Pelem lokal pasti… ?

Bahwa film lokal banyak yang ‘kacangan’ itu mungkin saja. Tapi toh tetap dari sekian kacang-kacangan ada juga kan yang lezat dan bergizi. Apakah banyaknya kacang itu sudah menutup kemungkinan bahwa film berikutnya bisa lezat dan bergizi? Haruskah kita masuk ke bioskop dengan prasangka, “Pasti jelek!” biar nggak kecewa-kecewa amat pas kelar nonton en pelemnya asli jelek? Yee… ngapain amat ke bioskop? Mending ke seberangnya, makan Mi GM ya nggak seeeh….

Ato gw aja kali ya yang kelewat optimis?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s