyek film, semua keahlian yang dimiliki karakternya bisa dipelajari asalkan diberi waktu yang cukup.

Karena itu, kita sebagai penonton janganlah terlalu kaku dalam menilai pemain dan pemeran. Jangan kita memaksakan kehendak, pemainnya harus juga seperti karakternya karakter orang baik harus juga dimainkan oleh orang yang alim dan jujur, nggak boleh dimainkan pemain yang meski baik tapi hobi dugem. Jadi aja pelemnya jelek, abis pemainnya di kehidupan sebenarnya nggak pake kerudung sih. Lho? Lha kalau ceritanya tentang pembunuh, pencuri, dan koruptor jadi castingmya harus di Cipinang, Kejaksaan, serta Nusa Kambangan?

3 thoughts on “Tugas Aktor

  1. Aktor yang baik ya yang pandai akting memang :). Bahkan harus mampu memainkan segala peran, yang bertolak belakang malah jadi tantangan bagaimana bisa melakoninya sebaik mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s