Oh Torrent…!

Okay, this Torrent thing is addictive. Geez no kidding mate! And, like other addictive substance, it gets expensive. I am now definitely over my quota. So this month I would have to pay additional charges oy vey!

So, next month, I would have to wait until like the last week of the month, see what I have left then start torrenting again. And it is not even midmonth yet!!! oh blasted you BMP you crazy, greedy, crap dung of freeking apartment building owner! Hate you hate you hate you…. oh ok, Gus said to stop swearing. Ok Gus, I stop now 😉

Target 2008/1429 H

Sebetulnya PR dari Tante Dee judulnya Resolusi 2008, tapi kok kayaknya Target lebih aktif daripada resolusi ya. Menggunakan kata ‘Target’ rasanya lebih menantang, bisa nggak mencapai apa yang diinginkan ketimbang resolusi. Jadi setelah merenungkan kehidupan dan sisa waktu inilah target saya:

1. Menyelesaikan Proyek Non-Fiksi

Ada 1 proyek non-fiksi yang sudah dimulai oh hampir 2 tahun lalu. Bayangkan 2 tahun! Waktu mulainya sih semangat, riset sini, wawancara sana, eh tengah jalan kok melempem trus terserang malas L jadilah proyeknya terpendam. Padahal dah keluar modal jadi kan sayang dong kalau tidak diselesaikan. So harus selesai!

2. Mempertahankan Kebiasaan Olahraga

Sudah bukan rahasia lagi kalau saya endud. Dengan keturunan jantung (3 paman saya meninggal karena masalah jantung), asma, alergi, diabetes, belum lagi ada kemungkinan kanker maka tidak ada alasan untuk tidak berolah raga. Alhamdulillah akhirnya tahun lalu, maksudnya beberapa bulan lalu, saya mulai menggunakan fasilitas yang disediakan dan mulai berolahraga. Dari hanya 10 menit sehari sampai sekarang bisa sekitar 30 menit – 1 jam sehari, 5-6 hari seminggu. Nah, semoga kebiasaan ini tetap bertahan di tahun 2008 bahkan kalau bisa ditambah intensitasnya.

3. Merubah Pola Makan

Meski sekarang sudah rutin bergerak, masih ada yang belum begitu bisa dirubah yaitu pola makan. Masih suka makan yang kurang sehat (tapi lezat ) masih rada males makan sayur (padahal penting!), meski makan buah dah lebih rutin sih. Tapi ya kalau makannya juga lebih sehat kan bisa kurusan juga. Hehehe…

4. Membuat Cerpen

Sudah lama kepikiran, tapi hanya sebatas mikir saja. Tahun ini harus ditulis. Waktu itu sempat bikin folder ide cerita. Trus… ya sama nasibnya seperti no 1. Padahal waktu itu sempat ditagih sama Bhai. Mudah2an nanti Bhai masih mau baca cerpen saya ketika akhirnya kelar. Kalo enggak ya Bude N ama Tante D yang dapat kehormatan

5. Menata Keuangan Dengan Lebih Baik

Diberi amanah, selayaknya dipegang dengan baik. Perbanyak tabungan biar nantinya bisa punya lebih banyak pilihan.

6. Memperbaiki Ibadah

Bertambah umur, berarti berkurang jatah. Sudah selayaknya memperbanyak ibadah, baik tadarus, shalat, maupun puasa. Juga memperbanyak sedekah. Bagaimanapun juga ingin kehidupan yang enak kan?

Dah, sekian saja dulu. Segini saja sudah banyak kan? Ikhtiar semoga semua tercapai J

Oh No! My GB Allocation!!!

Heeeh…. bahwa gw addicted to internet itu si Gibol dah tau, makanya daripada jebol Telkomnetinstan jadi dengan penuh kasih sayang, dipasangnya ntu Speedy. Yah pokoke singkat kata kita bisanya pake Speedylah kalo mau pake provider lain butuh perjuangan batin etc etc… So eniwe, hepilah kita, bisa internetan sepuas hati, toh cuma buat surfing ama cek emel.

Untuk tahun baru, Gibolku membelikan PC baru yang canggih dan cepat biar kompak sama internetnya. Lagian biar laptopnya bisa dia pakai lagi. Lho apa hubungannya? Jadi ceritanya gini, alkisah, laptop aye pan dah uzur, upgradenya udah maksimal tapi tetep aja jadinya cuma glorified typewriter. So dengan sedih hati, kupensiunkan laptopku dan kita pakailah laptop Gibol yang lebih keren karena dia toh dapat laptop dari kantornya. Tapi trus kantornya ganti kebijakan nggak pake laptop lagi, pake PC. Padahal yang namanya kerjaan kan teteup kadang2 ikutan pulang. Dah nggak jaman lage, nginep di kantor. Jadi kebetulan dapat rezeki dapatlah dakyu PC. Horee!!!

Nah, end of story toh? But… seiring dengan itu, jadinya kan mulailah menjelajah internet. Buka YouTube, nonton si gendeng itu nangis2 membela tante Britney, nonton Little Mosque On the Prairie (lucu abis, sangat recommended) daaaan….. I discover Torrent! Barenaked Ladies, Christina Aguilera, Kelly Clarkson (okay it’s very girlie pop, don’t shoot me ) walhasil ini baru tanggal muda eh alokasi internetnya dah lewat setengah. Hiy!!!! Horror!!! Sigh…. Berarti kudu direncanakan dengan super teliti apa aja yang mau diinginkan, trus bersabar menanti deket-deket akhir bulan. Kalo nggak bisa gigit jari nanti…

Internet Anonymous meeting anyone?

