World Cup Fever: Spanyol juga kalah!!!

Huhuhuhuhu….. emang sih rada basi, tapi tetep aja sedih… huhuhuhuhu…. Iker nggak bisa menghalangi bola, ketipu ama Zidane…. huaaaaa…… 4 taon lagi masih Iker nggak ya kipernya Spanyol? Huuhuhuuh……… cedih deh ikke… Yah, yang masuk ke 8 besar die lagi die lagi…. Paling sapa ya, Ukraina yang baru ama Portugal ya kalau nggak salah? Sisanya Inggris, Brasil, Prancis, Jerman… ya muke-muke lama lagi gituh.

Ya sudahlah, that’s the game. The ball is round it can go anywhere. katenye….

Advertisements

World Cup Fever : David Beckham

Sebenarnya dibilang nge-fans berat ama akang Beckham nggak juga sih. Emang betul si akang ini ganteng, cuma metrosexual banget gituh, lebih cihuy groomingnya daripada aye.

Eniwe, selain karena dulu sakolanya di Inggris, temen serumah juga ada yang dari Manchester, jadi kalau soal bola meski dia nggak terlalu hobi temen2 sekampungnya kan demen banget dan tentu kalau Premier League yang dijagokan ya Manchester United lah. Meski waktu itu masih jaman jayanya Ryan Giggs dan mbah Alex Ferguson masih wong biasa aja belon dapet gelar “Sir” tetap aje ngebekas tu percobaan brainwashing para ‘Madchesters” berusaha meyakinkan bahwa Man U is the best!!! Jadi ya meski nggak nonton bola, tetaplah diikuti berita2 si Man U pada ngapain aje, termasuk para pemainnya seperti Beckham inilah.

Karena nggak pernah nonton, sebetulnya saya nggak tau kehebatan dia tu bagaimana. Apalagi pas PD yang kemaren dulu – waktu debutnya Michael Owen – kan dia sempat kena kartu merah tuh gara2 nendang pemain lawan jadilah pers Inggris menjuluki dia “One Stupid Boy” dan dapatlah Brooklyn as a result. Tapi trus kan dia jadi kapten tim Inggris jadi pastilah sebagai pemain dia nggak jelek2 amat. Saya ingat menonton dokumenternya waktu dia baru aja diangkat jadi kapten, waktu itu dia masih sama Man U, trus dia lagi ngobrol ama temannya dirumah en dia bilang kira-kira gini, “Gile bo! Gw jadi Kapten Inggris! Itu pan impian gw dari kecil. Nggak kebayang euy!”

Nah, di PD sekarang ini jadi lebih sering nonton selain karena menemani suami (karena nggak ada pilihan lain sih ) jadilah melihat juga laga tim St. George’s Cross. Baru deh liat oh ya, ternyata dia itu emang pemain yang bagus ya, tendangannya memang lebih akurat dan lebih cihuy dibanding pemain tim lain di posisi yang sama. Juga karena sekarang si Beckham tampangnya lebih dewasa, rambutnya nggak neko-neko, cuma tatonya aja yang ada dimana-mana. Jadi sepertinya dia emang sekarang lebih serius. Dan terbukti kemaren dia yang nge-gol satu-satunya gol buat Inggris. Cantik nian golnya itu, dari free kick pula. Pantaslah dia udah merumput dari remaja, bakatnya emang keren banget.

Okeh deh akang David, kita liat sampai mana dikau bisa menggiring tim anda di PD kali ini.

World Cup Fever : Belanda Kalah!!!!

HUaaaaaaa…… Si Londo kalah ama Portugal Sedih deh kita nggak bisa liat tampang cool en kalemnya Edwin van der Sar lagi. Huhuhuu…………. Padahal Belanda mainnya bagus dan Portugal mainnya sadis. Kenapa akang Nistelrooy nggak dipasang sih sama Om Marco? Eksperimennya kurang cihuy ah 4 tahun lagi kan belum tentu kipernya masih akang Edwin.

Ya udahlah masih bisa liat akang Beckham bikin tendangan pisang sama masih ada bang Iker juga.

Soal Ibu Depresi

Hari ini Ibuku datang ke rumah menjenguk cucunya yang agak sakit plus ngobrol-ngobrol sama anaknya. Ngobrol kiri-kanan akhirnya sampai juga kita ke masalah ibu yang di Bandung itu. Saya tanya, kenapa ya padahal ibu itu berpendidikan kok dia nggak bisa mengutarakan problem yang dia hadapi?
 
