Haruskah Yang Lebih Muda?

Kemaren sedang ngobrol dengan teman tentang mahar dan perkawinan tiba-tiba karena si teman masih jomblo dia nyeletuk:

T (teman) : Mba, cariin dong. yg cantik, soleh, dan lain-lain

S : yang lain-lainnya itu apa?

T : terserah Mbak, yg penting setia

S : kalau usianya lebih tua gimana?

T : waw jangan dong

S : kamu umurnya berapa sih?

T : 22 tahun, mau nyari selisih 3 tahunan gitu

S : padahal teman-teman saya ada lho yang menurut saya sih masuk kriteria kamu cuma ya dah 30an

T : waw. kalo 30, waduh jauh amat

S : Khadijah lebih tua dari Rasulullah

T : itu jaman dulu

S : yeee… alasannya basi amat! kalo niru beristri banyak mau giliran menikah ama yang lebih tua nggak mau

T : bukan nggak mau ini soal masa depan juga dan kelanggengan berkeluarga

S : lho perempuan kan usianya relatif lebih panjang dari cowok

T : siapa bilang

S : secara statistic perempuan umurnya lebih panjang dari laki2, lebih banyak nenek2 janda daripada kakek2 duda.

T : ooooo tapi itu kan bukan alasan yg kuat

T : tapi malu juga sama teman2 yg dapet istri lebih muda

S : lha emang yang mo nikah kamu apa temen2 kamu

T : aku

S: kalau kamu mendapat akhwat yang soleh, cantik, siap menikah, trus menerima kamu apa adanya apa akan kamu tolak hanya karena umur?

Sayang, azan magrib keburu terdengar sehingga percakapan kami terputus. Namun setelah shalat, saya jadi merenung. Memang, sepertinya idealnya pasangan adalah yang pria lebih tua dari yang perempuan, dan memang secara mayoritas demikianlah yang terjadi. Tapi umur, ah, siapa yang bisa menebak usia? Apakah menikah dengan yang istri yang lebih muda menjamin tidak akan ditinggal mati duluan?

Apa salahnya dengan mencontoh yang jelas-jelas merupakan pernikahan ideal? Seorang istri yang lebih tua, namun setia dan sangat percaya kepada suaminya, mendukung seluruh kegiatan suaminya, dan tetap bisa memberikan anak. Apa yang memalukan dari seorang istri yang bisa melakukan semua hal itu?

Mungkin teman saya memang masih muda, masih terpengaruh teman-temannya. Saya jadi teringat sama abang saya sendiri. Si Abang yang sampai sekarang masih menyandang status duda dengan cepat menolak untuk dikenalkan dengan gadis muda. Ogah! Katanya.. Padahal waktu itu dia belum 40, masih diujung 30an tapi dengan tegas dia menyatakan daripada yang masih 20an tahun, mendingan yang 40an meski jangan yang sudah dekat 50an. Dan memang, abangku pernah bertaaruf dengan perempuan di usia 40an. Namun gagal karena ternyata anak si perempuan itu lebih tua dari anaknya sendiri. Jadi dia tidak berani mengambil risiko. Ah abangkuโ€ฆ Sekarang dia sudah memasuki usia 40an dan masih duda. Mudah-mudahan tahun ini tahun terakhir dia menduda.

Advertisements

6 thoughts on “Haruskah Yang Lebih Muda?

  1. Katanya sih rumus untuk usia pasangan yang ideal adalah:Usia Istri = 1/2 Usia Suami + 7.Jadi kalo usia cowok 30, nyari nyari istri usianya kudu 15 + 7 = 22.Nggak tau deh siapa yang nemu rumus itu.p.s. Makanya aku sekarang nyari yang umurnya 19, he he he:p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s