4 Er 5 Sempurna atau kriteria untuk pasangan hidup

Sewaktu saluran televisi masih hanya TVRI, tiap malam Jumat ada acara bernama “Mimbar Agama Islam” isinya kadang fragmen, drama atau ceramah keagamaan. Sewaktu SMP saya harus menonton acara ini untuk kemudian dirangkum dan dikumpulkan sebagai pr pelajaran Agama. Dari sekian banyak drama dan ceramah yang saya tonton hanya satu yang sampai sekarang masih saya ingat, yaitu ceramah Almarhum Bpk. Dahlan tentang mencari jodoh. Mungkin, dasar abg, giliran perjodohan aja langsung serius mendengarkannya. Tentunya kriteria utama adalah mereka yang seagama, terutama untuk muslimah, dan beragama Islam dengan baik. Tapi selain itu Pak Dahlan juga menjabarkan kriteria karakter yang saya formulasikan menjadi 4 Er + 5 Sempurna. Apa sajakah itu?

  1. Cageur = Sehat

Orang yang fisiknya sehat juga mempunyai peluang reproduksi lebih tinggi, harapannya bisa mendapatkan anak-anak yang juga sehat. Selain sehat secara fisik, sebaiknya mentalnya juga sehat, tidak mempunyai penyakit jiwa misalnya bipolar atau OCD yang bisa memberatkan kehidupan. Hidup sudah berat, jangan diberat-beratkan.

2. Bageur = Baik

Orang yang baik insya Allah akan menjadi suami atau istri yang baik serta orang tua yang baik pula. Ya dong, siapa juga sih yang pengen dapat pasangan yang jahat? Baik disini maksudnya bisa berkomunikasi, tidak memaksakan kehendak secara sepihak (Pokoknya harus punya anak 10!), kalau ada masalah hendaknya dibicarakan nggak main tangan melayang-layang. Mudah-mudahan sih emang beneran baik, nggak cuma pura-pura baik eh setelah akad selesai keluar belangnya…

3. Pinter

Pinter mah tau ya artinya. Paling enggak sama pintarnya dengan kita kalau tidak sedikit lebih pintar. Dan nggak hanya akademik lho ya, disini maksudnya pintar hidup, jadi nggak cepat depresi kalau ada yang tidak berjalan sesuai keinginan. Tidak cepat putus asa, pantang menyerah dalam menghadapi kehidupan, mau bekerja keras.

4. Bener

Bener disini artinya jalan pikirannya benar, sesuai dengan ajaran agama Islam, bukan atheis atau kriminal misalnya. Benarnya juga sebaiknya cocok dan sejalan dengan kepercayaan dan prinsip kita sendiri. Kalau berbeda bisa repot, misalnya kita maunya anak kita masuk sekolah Islam, sementara pasangan kita lebih suka homeschooling ya beda jauh kan? Nah, hal-hal seperti ini, pendidikan anak, jumlah anak, pengaturan keuangan keluarga, dll yang harus diketahui sebelumnya jangan pas sudah punya anak baru ketahuan. Kalau dari awal sudah tidak sejalan bisa susah nantinya untuk menyamakan persepsi.

Ibu saya yang orang Sunda langsung setuju sepenuh hati dengan 4 Er ini. Malah beliau menambahkan bahwa keluarga calon juga dilihat apakah masuk ke 4 Er ini. Maksud ibu saya, supaya kita punya gambaran jelas dia berasal dari keluarga seperti apa. Apakah secara keseluruhan kita kompak nggak sama mereka, dari yang kecil-kecil semisal apa keluarganya juga rajin shalat sampai kalau ngobrol sama adik dan kakaknya nyambung nggak pembicaraannya. Bisa aja kan seseorang tu beda banget sama keluarganya, tujuannya lagi-lagi supaya nanti tidak terlalu kaget pas sudah menjadi bagian dari keluarganya dia. Perbedaan itu pasti ada, tapi kalau sekiranya sudah ada gambarannya mudah-mudahan tidak terlalu sulit adaptasinya.

Nah untuk yang 5 Sempurna sih sebetulnya tambahan saya sendiri. Pak Dahlan bilang, boleh-boleh saja meminta jodoh yang cantik dan kaya. Masalah cantik atau ganteng, saya pikir itu kan subyektif ya dan pastilah kita akan memilih orang yang menarik untuk kita. Kalau pada awalnya dia terlihat biasa-biasa saja, setelah kita ngobrol ternyata nyambung biasanya dia akan terlihat lebih menarik. Jadi jangan sampai deh kejadian seperti di bukunya mba Asma Nadia, ada seorang suami yang sudah punya 4 anak tapi tidak merasa cinta sama istrinya karena istrinya menurut dia istrinya tidak atau kurang cantik. Ih enggak banget!!! 4 anak dan suami kita nggak cinta sama kita? Hiy! Tonjok!!!

Jadi 5 Sempurnanya itu adalah… Kaya! Kesannya matre amat yaks. Kaya disini sebetulnya lebih ke arah orang yang berani bekerja dan bertanggung jawab. Apalagi disini kan kalau ‘miskin’ nggak boleh sakit dan sekolah. Jadi ya harus kaya Tapi harus lihat-lihat dulu kayanya yang seperti apa. Kalau bawaannya Mercedez tapi ternyata itu punya ayahnya ya berarti dia nggak kaya. Yang kaya bapaknya. Kaya karena korupsi ya berarti maling dong.

Kenapa perlu kaya? Karena perintahnya adalah mengeluarkan zakat, bukan meminta zakat dan karena hidup di dunia perlu uang. Sepiring berdua kedengarannya romantis, tapi kalau tiap hari begitu deuu… mendingan sendiri aja deh. Maksudnya jadi carilah orang yang seimbang, taat beribadah dan rajin bekerja. Hanya di masjid saja tapi nggak kerja-kerja sampai anak istrinya keteteran ya nggak bener. Kerja melulu nggak pernah beribadah, sama juga nggak benarnya. Hidup kan tidak hanya di dunia ini saja tapi masih ada dunia berikutnya yang lebih kekal dan abadi. Sehingga mudah-mudahan mendapat surga dunia dan akhirat. Amin.

Masih ada lagi sih hal-hal yang Pak Dahlan bahas, misalnya siapa saja yang boleh kita nikahi dan siapa yang tidak boleh kita nikahi tapi yang paling saya ingat ya 5 hal diatas ini. Mudah-mudahan langgeng, dan bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan wa rahmah.

8 thoughts on “4 Er 5 Sempurna atau kriteria untuk pasangan hidup

  1. he..hew.. mbak sita bgt dech….”hidup itu harus kaya… karena apa? kemiskinan itu dekat dengan kemaksiatan dan kebodohan”thanks mbak inget bgt tuh waktu chattingan sama mbak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s