Cinta, Cantik, Cukup?

Sama si T(eman) kemaren ngobrol lagi, meneruskan topik yang kemarin. Sekarang kita membahas masalah fisik. Si T ingin pasangan yang cantik dan lebih pendek dari dia. Duh, lagi-lagi bikin ketawa. Aduh T, kamu kok ya masih juvenile banget sih. Masih mikirin tinggi badan, paras, umur trus dia tanya, emang cantik nggak penting? Lha ya tentu penting dong. Rasa ketertarikan itu sebaiknya ada, kalau sama sekali nggak ada ya kok ngenes amat ya. Pokoknya yang penting dia itu menarik untuk kita. Peduli amat ama orang lain karena selera itu sangat subyektif. Tetap agamanya yang paling penting. Kita dapat pasangan yang cantik dan sempurna secara fisik tapi ternyata agamanya berantakan kan repot dong.

Lalu dia tanya, apakah saya cinta pada pandangan pertama sama si Gibol. Jawab saya, “Tidak!” Lah, T jadi kaget, lho kok enggak? Lha ya emang enggak kok nawar? Trus kenapa tetap menikah dong kalau nggak cinta? Lho siapa bilang saya nggak cinta ama si Gibol? Saya cuma tidak cinta pada pandangan pertama. Entah pada pandangan keberapa saya akhirnya jatuh cinta sama dia

Pertanyaan terakhir T, kaya perlu tidak? Jawaban saya sama lagi seperti jawaban diatas, perlu tapi bukan yang utama. Realistis aja, hidup ini perlu uang, tapi jangan menjadikan uang sebagai yang utama. Meski jangan juga kita jadi sombong dan berkata, “Aku sanggup hidup susah!” Wah ya kalau begitu sih terserah ya, tapi saya sih nggak mau harus bersusah-sudah. Kalau hidup susah, kapan bisa menjalankan agamanya? Guru saya pernah bilang, gimana mau naik Haji kalau untuk makan sekali sehari aja susah. Gimana mau bayar zakat atau bisa ikut berqurban kalau semuanya sudah habis hanya untuk makan? Tapi ya ini saya lho. Lain orang lain pendapat.

T manggut-manggut dan seperti biasa percakapan kami diputus adzan. Mudah-mudahan T nggak pusing sama jawaban-jawaban saya

Haruskah Yang Lebih Muda?

Kemaren sedang ngobrol dengan teman tentang mahar dan perkawinan tiba-tiba karena si teman masih jomblo dia nyeletuk:

T (teman) : Mba, cariin dong. yg cantik, soleh, dan lain-lain

S : yang lain-lainnya itu apa?

T : terserah Mbak, yg penting setia

S : kalau usianya lebih tua gimana?

T : waw jangan dong

S : kamu umurnya berapa sih?

T : 22 tahun, mau nyari selisih 3 tahunan gitu

S : padahal teman-teman saya ada lho yang menurut saya sih masuk kriteria kamu cuma ya dah 30an

T : waw. kalo 30, waduh jauh amat

S : Khadijah lebih tua dari Rasulullah

T : itu jaman dulu

S : yeee… alasannya basi amat! kalo niru beristri banyak mau giliran menikah ama yang lebih tua nggak mau

T : bukan nggak mau ini soal masa depan juga dan kelanggengan berkeluarga

S : lho perempuan kan usianya relatif lebih panjang dari cowok

T : siapa bilang

S : secara statistic perempuan umurnya lebih panjang dari laki2, lebih banyak nenek2 janda daripada kakek2 duda.

T : ooooo tapi itu kan bukan alasan yg kuat

T : tapi malu juga sama teman2 yg dapet istri lebih muda

S : lha emang yang mo nikah kamu apa temen2 kamu

T : aku

S: kalau kamu mendapat akhwat yang soleh, cantik, siap menikah, trus menerima kamu apa adanya apa akan kamu tolak hanya karena umur?

Sayang, azan magrib keburu terdengar sehingga percakapan kami terputus. Namun setelah shalat, saya jadi merenung. Memang, sepertinya idealnya pasangan adalah yang pria lebih tua dari yang perempuan, dan memang secara mayoritas demikianlah yang terjadi. Tapi umur, ah, siapa yang bisa menebak usia? Apakah menikah dengan yang istri yang lebih muda menjamin tidak akan ditinggal mati duluan?

Apa salahnya dengan mencontoh yang jelas-jelas merupakan pernikahan ideal? Seorang istri yang lebih tua, namun setia dan sangat percaya kepada suaminya, mendukung seluruh kegiatan suaminya, dan tetap bisa memberikan anak. Apa yang memalukan dari seorang istri yang bisa melakukan semua hal itu?

Mungkin teman saya memang masih muda, masih terpengaruh teman-temannya. Saya jadi teringat sama abang saya sendiri. Si Abang yang sampai sekarang masih menyandang status duda dengan cepat menolak untuk dikenalkan dengan gadis muda. Ogah! Katanya.. Padahal waktu itu dia belum 40, masih diujung 30an tapi dengan tegas dia menyatakan daripada yang masih 20an tahun, mendingan yang 40an meski jangan yang sudah dekat 50an. Dan memang, abangku pernah bertaaruf dengan perempuan di usia 40an. Namun gagal karena ternyata anak si perempuan itu lebih tua dari anaknya sendiri. Jadi dia tidak berani mengambil risiko. Ah abangku… Sekarang dia sudah memasuki usia 40an dan masih duda. Mudah-mudahan tahun ini tahun terakhir dia menduda.