Kesimpulan…

Kalau kata:

My husband: Selama syaratnya adalah harus berlaku adil maka akan sangat sulit untuk bisa dijalankan. Emangnya kamu (istri – red) aja yang pengen masuk surga?

My girfriends : Kenapa sih harus pake menyakiti hati perempuan? Kenapa harus istri yang belajar ikhlas? Kenapa nggak suaminya yang belajar menahan diri?

My mom: Ya udah, kita cari ustad tipi yang lain aja…

My dad: He sometimes jokes about it but when push comes to shove I don’t think he thinks it’s such a great idea, he said something like this one time, “Lah, nyekolahin kalian ber-4 aja udah susah, mo nambah lagi?”

My sisters: huh, ngumpet dibalik istri. Kenapa harus istrinya yang kasih press conference? Takut? Belum kalau entar anak-anaknya curhat ke ibunya, lagi-lagi jadi bumper, anak2 (maksudnya teman2 -red) kan suka jahat, suka ngeledekin….. (masih panjang lebar lagi sih… tapi udah ah segini ajah – red)

My brother: Dalam soal nikah lagi, yang perlu dikasih pemahaman itu para suami bukan para istri karena yang bisa menjamin surga hanyalah Allah, bukan manusia biasa. Kalau para pria itu benar2 mempelajari arti menjadi suami dan ayah, menjadi kepala keluarga seperti ajaran Islam serta konsekuensinya kalau kita gagal… waduh…

Myself : Menikah lagi memang boleh, tapi yang sebenarnya dianjurkan adalah monogami. Keadilan bukan hanya menyangkut materi, tapi juga hati, waktu dan anak-anak beserta masa depan mereka.

Advertisements

6 thoughts on “Kesimpulan…

  1. iya emang. cuma sebagai panutan, seharusnya (jieee… seharusnya…) beliau bisa lebih berpikir tentang dampaknya kepada umat, bagaimanapun banyak yang menjadikan dia sebagai panutan. Maksute, kalau yang merit lagi si abdullah dari cihampelas yang kerjanya cuma jualan jeans ke orang jakarta pada weekend doang ya nggak ada yang peduli lah, tapi doski? Well, mungkin pelajaran juga biar kita nggak terlalu mengidolakan seseorang. Jagalah hati?

  2. agatogata said: seharusnya (jieee… seharusnya…) beliau bisa lebih berpikir tentang dampaknya kepada umat, bagaimanapun banyak yang menjadikan dia sebagai panutan.

    Logika ini bisa juga dibalik kayaknya… krn beliau public figur, mungkin ada yg mo disosialisasiin juga :D.Pembelajaran juga buat “fans yg fanatik” kalo beliau ya cuma manusia, bukan rasul yang ma’sum. Panutan sejati mah rasulullah… ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s