Mengenang Haji 1

Kota Jeddah itu biasanya sunyi senyap. Angin gurun yang panas pun berhembus perlahan. Jarang sekali ia menampakkan kekuatannya yang garang. Namun setahun sekali bahkan kota Jeddah pun menjadi ramai. Aneka bahasa, logat dan aroma memenuhi udara Balad. Di setiap toko emas kalkulator sibuk mondar-mandir antara penjual dan pembeli. Sampai kemudian keramaian itu pun lenyap dan Jeddah kembali sunyi senyap.
Namun keramaian di Jeddah belum seberapa dibanding keramaian kota Mekkah, Mina dan padang Arafah. Dari 365 hari dalam setahun, 3 hari diantaranya jutaan umat manusia tumpah ruah menjadi satu disana. Menjalankan kewajiban, mengikuti sunnah dan menunaikan impian, meskipun terkadang mengundang petaka.
Sebagai penduduk Jeddah, kami bisa saja menggelar tenda sendiri di Arafah dan Mina, namun agar tidak direpotkan oleh urusan logistik kami memilih untuk ikut dengan travel. Maka bersiaplah kami sekeluarga di sore hari, menggunakan mini bus untuk menempuh perjalanan ke Arafah yang sebetulnya tidak jauh namun menjadi lama karena banyaknya jemaah. Mungkin karena waktu itu saya masih SMP saya kesal harus mengalami kemacetan yang lama. Jadilah belum sampai di padang Arafah saya sudah cemberut. Mana begitu sampai, ac di tenda kami mengalami masalah, tambah kesal saja saya. Betul-betul awal yang sempurna.
Saya berusaha untuk masuk ke semangat haji, mencoba berdzikir dan membaca doa sesuai buku tuntunan haji. Namun rasanya susah, doanya panjang banget. Saya mencoba membaca buku “Haji” karangan Ali Syariati, namun tidak bisa juga menghayati isinya. Lalu saya teringat dengan cerita Eyang saya. Dulu ketika Eyang berhaji, jemaah yang datang belumlah sebanyak sekarang. Di padang Arafah, Eyang masih bisa berjalan-jalan bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama Muslim dan Muslimah dari berbagai benua dan negara. Sekarang, menemukan tenda saja sudah susah, sehingga kebanyakan jemaah memilih untuk tidak jalan-jalan terlalu jauh. Saya ingin jalan-jalan, namun keluarga saya tidak ada yang mau menemani. Ah sudahlah, mungkin memang ini salah satu ujiannya untuk bersabar memikirkan kehidupan. Akhirnya saya pun berdzikir, mengucap Alhamdulillah, bersyukur atas segala rezeki yang telah dilimpahkan-Nya. Tanpa terasa waktu wukuf selesai. Sudah saatnya berkemas untuk mengumpulkan batu Jumrah dan mabit di Mina.
Pengumpulan batu berjalan dengan lancar. Melempar Jumrah berjalan dengan sedikit heboh, dengan sedemikian banyak orang kami tidak bisa benar-benar dekat dengan tiangnya namun rasanya semua batu kena. Untuk berjaga-jaga saya tetap melepar sedikit lebih banyak dari seharusnya. Karena penginapan kami terletak sedikit diluar kota maka kita harus mencari tempat dipinggir jalan untuk bisa melewatkan waktu di Mina. Tikar digelar, ibu-ibu memilih untuk duduk, sementara banyak bapak-bapak yang memutuskan untuk berjalan-jalan. Saya yang sudah capek memilih untuk tinggal bersama ibu saya, menikmati udara malam dibuai alunan suara ibu-ibu yang membaca Al-Quran sampai waktunya untuk kembali ke penginapan dan tidur.
Kemudian pergilah kami ke Mekkah, menuju Masjidil Haram untuk tawaf dan sai. Meskipun harus berdesakan namun kami bisa bertawaf di dekat Ka’bah, bahkan masih sempat mencium Hajar Aswad. Sai juga lancar. Cukur rambut dan selesailah sudah rangkaian ibadah haji. Pulang ke Jeddah, berendam air hangat dan tidur. Untuk kemudian besoknya menderita pilek berat dan ketika ke dokter, baru saja duduk dokternya langsung bilang, “Let me guess, you did Hajj and now you have flu?” ternyata dari pagi sang dokter menangani keluhan yang sama. Penyebabnya? Bermalam dipinggir jalan di Mina!
Sitaresmi – mengenang 90/91

Advertisements

One thought on “Mengenang Haji 1

  1. agatogata said: saya masih SMP

    waduuhhh….gimana yah kesan anakku yang masih SD n TK..???semoga ngga kapok…dan menjadi pengalaman yang menyenangkan, karena ketika wukuf dan mabid kita ajak main tak umpet… hihihihihi….untung aja ngga ilang πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s