Media dan Tanggung Jawab Ortu

Sebagai anak bungsu, gw beruntung bisa belajar tentang parenting dari kakak2 terutaman gw banyak belajar dari abang yang single parent dengan 3 anak. Abangku ini, dengan segala keterbatasannya sebagai ortu tunggal, selalu berusaha memantau apa yang anak2nya baca, nonton, dan mainkan.

Bacaan, terutama komik2 Jepang yang anaknya pingin baca, selalu dia baca duluan, dia cek dulu apakah isinya sesuai dengan umur anaknya atau tidak. Kalau lolos baru anaknya baca, kalau enggak komiknya disimpan dikamarnya.

Tivi, hanya ada di kamarnya dan di ruang keluarga. Meskipun ruang keluarga anaknya ada diatas, tapi ditaronya sedemikian rupa sehingga dia bisa dengar apa yang mereka tonton. Pembantu dia kasih tipi sendiri jadi mereka nggak gabung nontonnya. Dia juga menyensor apa yang anak2nya bisa tonton. meski abangku sedikit lebih longgar dari kakakku yang cewek. kalau kakakku nggak ngebolehin nonton Crayon Sinchan, kalau abangku masih boleh. Tapi in general dia tau acara favorit anak2nya apa dan kalau aku lihat sih keponakan2ku emang nggak terlalu hobi nonton sinetron, mereka sukanya Extravaganza ama acara musik atau ya video.

Film juga dia sensor. Kalau dvd/vcd dia tonton dulu, kalau bioskop dia cari dulu resensinya, syukur2 ada kenalannya yang judgmentnya dia percaya yang udah duluan nonton film tersebut. kayaknya yang nggak dia sensor cuma kartun keluaran pixar dan sebangsanya. Pernah dia melarang anaknya nonton ada 1 horror asia, eh mereka trus nonton di rumah ibunya (abang gw duda cerai) untungnya mereka cerita kalau mereka nonton dengan komentar, “pak, adegan telanjangnya kan cuma sebentar dan nggak ada apa-apa..” (maksudnya bener2 cuma gambar orang telanjang sendirian) trus abang gw bilang, “meskipun bapak nggak suka kalian liat adegan itu, sebetulnya yang lebih bapak larang itu adalah ide bahwa menyiksa perempuan tu gpp…” jadi basis sensor abangku bukan semata-mata ada gambar ce bugil, tapi lebih kepada ide yang disodorkan film tersebut. (Anak2nya bengong mendengarkan penjelasan babenya, agak nggak mudeng)

Games – baik PS, X-box atau PC juga dia pantau, dengan dia ikutan main atau dengan menonton anaknya main game tersebut. Dia juga memberi jadwal ketat main games, hanya boleh pas weekend atau liburan.

Internet hanya di komputer yang di ruang tengah, yang dikamar anak2nya nggak disambungkan. Sekarang anak2nya dah mulai gede dan kadang2 main games di warnet biar bisa pake hi-speed comp, ya dia cuma bisa pesan agar hati2 kalau chatting dan memberi tau bahaya dunia maya.

Hal-hal ini masih terus abang gw jalankan meski anak2nya dah menginjak
SMP dan SMA. Dia bilang emang sih nggak ada jaminan anak2nya nggak
bakalan nonton atau baca hal2 yang dia larang, kan bisa aja pas mereka
lagi dirumah temen atau di tempat ibunya, makanya banyak2 ngobrol ama
anak2, dengan begitu mereka bisa ngerti kenapa ortunya melarang mereka
nonton film x atau baca buku y.

Advertisements

2 thoughts on “Media dan Tanggung Jawab Ortu

  1. nah setuju…. kalo bisa malah nontonnya bareng aja. Kaya smack down itu, mestinya ada prolog juga dari ortu kalo emang mau ngebolehin anaknya nonton, terutama yg akalnya masih pendek, bahwa yg kaya gitu di aslinya juga cuma “boongan” gak boleh ditiru, berbahaya bisa menyakiti orang lain. Intinya, gak bisa cuma menyediakan kotak tivi terus ditinggal aja anaknya sama tivi biar gak ngeganggu aktivitas lain, ato biar gak repot nemenin maen, ato apalah gitu… karena st tivi sekarang kan tayangannya jarang yg siap tonton yah. Untungnya Auliya sampe saat ini masih blm tertarik sama tivi, lebih seneng aktivitas fisik, dan bermain. Mudah2an aja bertahan lama… heheh

  2. Sip! Semoga juga. Laras sekarang dah melek tivi, jadi musti lebih hati2 ortunya kalau nonton tivi. Sebetulnya tetap ada manfaatnya kok asal kita tau bagaimana mengontrolnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s