Menurut Ibuku, kalau terkena depresi itu bukan masalah apakah kita berpendidikan atau tidak, melainkan karakter kita. Setinggi atau serendah apapun pendidikan kita, kalau karakter kita adalah orang yang terbuka maka kita akan bisa sharing masalah yang kita hadapi. Sementara kalau kita tertutup, akan susah untuk menceritakan problema kita apalagi kalau misalnya kita punya image tentang diri kita yang ingin kita pertahankan alias Jaim. Jaim bagaimana? Ya mungkin mereka merasa mereka adalah ibu yang cekatan dalam mengurus keluarganya sehingga ketika pada kenyataannya mereka tidak mampu/tidak kuat, mereka tidak bisa/mau mengakui hal tersebut.
 
Trus saya tanya lagi, kenapa para suami mereka tidak menyadari kalau istrinya depresi? Yah, kata Ibu saya lagi, kalau kita tidak cerita, bagaimana dia bisa tau? Yang para suami rasakan, mereka sudah kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, trus mungkin dia lihat anak2nya tumbuh baik, istrinya nggak ngeluh, ya sudah dia pikir nggak ada masalah.
 
Saya jadi teringat salah satu episode Desperate Housewife, ketika Lynette, ibu dengan 3 putra yang bandel-bandel itu minum obat ADHD anaknya supaya dia bisa jadi “Super Mom” sehingga ketika obat anaknya habis dia ‘terpaksa’ mencuri obat dari teman-teman anaknya. Sampai akhirnya dia putus asa dan kabur ke taman. Untung Lynette punya sahabat-sahabat baik yang mencari dia dan menceritakan bahwa mereka pun pernah frustrasi ketika anak-anak mereka masih kecil. Bree yang tampaknya a “perfect mom” mengaku bahwa dulu ketika anak-anaknya tidur siang dia sering menangis karena merasa nggak kuat mengurus 2 anak kecil sendirian. Yang saya ingat adalah komentar Lynette ketika mendengar pengakuan sobat-sobatnya, “Why didn’t you tell me?” Kenapa kamu nggak bilang?
 
Saya pikir memang nggak sehat ya memendam masalah sendirian. Meski bukan berarti kita harus sharing semua masalah kita, tapi saya pikir kita harus bisa memilah masalah apa yang harus dibagi dan kepada siapa kita berbagi. Apalagi di jaman internet seperti sekarang, paling enggak buat kita yang punya akses internet sebetulnya makin mudah mencari outlet curhat. Ada aneka milis yang bisa kita ikuti, aneka blog-blog pribadi dan situs-situs tentang masalah Setidaknya kita bisa membaca curhatan orang lain dan mengetahui kalau kita nggak sendirian dalam menghadapi masalah baik tentang anak, suami, kerjaan, keluarga besar, tetangga, dsb dll…
 
Akhirnya saya pikir, saya harus lebih banyak lagi bersyukur kepada Allah bahwa saya punya tempat berbagi di dunia nyata dan maya. Saya harap saya juga bisa menjadi teman yang baik sehingga kalau ada teman yang kesulitan mereka tidak segan-segan untuk berbagi.

World Cup Fever : Iker Casillas

Ok, like I said before, I’m not a big football fan. However that doesn’t stop me from checking out the players every once in a while. Now, footie players are buff. They just have to. They’re young, they do sport everyday, they have six-pack abs, and some of them are just total dreamboats. For example, Iker Casillas. I noticed him on the last World Cup. I don’t remember who Spain was playing, after all it was 4 years ago, but yeah the Spaniards was being attacked ferociously hence I can see Iker fighting hard to protect his goal. Spain won that match but I think they lost the next one, nevertheless a crush was formed. Then the world cup was over, Brazil took the cup, again. And I forget all about Iker. I don’t even know which club he played. Fast forward to 2006. Spain makes it to the World Cupand I suddenly remember about that hottie Iker Casillas. I asked my husband, is Iker in the team? Yes, was the reply. So of course I have to watch the match. Luckily the match is on at 8pm our time. Had it been the later games, at 11 or 2 am I think I would have slept through, Iker or no Iker. The thing about fancying a goalie is that you don’t actually want to see him in close up at the games. Because if that happens, that means his goal is under attack and of course you don’t want him to lose. You want him to be able to defend his goal and deflect all those pesky shots aimed at your goal. However, because (part of) the reason you watch the game is to see the dude, its kinda hard not being able to see your idol in all their glory. Thankfully, Iker is also the captain so I get to see him in the beginning where they exchange banner and deciding sides. In all fairness yesterday game was a good game. Espana attacked Ukraina like there’s no tomorrow. And they didn’t lose steam from the beginning till the end they keep on trying to shot more goals. The Ukraine briefly visited the Spain’s side but more often it didn’t merit a close up of Iker. The wide shot was enough to see the ball deflected or miss the goal completely. In the end they won 4-0 against the Ukraine. I hope they keep winning the games all the way to the finals. Go Iker Casillas!